Cast:
Lee Hongki as him self
Choi Jong Hun as Kang Jong Hun
You (reader) as Song Sin Ae
Han Eun Hee
Han Ae Cha
Kim Yu Jin
Park Hye Na
Genre : Romantic (100%FAIL),
Rating : G,T
FTRHAPSODY PRESENT . . .
YOU ARE THE LOVE (beta version)
“Ya!!!!!Tangkap gadis pencuri itu!Dia mencuri semangka dan uangku!”Teriak ahjumma penjual buah histeris.Dua orang anak laki laki yang kebetulan lewat segera menghampiri ahjumma itu.
“Ya!Kalian kejar dia!!!!”Ahjumma itu kembali berteriak.Si anak bertopi sampai menutup telinganya.
“Ne, ne aku kejar.”Ucap anak itu. Wajahnya menampakan raut kesal. Telinganya masih sakit mendengar teriakan ahjumma penjual buah yang begitu keras.
“Ya!!!Kembali kau!”Teriak si topi.Gadis pencuri itu menoleh dan berlari semakin kencang.
“Sin Ae…”Gumam anak laki laki lainnya.
“Ahjumma berapa semangka yang diambil dia?Berapa uangmu yang hilang?”
“Dia mengambil 1 semangka dan 200.000 wonku.”Ujar Ahjumma itu, ia mulai tenang. Ahjumma itu mengusap keringat yang menetes di dahinya.
“Ini.Biar gadis itu memilikinya.”Ujar anak laki laki itu seraya menyerahkan beberapa lembar uang.Ia lalu berlari mengejar temannya.
“Hong Ki -ya!Berhenti!”Teriaknya.Sementara itu si topi yang bernama Hong Ki itu sedang berusaha keras menahan gadis dalam cengkeramannya agar tidak kabur. Terus saja ia menceramahi gadis itu.
“Hong Ki –ya lepaskan dia…”Ucap anak laki laki itu terengah.
“Hey Jong Hun-a!Kau ini bagaimana!Yang benar saja.”Teriak Hong Ki.
“Aku sudah membayar semuanya.”Ucap Jong Hun.
“Ah kau ini.Kalau setiap pencuri kau perlakukan seperti itu semua orang akan beralih profesi menjadi pencuri.Apa kau sudah gila!”HongKi menunjuk nunjuk kepalanya dengan sebelah tangannya sementara yang lain masih menggenggam erat si gadis pencuri.
“Sudahlah nanti aku jelaskan, sekarang lepaskan dia.”Jong Hun memandang gadis itu. Ketika mata mereka bertemu Jong Hun menunduk dan berbalik pergi.
“Kaja!”Ujar JongHun.
“Awas kau berani mencuri lagi.”ancam Hong Ki pada gadis itu.Ia lalu berlari mengejar JongHun.
“Hey kenapa kau ini?”HongKi menepuk bahu JongHun.
“Apa kau tak ingat?Benar benar tidak mengenalnya?”JongHun bertanya sambil tertawa.
“Memang kau kenal dia?Tuan muda sepertimu mengenal brandal sepertinya?”HongKi balik bertanya.
“Kau benar benar tidak ingat pada Sin Ae?”Jong Hun kembali tertawa.
“Sin Ae?Song Sin Ae?Gadis kecil yang sering mengambil bekal makan siang kita dulu?”HongKi melotot tak percaya.
“Dia itu Sin Ae!Masa kau tidak ingat.Lihatlah bekas goresan dipipinya itu.Bukankah kau yang mencakarnya dulu.”JongHun kembali tertawa.
“Aish!Gadis itu lagi.”HongKi melempar topinya lalu memungutnya kembali.
“Tapi… dia cantik ya. Dan tubuhnya itu… ahahahahaa…”HongKi menerawang. Jonghun memukulnya keras.
“Kau ini!”Tiba tiba sebuah mobil melintas melewati mereka lalu berhenti.Seorang pria paruh baya keluar dengan setelan jas hitam yang membuatnya tampak kaku dan dingin.
“Tuan muda silahkan masuk.”Pria itu mengangguk hormat pada JongHun.HongKi mencibir.
“JongHun-ssi “Hong Ki belagak seperti orang ingin muntah.Jong Hun hanya tertawa.
“Annyeonghikasipsio Jonghun-ssi…” HongKi pura pura membungkuk hormat. JongHun memukul kepalanya ketika ia membungkuk.
“Chosimhae HongKi –ya.”Jonghun melambaikan tangannya.
***
Jonghun PoV
Aku Kang JongHun.Anak tunggal keluarga Kang,pemilik salah satu stasiun tv ternama di korea.Aku seorang siswa SMA. Hidupku biasa biasa saja.Terkesan membosankan malah. Aku bukan orang yang banyak bicara.Aku tidak terlalu suka bercanda. Tapi beda ceritanya kalau sudah berada di dekat HongKi. Sahabatku. Dia bisa membuatku hidup dengan cara yang berbeda
Hongki PoV
Aku Lee HongKi. Pria paling tampan di negeri ini menurut majalah HongKi’s magazine.Memiliki fashion sense paling oke. Memiliki mata paling indah. Hahahahaha! Aku seorang siswa SMA. Sebuah SMA favorit yang menjadi incaran para golongan atas.Orang orang yang memiliki berpuluh puluh perusahaan yang tersebar di seluruh korea. Aku sendiri bukan dari kalangan itu.Kalau bukan karena Jonghun aku tidak akan mungkin bisa bersekolah disini.Masuk SMA saja belum tentu bisa.Hidupku menyenangkan.Walau aku hidup sendirian dan setiap hari harus bekerja untuk menyambung nyawaku, tapi aku bahagia.Karena setidaknya aku masih tampan.Garis bawahi itu!
***
Jonghun sedang duduk disebuah bangku suatu restoran,sendiri.Ia menghela nafas dalam lalu memejamkan matanya sekejap. Diluar, supirnya setia menunggu dibawah lebatnya salju yang turun. Hatinya terusik,tidak sampai hati ia melihat pemandangan itu.Ia meraih ponselnya di meja lalu menghubungi nomor Liu-ssi,nama sopirnya itu.
“Liu-ssi masuklah.”Katanya singkat.Liu ssi berjalan masuk ke dalam restoran.Sebelum duduk ia mengangguk hormat.Jonghun menggeleng,jengah dengan kebiasaan Liu-ssi itu.
“Liu-ssi pesanlah sesuatu.Ini perintah.”Jonghun menyeringai,ia lalu tertawa.Liu-ssi hanya tersenyum singkat.Ia menurut dan memesan sesuatu yang ada di daftar menu.
“Liu-ssi apa kau tahu gadis seperti apa lagi yang akan dijodohkan padaku selanjutnya?” Tanya Jonghun dengan alis sedikit terangkat.
“Tuan muda,apakah karena anda begitu ingin mengetahui hal ini sehingga mentraktirku minum?”Liu-ssi tertawa
“Hhh.Tentu tidak.Jika memang berniat seperti itu aku tak akan bertanya pertanyaan tak penting seperti ini.Liu-ssi.”Mata Jonghun yang selalu memancarkan sinar teduh kini menjadi berkilat kilat.Kecewa niat baiknya tidak dihargai sedikit pun.
“Cih.”Jonghun memalingkan wajahnya muak.Liu-ssi tersenyum simpul.
“Kim Minzy.Putri tunggal perusahaan surat kabar terbesar kedua di korea.Umurnya tujuh belas tahun.Sama dengan anda tuan muda.Ini fotonya.” Liu-ssi menyerahkan selembar potret wajah seorang gadis. Cukup cantik. Kulitnya tidak seperti orang korea pada umumnya.Ia memiliki sebuah lesung pipi.Jonghun mencibir lalu membuang foto itu.Ia kembali mengangkat cangkir coffe lattenya.Matanya memandang ke arah jalanan.
“Lebih baik aku menikah dengan berandal yang aku suka dari pada harus memaksakan perasaanku pada gadis gadis seperti mereka.”Entah mengapa setelah itu wajah Sin Ae terbayang dibenaknya.Liu-ssi kembali tersenyum simpul.
***
Sementara itu disebuah toko kue kecil lagu Ready Go-Beast sedang berdentum kencang.Hongki yang berada di belakang etalase sesekali mengangguk anggukan kepalanya mengikuti alunan lagu.
“Selamat datang di Rosemary,ada yang bisa kami bantu?” Kalimat itu seakan meluncur otomatis dari bibir Hongki saat pintu toko dibuka.Tak jarang Yu-Jin ssi sang pemilik bakery juga ia sapa seperti itu.Tanggapan yang diberikan Yu Jin ssi hanya senyuman dengan gelengan kepala.
Setiap harinya Hongki bekerja di Rosemary Bakery milik Yu Jin ssi mulai pukul 3 sore hingga 7 malam.Setelah itu ia memberikan kursus pada seorang murid sekolah dasar selama 2 jam.Baru pukul 9 malam ia baru benar benar istirahat.Semua itu dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Cukuplah untuk makan,membayar sewa rumah dan sesekali keluar bersenang senang.
“Hongki hari ini pulanglah lebih awal.Aku akan pergi ke rumah sakit .Tutuplah tokonya lalu pulang.”ujar Yu-Jin ssi
“Ne.”Hongki melepas celemeknya lalu segera menutup toko.Setelah itu ia berpamitan dan berjalan pulang.
Jalanan masih begitu ramai. Hongki memasukkan kedua tangannya ke dalam saku jaketnya untuk membunuh hawa dingin yang menyergap. Tiba tiba seorang gadis menabraknya. Gadis itu menoleh sekilas lalu kembali berlari.
“Sin Ae.”Hongki tersadar lalu mengejarnya.Akhirnya gadis itu berhenti di tepi danau.Tangannya dengan cepat membuka bungkusan yang ia bawa.
“Sin Ae.”Sapa Hongki ,gadis itu menoleh.
“Kau lagi.Hhh.”Gadis itu mencibir.
“Kenapa?Mau menangkapku lagi?”Sin Ae kembali menghadap danau dan mulai memakan rotinya.
“Apa aku mau terus menjadi pencuri seperti ini?Menyambung nyawamu dengan cara kotor ini?”Hongki duduk disampingnya.
“Apa urusanmu!Memangnya kau bisa memberiku makan. Memangnya kau bisa menghidupiku?”Sin Ae mengangkat sebelah ujung bibirnya.Hongki terdiam,ia lalu memukul kepala Sin Ae.
“Ya!”Gadis itu balas memukulnya.
“Sudahlah.Aku mau pulang.”Ucap Sin Ae lalu berdiri dan berjalan pergi.
“Memangnya kau punya tempat tinggal?”Tanya Hongki membuat langkah Sin Ae terhenti.
“Bukan urusanmu!Sana!pergilah mencari makan dengan cara BERSIH mu.”Hongki hanya menggelengkan kepala melepas kepergian Sin Ae
Hongki meneruskan perjalanannya.Butiran salju berjatuhan dari langit ke atas jaketnya. Mobil hitam melintas melewatinya kemudian berhenti tepat dihadapannya .Jonghun mengisyaratkannya untuk naik.Hening,tak ada yang memulai pembicaraan.Hongki dan Jonghun sama sama sedang tenggelam dalam fikirannya masing masing.Anehnya yang ada difikiran mereka sama.Tentang memori masa kecil.
Sejak ayah dan ibu Hongki meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat umurnya masih 7 tahun.Ayah Jonghun yang merupakan sahabat baik ayah Hongki- mengajaknya untuk tinggal bersama.Segala keperluan Hongki dibiayai oleh ayah Jonghun.Hongki akhirnya disekolahkan di sekolah yang sama dengan Jonghun.Masa masa disekolah dasar itu membawa kenangan yang tak bisa dibilang buruk tapi juga benar benar jauh dari yang dapat dikatakan baik.Sin Ae.Gadis itu juga bersekolah di sekolah yang sama.Sin Ae memang sudah terkenal berandal dari kecil. Hampir setiap hari adaaaa saja masalah yang dibuatnya. Bertengkar dengan anak laki laki lah.Memecahkan jendela lah.Terlambat lah. Hongki dan Jonghun memilih untuk tidak dekat dekat dengan gadis itu.Tapi dasar Sin Ae.Ia selalu membuat ulah dan mengusili Jonghun dan Hongki.Merasa tidak nyaman dengan kedua anak yang dirasanya terlalu pendiam.Beruntung bagi Jonghun,hanya bekal makan siangnya saja yang di ambil oleh Sin Ae dan sial beribu ribu sial bagi Hongki.Karena Sin Ae tak hanya mengambil bekal makan siangnya tapi juga sepatu,baju ganti,buku bukunya.Pernah mereka sampai bertengkar hebat.Bergulung gulung di taman depan sekolah.Namun suatu hari Sin Ae keluar dari sekolah.Tak peduli karna alasan apa gadis itu keluar dari sekolah yang penting saat itu Hongki benar benar merasa bahagia.Karna tidak akan ada lagi barang barangnya yang raib secara tiba tiba.Jonghun dan Hongki tiba tiba tertawa bersamaan.
“Kenapa kau tertawa?”Tanya Jonghun.
“Kau sendiri?”Hongki balik bertanya.
“Michyeo!”Ujar mereka bersamaan
***
Malam itu Jonghun mengajak Hongki untuk menginap dirumahnya.Hongki mengiyakan saja.Lagi pula besok sekolah libur dan bermalam di rumah Jonghun yang hangat, akan jauh lebih baik dari pada mendekam dirumah sempitnya yang dingin.Pukul 09.30 malam.Hongki dan Jonghun berbaring ditempat tidur yang sama.Mata mereka sama sama menatap langit langit kamar.
“Ah nyamannya….”ujar Hongki.
“Lebih baik disini kan?Sampai sekarang aku masih benar benar tak mengerti kenapa kau memilih untuk pindah kerumah itu.”
Hongki menghela nafas panjang
“Karena aku ingin mencoba untuk lebih mandiri.Itu saja.Aku juga tak enak jika harus terus menumpang hidup pada keluargamu.Sekarang kan keadaannya aku tidak ada hubungan darah dengan kalian,hanya saja kalian yang terlalu baik menganggapku keluarga.Bagaimanapun aku harus mampu hidup sendiri tanpa bergantung pada keluargamu.”Jelas Hongki.
“Um…Hongki-ya.Apa kau tak pernah merindukan orang tua mu?Apa kau tak pernah merasa rindu pada mereka?”Tanya Jonghun.
“Tentu saja.Tentu aku rindu….rindu sekali.”Hongki tersenyum pada langit langit.
“Ehm hongki ya….”
“Sudahlah jangan membicarakan hal ini.”Hongki memotong ucapan Jonghun.
“Oh ya!Aku tadi bertemu Sin Ae!Gadis itu mencuri lagi.”Hongki bangkit dari posisi tidurnya.
“Dan kalian bertengkar lagi?”
“Ya,apa kau tidak melihatnya tadi?”
“Tidak,aku tidak terlalu memperhatikan jalanan tadi.”
“Jonghun-a… apa kau tahu penyebab Sin Ae keluar dari sekolah dulu?”
“Tidak”Ujar Jonghun.Hongki menatap Jonghun sarat makna.Hongki memamerkan deretan giginya yang putih.Dan Jonghun segera tahu apa yang Hongki maksud.
“Apa kau mau aku mencarikan informasi tentang Sin Ae?Ku rasa Liu -ssi bisa membantu.Paling lama 2 hari informasinya akan ku dapatkan.”Ujar Jonghun.Hongki mengangguk.
“Tapi?Untuk apa?”
“Entahlah aku hanya penasaran saja.Apa kau tidak?”Mata indah Hongki terbelalak lebar.
“Tidak.”Jonghun menjawab,tak yakin.Mereka lalu bersamaan menghempaskan tubuh ke tempat tidur.
“Selamat tidur tuan muda.”
“Selamat tidur Hongki-ya.”
Suara malam mengantarkan kedua sahabat itu ke alam mimpi mereka masing masing.Membuai mereka dengan hal yang semu.Hingga mentari kembali berpijar di esok harinya.
***
Disebuah ruang sempit seorang gadis meringkuk kedinginan.Sweaternya yang sudah setipis kertas tak mampu menghangatkan tubuhnya.Sementara itu angin masih saja terus bertiup kencang.Rambut cokelatnya dimainkan angin.Bibirnya pucat,tangannya sedingin balok es.Nyaris membeku.
“Eomma…”Rintihnya.Hatinya menangis,tapi bibir itu terus tersenyum.Ia menyandarkan kepalanya ke dinding.Dingin.Dinding yang beku.Air matanya menetes perlahan.Membawa segelintir kehangatan.Menuruni pipinya dan akhirnya menghilang , lenyap di tanah.Akhirnya ia jatuh tertidur.
***
Hari itu Jonghun dan Hongki memutuskan untuk pergi bermain.Sekedar jalan jalan mencari makan.Baru saja mereka akan berbelok ke sebuah restoran.Kerumunan orang didekat restoran menyita perhatian mereka.Akhirnya Jonghun dan Hongki berjalan mendekati kerumunan itu.Ternyata ada seorang pencuri tertangkap.Seorang bibi mengumpatnya.Yang lain menarik rambutnya hingga wajah pencuri itu dapat terlihat jelas.
“Sin Ae!”Teriak Jonghun dan Hongki bersamaan.Jonghun segera menyibak kerumunan,
“Berapa yang sudah ia ambil darimu!!”Bentak Jonghun
“Berapa!Aku tanya padamu!”Mata Jonghun berkilat kilat mengerikan.Hongki ikut menyibak kerumunan.Ia menggendong Sin Ae pergi.
“Dia mengambil sweater di tokoku!”Bentak bibi itu tak kalah keras.Jonghun mengambil beberapa lembar uang yang sekiranya sama dengan nilai sweater itu,bahkan sedikit berlebih.Jonghun melemparnya begitu saja dan berbalik pergi.Ia meraih ponselnya dan menghubungi Hongki.
“Dimana kau?”
“Aku di klinik.Kemarilah berjalanlah ke arah utara.Disamping supermarket.”Ujar Hongki.Klik,telepon ditutup.
@klinik
“Bagaimana keadaannya?”Tanya Jonghun pada Hongki.Mereka berada di sebuah ruang sempit .Dindingnya berwarna putih.Memberi kesan dingin.Sin Ae sedang terpejam di tempat tidur.
“Dia tidak terluka.Tapi demamnya tinggi.”Ujar Hongki.
“Setelah ini jika ia sudah siuman lebih baik kita bawa kerumahmu saja.”Hongki hanya bisa mengangguk setuju
***
Mata Sin Ae terbuka perlahan.Jonghun mengulurkan mangkuk bubur ke hadapannya.
“Makanlah dulu.”
“Dimana aku?”Tanya Sin Ae.Matanya menatap penuh curiga.
“Sudahlah jelek!Jangan banyak bicara.Makanlah dulu.”Hongki berujar.Jonghun memberinya isyarat agar diam.
“Kau tadi pingsan. Sudahlah lebih baik kau makan dulu selagi hangat.”Jonghun tersenyum,Sin Ae mengambil mangkuk bubur itu dan mulai menyendoknya. Hongki mencibir.
“Makan semuanya jelek!”Bentak Hongki.Sin Ae membanting mangkuk itu ke atas meja lalu beranjak dari tempat tidur,namun Jonghun menahan lengannya.
“Jangan pergi.Kau ini sakit.Makanlah.”
“Lepaskan aku!”
“Sin Ae-ya!Makanlah dulu!Jonghun sudah susah susah membuatnya untukmu!Kau tidak menghargai sedikitpun!”Bentak Hongki lagi.Sin Ae terduduk ,ia menangis.Jonghun menyentuh lengannya lembut.Hongki yang mendengar suara bel pergi keluar kamar.
“Sudahlah.Makan dulu.”Akhirnya Sin Ae menurut.Jonghun mengamati Sin Ae dengan seksama.
“Jangan memandangku seperti itu.”Bentak Sin Ae dengan mulut penuh.
“Jonghun-a.”Hongki masuk ke dalam kamar.Mengisyaratkan Jonghun untuk keluar.Ditangannya,Hongki membawa sebuah file.
***
SONG SIN AE
Nama itu terketik rapi dengan ukuran font yang besar diatas lembar lembar file yang sedang berada ditangan Hongki dan Jonghun.Data data tentang Sin Ae.Lebih cepat dari yang mereka perkirakan.Baru saja Liu-ssi mengantar lembar lembar file itu untuk mereka.Setelah membaca beberapa Jonghun melirik ke arah Hongki.
“Kenapa melihatku seperti itu?
“Beri Sin Ae tumpangan untuk sementara.”Ujar Jonghun membuat Hongki melotot lebar.
“Yang benar saja!Tidak aku tidak mau!”
“Ayolah sampai kondisinya membaik.”Pinta Jonghun.
“Sudah ku bilang tidak mau!Kau sudah gila ya menyuruhku tinggal dengan si pembuat onar itu!”
“Siapa juga yang mau tinggal denganmu!Sudahlah, aku bisa cari tempat tinggal untukku sendiri!Tak usah mengasihaniku.”Sin Ae tiba tiba muncul di ambang pintu.Ia berjalan keluar rumah.
“Sin Ae!”Panggil Jonghun
“Apa lagi!”Sin Ae berbalik.Jonghun memberi isyarat pada Hongki yang akhirnya hanya bisa menghela nafas pasrah.
“Tinggalah dirumahku.Mianhae soal yang tadi.”
“Tapi!Kau tidur diruang tamu!Karna di rumah ini hanya ada satu kamar dan itu kamar untukku.”Lanjut Hongki,Sin Ae berbalik pergi.
“Baiklah baiklah! Kau boleh tidur di kamarku.Pakailah!”Hongki mengacak rambutnya.Hatinya benar benar menyesali ucapannya barusan.Sin Ae kembali masuk ke rumah.Ia tersenyum puas.Ia melangkah ke arah Hongki dan tiba tiba mendaratkan kecupan di bibirnya.Gadis itu lalu tergolek lemas.Hongki membeku sejenak lalu ikut pingsan.Jonghun terkejut.Ia memeriksa kening Sin Ae.Panas.Lalu Hongki,tidak panas.
“jangan jangan ini ciuman pertamanya.”Jonghun menggeleng.
***
Kalian makanlah .Aku sudah memasak untuk kalian saat kalian pingsan tadi.Maaf aku pulang dulu.Hey Hongki-ya apa itu tadi ciuman pertamamu?Hahahaha sampai pingsan begitu.
-Jonghun-
Sin Ae tertawa terbahak bahak membacanya.
“Apa itu benar benar ciuman pertamamu?”Tanyanya jahil.Kontan saja wajah Hongki bersemu merah.Untuk mengatasi salah tingkahnya Hongki kemudian menyalakan radio.Sial sial sial beribu sial.Radio sedang tidak bersahabat dan membuat keadaannya semakin buruk.Dengan memutar lagu chodkissu itu benar benar membuat Hongki hampir mati karna salah tingkah.Sin Ae tertawa keras.Lagu itu terus melantun.
Somsatang gathulkka gunggumhe
nunul gamgo sangsanghe hogshi gunyodo
jigum isungan ttokgathun sangsangul halkka

Satangchorom dalkhomhalgod gatha
wenji akashia hyanggido nalgod gatha
hyanggie chwihe borilkkabwa
guge gogjongidwe

“Hey bel nya berbunyi buka pintu sana.”Teriak Sin Ae sambil terus memakan masakan Jonghun.Hongki beranjak membuka pintu.
“Liu-ssi.”
“Aku mengantarkan semua ini untuk nona Sin Ae.Suruh dia pergi sekolah besok.Ini perlengkapan sekolahnya.”Orang dibelakang Liu-ssi membawa masuk beberapa kardus lalu pergi.
“Siapa mereka?”Tanya Sin Ae.
“Aku rasa mulai besok kau harus sekolah Sin Ae-ya.”Hongki mengedikkan bahunya.
“Aku tidak mau.”Tolak Sin Ae tegas.
“Hey!Kau ini!Ini semua pemberian Jonghun.Sudahlah sekolah saja.”
“Aku tidak mau!”
“Kau ini benar benar pembuat onar!Kenapa kau tidak mau membuat sedikit perubahan!Kau merasa dirimu yang buruk itu sudah cukup baik untuk menolak semua ini.Jonghun sudah menolongmu saat kau mencuri tadi.Hargailah sedikit semua ini!Apa kau bangga menjadi pencuri.Aku rasa orangtuamu juga akan membencimu jika mereka tahu.”
“Ya!Jangan mengungkit orangtuaku!”Bentak Sin Ae.Hongki terdiam.Jemari Sin Ae menekan dadanya.Nafasnya terengah air matanya mulai terbit.
“Sin-Ae ya maafkan aku.Mianhe….Jeongmal mianhae…”Ucap Hongki tulus.
“Aku tahu…aku memang bodoh.Tak berguna.Aku juga bukan gadis yang baik.Aku mencuri untuk menyambung nyawaku.Tapi…tapi…jangan berkata seperti itu…orang tuaku orang tuaku…menyayangiku.Mereka tak mungkin membenciku.”Sin Ae menangis semakin kencang.Hongki mendekatinya.Mendekapnya erat.
“Maafkan aku.Sin Ae…”Ujarnya.Sin Ae menyambut pelukan Hongki.Jemarinya menggenggam erat pada Hongki.
“Eomma…”Panggil Sin Ae lirih.Hongki merasa bersalah.
“Eomma…”Panggil Sin Ae lagi.Air mata Hongki beranjak turun.Jatuh ke puncak kepala Sin Ae.
“Aku…aku akan bersekolah…”Ujar Sin Ae akhirnya.Ia memeluk Hongki semakin erat
I am a trouble
Someday, even the name I go by will change.
I’m going to shock this world!
I am a trouble
Should my path be hindered, I don’t want to stop
Because I’ll confidently fight against any obstacle
They tell me to go toward the same goal they’re reaching for,
but I have no interest in boring things like that!
Don’t pressure me to live like a robot, though you may call me a rebel.
I’m never going to give up like an idiot, because I’m going to fulfill an amazing future.
***
“Hongki- ya!Aku rasa rok ini sedikit terlalu pendek untukku.”Teriak Sin Ae dari kamar. Ia terus memandangi pantulan dirinya di kaca.Hongki berjalan dari luar kamar , tangannya sibuk membenahi dasinya.
“Benarkah?Apa harus ku mintakan yang baru. Ahahahahah.”Hongki yang semula tak melihat Sin Ae kontan tertawa setelah melihat Sin Ae dengan rok anak sekolah dasarnya.
“Hongki – ya!”Sin Ae mengerucutkan bibirnya.
“Baiklah sementara pakai itu dulu sajalah.Tidak terlalu pendek juga kok.”Hongki tersenyum.
“Makanlah dulu setelah ini Jonghun akan menjemput kita.”Ujar Hongki lalu pergi keluar kamar.
***
10 menit kemudian sebuah mobil hitam berhenti di depan tempat tinggal Hongki.Sin Ae segera berlari ke arah mobil itu dan masuk ke dalamnya. Musim dingin di seoul kali ini benar benar lebih dingin dari biasanya.Hongki yang masih mengunci pintu terkikik geli melihat Sin Ae berlari lari.Ia lalu segera menyusul masuk.Perjalanan menuju sekolah itu begitu hening.Tidak ada yang berbicara.Jonghun merasa tidak perlu repot repot untuk memulai pembicaraan.Sedangkan Sin Ae sibuk membenahi roknya dan Hongki sendiri tertidur nyenyak di kursi depan.
“Hassyiuw…”Sin Ae bersin,ia mengusap hidungnya kasar.Jonghun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.Ia lalu melepas jaket tebalnya dan memakaikannya pada Sin Ae.Hongki yang semula sudah mau memberikan jaketnya memakai nya lagi dengan cepat.
“Bodoh bodoh.”Umpatnya pelan pada diri sendiri.
“Kelasku berbeda dengan kalian aku duluan ya?”Jonghun melambaikan tangannya ke arah Hongki dan Sin Ae.Hongki balas melambaikan tangannya pada Jonghun dan berjalan ke arah yang berlawanan,Sin Ae berjalan mengikuti Hongki.Keduanya diam ,merasa canggung.
“Kau tidak apa apa ? Flu ya?”Tanya Hongki sambil terus berjalan.
“Ha?Siapa aku?Kau bertanya padaku?”Sin Ae berjalan menyusul Hongki.
“Kemarin badanmu sudah tidak panas.Apa sekarang kau sakit lagi?”Nada khawatir tersirat dari ucapan Hongki.Pertanyaan yang benar benar tulus.
“Apa kau mengkhawatirkanku?”Sin Ae tersenyum jahil.Matanya mengerjap lucu.Hongki jadi salah tingkah, ia menggaruk kepalanya.
“Sudahlah lupakan.”Ucapnya lalu mempercepat langkah.Membuat Sin Ae berlari lari mengikutinya.Mereka lalu berhenti di sebuah ruangan kelas.Wajah anak laki laki dikelas itu membuat Sin Ae sedikit bergidik ngeri ia menarik lengan seragam Hongki.Hongki tersenyum melecehkan.Sin Ae hanya menelan ludah sambil membuang muka.Mereka lalu melangkah masuk bersamaan.Hongki mengambil tempat duduk dekat pintu.Dibarisan terdepan.Sin Ae duduk dibangku sebelahnya.
“Sin Ae ya.”
“Apa?”Sin Ae berpaling ke arah Hongki.
“Bukannya kau dulu putus sekolah saat sekolah dasar?Emm maksudku… apa kau yakin bisa mengikuti pelajaran …” Kata kata Hongki terhenti ketika tangan Sin Ae mendarat mulus dikepalanya.
“Heh!Aku tidak putus sekolah enak saja kau! Aku hanya keluar saja dari sekolah.Aku meneruskan sekolahku. Ya memang sih .Aku tidak meneruskan SMA tapi kan aku juga belajar.Memangnya kau pikir aku hanya bisa mencuri apa.”Sin Ae membentak dengan suara pelan.
“Maaf tapi bukannya orang tuamu…”
“Aku itu pintar.”Sin Ae kembali menjitak Hongki.
“Aku mencari sekolah yang tidak harus membayar.Lagi pula saat itu aku kan sudah 12 tahun.Dasar bodoh.”Sin Ae menjitak Hongki lagi.Lama lama Hongki merasa kesal dan mengacak rambut panjang Sin Ae.Mereka tidak menyadari bahwa sekarang seluruh kelas sedang mengamati mereka dengan sorot mata heran.
“Hey yeobbo.”Seorang cowok menghampiri mereka.Ia menggenggam lengan Sin Ae.
“Siapa namamu?”Tanyanya sambil tersenyum.Sin Ae hanya memandanginya heran.Ia lalu menghentakkan tangannya ,namun genggaman cowok itu terlalu erat.
“Siapa namamu?”Cowok itu mengulang pertanyaannya.Sin Ae berpaling jengah.Ia berdiri,cowok itu mendekatkan tubuhnya ke arah Sin Ae.
“Siapa namamu?”Ulangnya lagi.
“Hey bodoh!Kau pikir baumu itu enak apa!Kau tidak pernah mandi ya?.”Sin Ae menoyor dahi cowok itu dan melepaskan genggaman tangannya.Ia lalu berjalan keluar ruangan sambil menarik lengan Hongki.
“Hahahaha…memangnya bau sekali ya?”Bisik Hongki.
“Kau tahu?Seperti bau sepatumu!”Sin Ae tergelak.
***
Hongki mengikuti Sin Ae yang terus melangkahkan kakinya menyusuri koridor. Di depan sebuah kelas mereka bertemu Jonghun yang sedang duduk dibangku.Matanya terpejam dan kepalanya bersandar pada dinding. Ditelinganya terpasang erat earset yang tersambung ke handphonenya.
“Pangeran hidung botol!”Teriak Sin Ae.Jonghun menoleh kearah datangnya suara.Ternyata suara Sin Ae lebih lantang dari alunan Hysteria-Muse yang sedang didengarkan Jonghun.
“Pangeran hidung botol.”Ulang Sin Ae.Ia memasang ekspresi datar.
“Kau masih ingat itu pangeran?”Tanya Sin Ae lalu mengambil tempat disamping Jonghun.Jonghun tertawa,merasa lucu dipanggil dengan julukan itu.Sudah lama sekali rasanya ia tak pernah mendengar julukan itu.Hongki masih berdiri mematung di tempatnya.Akhirnya ia bosan, merasa diabaikan.
“Hey,Sin Ae-ya ,Jonghun-a aku kembali ke kelas dulu.”Pamitnya.Jonghun mengangguk.Ia lalu bertopang dagu.Jonghun mendekatkan jaraknya dengan Sin Ae,hingga wajahnya berada tepat beberapa senti didepan wajah Sin Ae.Sin Ae dapat mencium aroma parfum yang menguar dari tubuh Jonghun.Lembut tapi dingin.Sin Ae menggeser posisi duduknya.
“Sin Ae –ya. Aku penasaran.Apa alasanmu memanggilku dengan sebutan itu?”Tanya Jonghun.
“Em…Jonghun-a. Kau benar benar tidak tahu apa? Hidungmu itu benar benar membuatmu seperti lumba lumba hidung botol.”Ucap Sin Ae sambil mengerjap ngerjapkan matanya.Jonghun meletakkan kedua tangannya dihidung.Sin Ae tertawa.
“Kau kelihatan seperti orang bodoh.”Ujar Sin-Ae disela rentetan tawanya.
“Kau iri ya pada hidungku?Hmm benar juga sih.Hidungmu kan tidak semancung hidungku.” Jonghun berkata santai.Ia berdiri.Mengacak rambut Sin Ae lalu kembali berkata.
“Kau terlihat lucu memakai jaketku.” Kata kata itu membuat pipi Sin Ae memerah.Jonghun lalu berlalu masuk ke dalam kelas.
“Bodoh bodoh.”Rutuk Sin Ae pada diri sendiri.Akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kelasnya sendiri.
***
@class
Pelajaran telah berakhir beberapa menit yang lalu.Semua siswa berhamburan keluar kelas.Dikelas Hongki, hanya ia dan Sin Ae yang tersisa.Hongki sibuk memasukkan buku buku ke dalam tasnya sedangkan Sin Ae menunggu dengan duduk manis di bangkunya sendiri.
“Setelah ini aku masih harus kerja part time.”Ujar Hongki sambil terus memasukkan buku bukunya.
“Lalu?”Tanya Sin Ae yang tak mengerti maksud Hongki.
“Kau mau ikut denganku atau pulang dulu bersama Jonghun?”Kini Hongki bertanya sambil menatap Sin Ae.Sedetik kemudian ia berjalan keluar kelas diikuti Sin Ae dibelakangnya.
“Aku ikut bersamamu saja.”Sin Ae menjawab dengan riang.’Gadis gila’Pikir Hongki.Tiba tiba Sin Ae melingkarkan tangannya di lengan Hongki.
“Kaja Hongki-ya.”Sambil berjalan Hongki menghubungi Jonghun.
“Sin Ae ikut denganku.Kau pulang saja dulu.”Ujarnya singkat ditelepon.
Mereka bergandengan keluar dari area sekolah.Menyusuri jalanan yang tertutup selapis salju.Sin Ae masih menggandeng Hongki.Ia melepasnya ketika mereka naik ke atas bus.Lalu melingkarkan tangannya lagi ketika berjalan.Hongki sebenarnya merasa tidak nyaman.Tapi biarlah, namanya juga Sin Ae. Semakin dilarang akan semakin menjadi saja dia nanti.
Hari yang cukup dingin di Seoul.Kontras dengan suasana hati Sin Ae dan Hongki yang sedang hangat.Namun dikejauhan seorang gadis dengan rambut dikepang menatap nanar ke arah Hongki dan Sin Ae.Hatinya dingin,nyaris beku.Ia mencoba meyakinkan diri bahwa apa yang dilihatnya itu hanya ilusi.Tapi tidak bisa, pemandangan itu begitu nyata.
“Onni… kaja… ayo masuk.”Gadis kecil disampingnya menarik narik lengannya.Gadis berkepang itu bangun dari lamunannya, tersenyum sekilas ke arah adik kecilnya lalu membuka pintu dan masuk ke dalam.Berharap ia dapat segera menghapus apa yang baru dilihatnya.
***
@Rosemary
Sin Ae duduk diam memandang keluar jendela Rosemary Bakery,tempat Hongki bekerja.’pemandangan yang indah’gumamnya dalam hati.Jemari lentiknya menghapus uap di gelas kaca minumannya.Ia mencuri pandang ke arah Hongki dari balik bulu mata lebatnya.Hongki tampak sedang berkutat dengan handphonenya.Sejurus kemudian Hongki memasukkannya ke dalam saku kemejanya.Ia lalu melepas celemek Rosemary dan menggantungkannya di dinding.
“Sin Ae-ya aku pergi dulu ya.Setelah ini Jonghun akan menjemputmu kemari.Tunggu saja.”Ujar Hongki sambil berlalu.Belum sempat Sin Ae menjawabnya Hongki sudah berada diluar toko.Sin Ae kemudian beranjak dari tempat duduknya,mengangguk singkat pada bibi pemilik Rosemary lalu menunggu diluar toko.Sin Ae mendengus kesal.Tak lama kemudian mobil hitam itu berhenti tepat didepannya.Jonghun melongokkan kepalanya keluar jendela mobil.
“Masuklah.”
***
@Han Eun Hee house
Hongki melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah bercat ungu itu.Eun Hee tersenyum manis dari balik pintu.
“Annyeong noona.”Sapa Hongki ramah.
“Masuklah. Ae Cha masih baru mandi,maaf ya .Kubuatkan minum dulu.”ujar Eun Hee lalu pergi ke dapur.Seperti biasa malam ini Hongki akan memberikan pelajaran tambahan pada Ae-Cha .
Hongki melihat keseluruh sudut ruangan itu.Ia teringat waktu ia pertama kali bertemu Ae Cha.Sore itu Hongki sedang berjalan di sebuah taman di pusat kota Seoul.Taman yang memang harus ia lewati untuk mencapai Rosemary.Tiba tiba Hongki melihat seorang gadis kecil sedang duduk di bangku taman.Matanya sembab,sesegukan dan dipangkuannya sebuah buku tulis basah oleh air mata.Hongki yang merasa iba menghampiri gadis kecil itu.Umurnya mungkin sekitar 9 tahun.
“Adik kecil… kenapa menangis?”Tanya Hongki lembut.Gadis yang ternyata bernama Ae Cha itu kemudian menceritakkan persoalannya.Ia diberi pr matematika oleh gurunya.Sedangkan ia tidak bisa matematika.Biasanya setiap ada pr ia selalu mengerjakannya bersama teman sekolahnya.Tapi hari ini sedang bertengkar dengannya.Akhirnya Hongki membantu gadis kecil itu.Setelah kejadian itu setiap hari Ae Cha menunggu Hongki di taman.Suatu hari ia datang dengan kakaknya Eun Hee.Keberuntungan sedang berpihak padanya.Eun Hee meminta Hongki untuk menjadi guru les Ae Cha.Tentu saja Hongki langsung setuju.Saat itu yang ia pikirkan hanyalah cara untuk mendapatkan uang uang dan uang yang banyak.
Beberapa menit kemudian Ae Cha muncul dengan rambut basah yang dibalut handuk.
“Oppa!!!”Teriak gadis kecil itu riang.Hongki tersenyum padanya.
“Bisa kita mulai sekarang?”Tanya Hongki.Ae Cha mengangguk anggukan kepalanya.Ae Cha berjalan riang menuju ruang belajarnya.Hongki dan Eun Hee yang baru muncul. berjalan bersisihan.
“Hongki-ya.Tadi aku melihatmu dijalan.”Ujar Eun Hee.
“Kenapa noona tidak memanggilku?Hahaha…”Tanya Hongki sambil tertawa.
“Kulihat kau sedang bersama seorang gadis.Apa dia kekasihmu?”Tanya Eun Hee sambil tersenyum jahil.
“Ah, aigo… bukan.Hanya teman.”Hongki menepuk jidatnya.Entah mengapa Eun Hee merasakan sedikit kelegaan.Entah kenapa.Ia tak yakin akan perasaannya.Ia tak yakin dengan apa yang sedang ia rasakan.Perasaannya selalu hangat jika bertemu Hongki.
***
@Hongki’s house
“Aku pulang…”Hongki berteriak lantang.Ia duduk di depan televisi ,sedetik kemudian ia merebahkan tubuhnya.
“Ah… lelahnya…”Gumamnya sambil menghembuskan nafas.Sin Ae datang dengan selembar handuk kering di tangannya.
“Hey hey hey Monkey… ayo keringkan dulu tubuhmu itu.”Sin Ae melemparkan handuk kering itu ke muka Hongki.
“Ssh~ kau ini!”Hongki memandang Sin Ae kesal sambil mengusap usap rambutnya dengan handuk yang dilemparkan Sin Ae.Lemparan yang begitu indah,anggun menakjubkan!Hey,kenapa kita jadi bicara tentang handuk???O…penonton kecewa #plakk
“Mandilah dulu lalu makan.Jonghun tadi mentraktirku makan.Sekalian saja aku minta untukmu.”Ujar Sin Ae sambil mengupas pisang ditangannya.
“Hey itu pisang yang ada di lemari es ya?”Hongki melempar handuknya pada Sin Ae.
“Aigoo~ kau ini.Aku minta satu saja.Pelit sekali!”Sin Ae lalu menyalakan televisi.
“Mandilah dulu.Nanti kau sakit lagi.Siapa yang mau merawatmu.Jangan harap aku mau.”Sin Ae melempar pelepah pisang sembarangan.Hongki mengambilnya dan menepukkan pelepah pisang itu ke wajah Sin Ae.
“Aku bahkan tidak pernah berfikir akan dirawat olehmu.”Hongki meleletkan lidahnya lalu berlari menuju kamar mandi.Tinggalah Sin Ae dengan wajah cemberutnya.Ia lalu menggeleng gelengkan kepalanya.
Sin Ae berdiri meraih tas sekolahnya.Ia membuka sebuah buku kosong dan mulai menulis.
I know love from first sight.Like I ran for a long dash.The feeling of a pounding heart as if its going to explode.I know love from first sight.Like lightning striking that tree.My whole body tingles, I lose control.
Should I send it through a light play on words.Will I be able to grab his heart with a sincere face I guess I love him, I guess I love him.
I think about him all day.From the first moment I met him,I guess I love him.I know love from first sight.
Like a movie scene everything is still and beautiful.His ideal girl, what kind of girl would she be?I’m curious. I’m curious about everything. Even about his love.

Like a broken clock, I only look at you.Like a recorded tape, I only talk about you. I know from first sight.Your lost other half,tied to you by string of fate. I know from first sight.A fated love is like this.

It’s like sweet ice cream.When two eyes meet, your entire body melt down.
Sin Ae tertawa sendiri membaca deretan huruf dihadapannya.Ia lalu menutup bukunya dan memasukkannya ke dalam tas sekolahnya.
***
Beberapa hari kemudian
Hongki terbangun dari tidurnya.Ia meraih jam beker di meja.Masih pukul 5 pagi.Dan sepertinya bukan bunyi beker,biasanya beker berbunyi pukul 6 kalau hari libur begini pukul 7 malah.Hongki mencium sesuatu.Sesuatu yang… hangus.Ia terperanjat dan segera berlari ke dapur.Benar saja.Sin Ae sedang memunguti ramyun yang bertebaran di lantai, diatas kompor yang masih menyala ada sebuah penggorengan.Hongki memandangnya lelah.Ia lalu mematikan kompor yang masih menyala. Telur yang dimasakpun hangus.
“Ah kau ini .”Hongki berdiri bersandar pada dinding.Matanya masih ingin ditutup kembali.
“Mianhae Hongki –ya.”Kali ini sepertinya Sin Ae berkata dengan tulus.
“Aku hanya ingin membuat kejutan untukmu.”
“Untuk apa?”Hongki mengucek matanya.
“Untuk apa?Kau tidak ingat hari ini hari ulang tahunmu?”Sin Ae melotot.Matanya yang sudah lebar bertambah lebar dan bundar.Hongki tertawa.
“Gomawo.”Ujarnya lalu mengecup kening Sin Ae.’ Hahaha…pembalasan dendamku’batin Hongki.Ia sudah sepenuhnya terbangun.Sin Ae membeku.Hongki berbalik pergi,ia tersenyum puas. ‘siapa suruh dulu menciumku seenak jidatmu.’ Ujarnya dalam hati.
Sin Ae segera membereskan semuanya dan pergi kekamar.Ia membuka buku tulisnya.Buku yang kini menjadi diarynya.
My heart shakes like it’s going to fall off.Oh shit!he is tricking me!i hate i hate i hate.
Tulis Sin Ae singkat.Ia lalu membenamkan wajahnya ke bantal.
“Bukan Hongki,bukan Hongki yang aku suka.Tapi kenapa aku bisa berdebar seperti itu tadi.” Sin Ae membentur benturkan kepalanya ke bantal.
***
Hongki mengenakan jaketnya,lalu merapikan rambutnya.Ia lalu pergi ke luar kamar mandi.
“Mau kemana kau?”Tanya Sin Ae yang baru keluar dari kamar mandi.
“Bukan urusanmu jelek.”Hongki meleletkan lidahnya lalu pergi keluar rumah.
Hari ini ia punya janji dengan Eun Hee.Eun Hee menyuruhnya untuk datang,entah ada apa.Tapi Hongki rasa masih tidak jauh dari rangka merayakan hari ulang tahunnya.Hongki tertawa sendiri.Tiba tiba ponselnya berdering.Jonghun,ia membaca di display nama itu berkedip kedip.
“Yoboseyo?”
“Hongki – ya, Sin Ae bersama denganku.Aku mengajaknya pergi dulu ya.”Ujar suara diseberang.Hongki mengiyakan ,menutup telepon lalu kembali berjalan.Ia lalu naik ke sebuah bus yang menuju ke rumah Eun Hee.Hongki memilih duduk di bangku belakang.Ia menyandarkan kepalanya ke jendela bus,memandang ke arah jalanan.Beberapa menit kemudian ia sudah tiba di dekat rumah Eun Hee.Hanya perlu berjalan melewati taman ke arah Rosemary.
@Eun Hee House
“Oppa!!!” Ae Cha menggelayut manja di kaki Hongki.Di sampingnya Jolie ,anjing puddle Ae Cha menyalak.Hongki meraih anjing kecil itu ,menggendongnya lalu mengelus lembut dan menyerahkannya pada Ae Cha.
“Dimana onni?”Tanya Hongki.Ae Cha mendongak menatapnya.
“Onni keluar untuk membeli sesuatu .Mungkin sebentar lagi akan kembali.Ayo oppa kita nonton tv.”Ae Cha menarik narik lengan Hongki agar mengikutinya.Masuk ke ruang tengah terdengar suara televisi yang menyala.
‘pororo pororo pororo pororo pororo pororo’ Ternyata Ae Cha sedang menonton kartun kesukaannya.Hongki terkikik geli mendengar soundtrack film kartun itu.Sebentar kemudian terdengar suara pintu dibuka.Eun Hee muncul dengan sebuah kantong plastik.Hongki yang semula tertawa karena soundtrack film kartun yang ditonton Ae Cha kini beralih menertawakan Eun Hee dengan sackdressnya yang manis.Masih ditambah bando pula.Kontras dengan gaya berpakaian Eun Hee sebelumnya yang terkesan asal asalan.
“Hahahaha.Kau terlihat lucu onni.”Eun Hee memukul lengan Hongki.Wajahnya berubah cemberut.
“Tapi cantik.”Kata kata itu membuat Eun Hee bisa merasakan aliran darahnya mengalir hangat.Pipinya memerah.
“Oh ya, happy bhirtday Hongki-ya.” Eun Hee mengulurkan tangannya.Hongki tersenyum nakal lalu membalas uluran tangan Eun Hee.
“Sebenarnya aku mengundangmu untuk merayakan ulangtahunmu.”Eun Hee berkata malu malu.Eun Hee berjalan ke dapur lalu keluar lagi dengan membawa sebuah kue coklat berukuran mini dengan sebuah lilin mungil diatasnya.Kue itu membuat mata Hongki berbinar binar melihatnya.Eun Hee lalu meletakkannya di atas meja.Eun Hee,Hongki dan Ae Cha kemudian duduk mengelilingi meja.
“Sebelum meniup lilin ucapkan permintaan dulu oppa.”Ujar Ae Cha.
“Kalian juga meminta permintaan.”Ucap Hongki
“Mana bisa begitu kan yang berulang tahun hanya oppa.”Ae Cha menggeleng.Hongki tersenyum lalu mengelus rambut Ae Cha.
“Aku sudah memohon agar kau diberi satu permintaan.”ujar Hongki yang membuat Ae Cha tersenyum riang.Eun Hee tertawa sekilas.
Saat mereka memejamkan mata memanjatkan permintaan tiba tiba Jolie yang berada digendongan Ae Cha melompat ke atas meja dan dengan anggun menapakkan kaki kecilnya di atas kue.Terciptalah Jolie’s circle yang begitu indah dan menawan.Ae Cha,Hongki dan Eun Hee hanya bisa tersenyum hambar.
“Jolie!!!!”Eun Hee pada Jolie yang berlari keluar rumah.
***
@Taman di pusat kota
Hongki dan Eun Hee sedang duduk dibangku taman.Menikmati keheningan malam. Memandangi langit Seoul yang tanpa bintang.
“Terimakasih untuk hari ini onni.”Hongki tersenyum.Eun Hee juga tersenyum.
“Hongki – ya.”Eun Hee menggenggam tangan Hongki .Hongki yang tak menyangka Eun Hee akan melakukan hal itu, spontan hampir menarik tangannya.
“Hongki – ya.Aku mau mengatakan sesuatu padamu. Aku hanya ingin kau mengetahuinya saja tidak lebih.”
“Hem?”Hongki menoleh ke arah Eun Hee.
“Aku menyukaimu.”Ucap Eun Hee pelan.Ia menundukkan kepalanya dalam.Hongki terkejut tentu saja.
“Onni…”
“Aku tahu… aku tahu… Aku mungkin bukan tipemu.Aku juga lebih tua darimu.Tapi dengan begini aku sudah lebih lega.”Eun Hee tersenyum.Tiba tiba saja Hongki mendekatkan wajahnya ke wajah Eun Hee dan mengecup bibirnya.
sujubkae hadeon neowaui ib machum
sumi meojeulmankum ddeollikaehae

saranghae Baby Baby Baby Love
Honey Honey Honey Love
neoman neoman saranghae yeongwontorok
gieokhae oneul oneul oneuldo
naeil naeil naeildo
oneulboda naeil deo neol saranghalkae
niga naui yeojaranunkae nan gomaulbbuniya
naega neoui namjaranunkae gomaweo
Our shy kiss
shakes me like my breath will stop

I love you Baby Baby Baby love
Honey Honey Honey love
I love you, only you forever
Remember today today and today
tomorrow tomorrow and tomorrow
I will love you more tomorrow than I do today

I am so thankful that you are my girl
I am thankful that I am your man
***
@Hongki’s House
Hongki sampai didepan rumahnya bertepatan dengan kedatangan mobil hitam milik Jonghun.Ia hendak masuk namun pemandangan itu mengalihkan perhatiannya.Sin Ae memeluk Jonghun.’Dasar gadis jalanan.’Umpat Hongki dalam hati.Ia lalu pergi masuk tanpa menyapa Jonghun.
“Kau terlihat begitu gembira?”Tanya Hongki saat Sin Ae sudah masuk ke dalam rumah.Ia lalu segera bergulung di bawah selimut di ruang tamu ,tempat nya tidur semenjak tempat kamarnya dipakai Sin Ae.Sin Ae tak segera menjawab.Ia duduk disamping Hongki.
“Hongki – ya!!!”Sin Ae mengguncang tubuh Hongki sambil menjerit.
“Hongki ya!”Panggil Sin Ae dengan nada yang terdengar riang.Sin Ae lalu mencubit pipi Hongki keras hingga membuat sosok dibalik selimut itu bangun dari posisi tidurnya.
“Kami sudah jadian.”Mata bundar Sin Ae berbinar.
“Aku tadi pergi bersama Jonghun.Dia mengatakan bahwa dia menyukaiku.Kau tahu, sudah dari dulu aku menyukainya.Ternyata dia punya perasaan yang sama.”Sin Ae lalu menyandarkan kepalanya dibahu Hongki.Hongki yang terkejut akan ucapan Sin Ae hanya diam membisu.
“Dia bahkan sudah memperkenalkanku pada orang tuanya.”Sin Ae tertawa senang.
“Ha?Secepat itukah?”Hongki bereaksi.Sin Ae mengangguk anggukkan kepalanya seperti anak anjing.
“Hmm…”Hongki ikut mengangguk anggukkan kepalanya.
“Tidurlah.Besok kita harus sekolah.”Hongki lalu menyembunyikan tubuhnya lagi dibalik selimut.
“Hongki ya.Saengilchukkae.”Sin Ae membuka selimut yang menutupi wajah Hongki.Ia lalu memberikan sebuah kotak yang cukup besar.
“Ah benar benar anak pintar.Kau memintanya dari Jonghun ya?”Hongki melotot curiga.
“Tidak.Itu aku beli dengan uangku sendiri.”Ujar Sin Ae.Hongki mengelus rambut Sin Ae sambil tersenyum.Ia lalu membuka kotak itu perlahan.Sepasang sepatu.
“Untuk menggantikan sepatumu yang kusembunyikan 6 tahun lalu.”Sin Ae kembali tersenyum.
“Gomawo.Tidurlah besok kita harus sekolah.”Hongki mengulang perkataannya. Sin Ae mengangguk lalu berdiri.
“Mulai besok aku tidak akan tinggal disini lagi.Aku sudah punya pekerjaan baru.Pekerjaan yang bersih. Bibi di toko itu tidak mempunyai anak,ia memintaku untuk tinggal disana.Gomawo Hongki ya untuk beberapa hari ini.”Sin Ae menunduk dalam lalu pergi ke kamar.Hongki terdiam,sekejap kemudian ia kembali menutupi tubuhnya dengan selimut.Ia tidak tidur.Matanya masih terbuka sempurna.Ia masih memikirkan cerita Sin Ae barusan.Jonghun bahkan tidak pernah bercerita bahwa ia menyukai Sin Ae.Bahkan sejak mereka duduk disekolah dasar dulu.Ah mungkin Jonghun menyembunyikan perasaannya itu.Tapi… bukankah Jonghun orang yang begitu terbuka padanya.Tidakkah ini semua begitu ganjil?Entahlah.
***
Hongki – ya gomawo… :)sampai bertemu disekolah
Makanlah masakanku.Aku tidak memberinya racun,tenang saja ;D
Song Sin Ae
Hongki menemukan surat itu di atas meja ruang tamu saat ia baru terbangun dari tidurnya.Ia mendekapnya dengan sebelah tangannya.Entah mengapa ia merasakan dadanya begitu sesak.Ia begitu menikmati hari harinya bersama Sin Ae.Mungkin ia merasa Sin Ae sudah seperti saudaranya sendiri.Ya… perasaan ini wajar lah.Tapi kenapa ia begitu ingin agar Sin Ae tetap berada dirumah itu.Bersamanya.Tidak mungkin ia sudah menyukai Sin Ae.Dia hanya menyukai Eun Hee.Mulai kemarin dan sampai kapanpun hanya Eun Hee .Ya…
Iif you say you’re happy I’m okay
Your hand I was holding, I’ll now let it go
The lock that’s bound you here, I’ll release it for you
If it’s what you want, coolly, I’ll try to leave you
Sepertinya kata kata itu pun kurang tepat.Karena siapa Sin Ae.Apa arti Sin Ae baginya pun Hongki tak tahu.Biarlah gadis itu berlalu.Hidupnya masih akan sama.Bukankah semua ini begitu singkat?Tidak akan membuat perubahan sedikitpun bagi hidupnya.
@School
Ternyata tidak semudah yang Hongki kira.Sepanjang hari benaknya tak pernah lepas dari bayang bayang Sin Ae.Ditambah lagi hari ini Sin Ae tidak masuk sekolah hari ini.Hongki jadi uring uringan sendiri.Ia bertanya pada Jonghun,namun pangeran hidung botol Sin Ae itu juga tidak tahu.Bahkan terkesan tidak peduli malah.
“Dia tidak menghubungiku.Kemarin kuberikan dia ponsel.Tapi Sin Ae belum sekalipun menghubungiku.”Ujar Jonghun.Matanya tak lepas dari buku bahasa Jepang di tangannya.
“Lalu kau tidak mencoba untuk menghubunginya?”
“Untuk apa?”Jonghun membenarkan letak kacamatanya saat ia menoleh pada Hongki.
“Bukankah sekarang kalian sudah jadian.”Hongki menjitak kepala Jonghun keras.
“Aduh!Sudahlah aku yakin pasti Sin Ae baik baik saja di tempat tinggal barunya.”Jonghun menutup buku bahasa Jepangnya.
“Ya sudahlah.Biarkan saja.”Akhirnya Hongki menyerah dan meneruskan tujuan awalnya. Pergi ke Rosemary.
@Rosemary
“Selamat datang di Rosemary…ada yang bisa kami bantu?”
’Suara yang familier’batin Hongki berkata.Tapi bukan Yu Jin ssi.Lebih mirip Sin Ae.Hongki lalu menoleh ke arah etalase.Dan benar saja dibelakang etalase itu berdiri Sin Ae lengkap dengan senyuman dan celemek Rosemary.
“Sin Ae-ya…”Hongki berujar.Sin Ae melambaikan tangannya.Tiba tiba pintu dibelakang Hongki kembali dibuka.Jonghun ternyata.
“Sudah kubilang dia akan baik baik saja.”Ujar Jonghun sambil tersenyum geli.
“Dasar kalian ini.”
“Hai Hongki-ya.Perkenalkan rekan kerja barumu.Yang sekaligus putri angkatku.Song Sin Ae….”Ujar Yu Jin –ssi yang tiba tiba muncul dari dapur.Mereka semua lalu tertawa bersama menyadari kekonyolan yang telah terjadi itu.
***
@class
Hongki masih terus berkutat dengan tombol tombol di handphonenya.Sementara Sin Ae duduk di tempatnya dengan wajah cemberut.Sin Ae terus memainkan rambut panjangnya.Siang yang hangat di Seoul.Musim semi telah datang.Membawa kehangatan pada udara.Hembusan nafas tak lagi mengepulkan asap putih.
“Hongki ya.”Sin Ae menepuk lengan Hongki.
“Ada apa?”Tanya Hongki tanpa mengalihkan pandangan dari display handphonenya.
“Rasanya akhir akhir ini Jonghun mulai menjauh dariku.”
“Oh dia sudah sadar rupanya.Kalau kau itu gila jadi dia mulai menjauhimu.”Canda Hongki.Ia tertawa.
“Ya! Kau ini!” Sin Ae semakin cemberut.
“Lalu aku harus bagaimana?”Tanya Hongki kesal.
“Aku tidak memintamu untuk melakukan apapun untukku!”Bentak Sin Ae lalu memalingkan wajahnya.
“Ya sudah.”Hongki pun melakukan hal yang sama.Masih ditambah memejamkan mata pula.Sin Ae melirik ke arah Hongki lalu mendengus kesal.
***
@Rosemary
Sin Ae dan Hongki masih tak saling bicara.Tidak ada yang mau meminta maaf karena tidak ada satupun diantara mereka yang merasa bersalah.Tapi akhirnya Sin Ae tidak tahan juga.Dia kesepian tak ada teman bicara.Akhirnya ia menyapa Hongki yang sedang asyik mendengarkan lagu lewat headsetnya.
“Hongki-ya.”Rajuk Sin Ae.Hongki yang sebenarnya mendengar malah bernyanyi dengar suara lantang.
“jal jinaego innayo apeujineun annnayo….naega eomneun geudaega nan geokjeongi doejyo….bappeudeorado jal chaenggyeo meokgo chuul ttaen jal chaenggyeo ipgo…ulji malgo ssikssikhage salgil baraeyo* Are you doing well?Aren’t you sick?I worry about you without me.
I hope that you eat well even if you are busy,bundle up when it’s coldand live strongly without crying*”
“Sudahlah aku baik baik saja tidak perlu mengkhawatirkanku!!!”Canda Sin Ae menanggapi lirik lagu yang dinyanyikan Hongki.Hongki akhirnya tidak lagi mengabaikan Sin Ae.Ia menjitak jidat Sin Ae.
“Aku tidak menanyakan keadaanmu bodoh!”Umpatnya.
“Akhirnya monkey ku kembali.”Sin Ae memeluk Hongki senang.Sebersit perasan hangat melingkupi Hongki.Namun ia segera menepisnya.Ia melepaskan pelukan Sin Ae.
“Kau ini.Nanti Eun Hee marah.”Ujar Hongki.
“Huh kau ini!”
“Eh Hongki-ya…Boleh kan aku ikut ke rumah Eun Hee.Aku ingin tahu bagaimana dia.”Sin Ae menyunggingkan senyum iblisnya.
“Dia lebih cantik darimu!”
“Kita lihat saja nanti.”Sin Ae meleletkan lidahnya.
“Eh siapa bilang kau boleh ikut?”Hongki membuat Sin Ae cemberut dengan pertanyaan Hongki.
“Ya sudah.Kau jahat sekali.”Sin Ae memasang ekspresi mau menangis.Hongki tertawa dan akhirnya membolehkannya ikut.
***
@Han Eun Hee house
Sin Ae berjalan dibelakang Hongki.Hongki memencet bel rumah Eun Hee.Dari balik pintu lalu muncul seorang gadis kecil dengan senyuman yang lebar mengembang.Ae Cha.Dan dalam gendongannya Jolie sedang menjulurkan lidahnya.
“Oppa…”Sapa Ae Cha riang.
“Siapa onni itu?”Tanya gadis itu polos ketika melihat wajah Sin Ae yang menyembul dari balik punggung Hongki.Sin Ae lalu keluar dari tempat persembunyiannya dan tersenyum kaku pada Ae Cha.Ae Cha mengangguk sopan.
“Masuk oppa.Onni sedang sakit.Dia demam dari tadi siang.”Ujar Ae Cha.Raut wajah Hongki berubah cemas.
“Dimana eonni sekarang?”
“Eonni sedang tidur dikamarnya.”Mereka bertiga lalu berjalan menuju kamar Eun Hee.Pintu kamar dibuka dan terlihatlah wajah lemah yang sedang terlelap itu terbaring di tempat tidur.Sepertinya sosok dibalik selimut itu merasakan kedatangan Hongki,Sin Ae dan Ae Cha sehingga ia membuka matanya.
“Hongki…”Ia bangun dari posisi tidurnya.Wajahnya pucat.Hongki berjalan mendekati Eun Hee.
“Noona kenapa kau tidak bilang kalau kau sakit.”Ujarnya sarat akan kekhawatiran.
“Sudahlah jangan khawatirkan aku,Ae Cha bukankah kau besok ada ulangan matematika? Ayo sana belajar dengan oppa.”Ujar Eun Hee meyakinkan Hongki.
“Tapi noona.Demammu tinggi sekali.Apa perlu kumasakan sesuatu?”
“Sudahlah aku tidak apa apa.Aku juga sudah makan.”Ujar Eun Hee.Sin Ae masih berdiri ditempatnya.Bingung apa yang harus dilakukan.
“Eh,begini saja biar aku yang memberikan les pada Ae Cha.Hongki kau rawat dia saja.”Sin Ae tersenyum kaku.
“Ah pintar juga kau.”
“Ah iya…kau? Sin Ae?”Eun Hee memiringkan wajahnya.Sin Ae mengangguk.Ia lalu menggandeng lengan kecil Ae Cha dan pergi keluar kamar.Sementara itu Hongki masih duduk di samping Eun Hee.Eun Hee bersandar pada bahu Hongki.
“Disini saja…”Eun Hee berkata lemah.Ia menahan lengan Hongki.Beberapa menit mereka terjebak dalam keheningan.Akhirnya Hongki mengeluarkan handphonenya dan memasang earset pada sebelah telinganya dan memasangkan satunya pada telinga Eun Hee.
jal jinaego innayo apeujineun annnayo
naega eomneun geudaega nan geokjeongi doejyo
bappeudeorado jal chaenggyeo meokgo chuul ttaen jal chaenggyeo ipgo
ulji malgo ssikssikhage salgil baraeyo
Eun Hee mencoba menebak lagu apa yang diputar Hongki.
“Love Letter?”Tebaknya.Hongki mengangguk.Mereka lalu kembali menikmati lagu yang terus berputar.
“Hongki – ya coba kau lihat Ae Cha dulu.”Pinta Eun Hee.Sudah tak terhitung berapa lagu yang mereka dengarkan karena mereka terlalu hanyut.
“Baiklah.”Hongki lalu beranjak dari tempatnya.
@Ae Cha rooms
Hongki membuka pintu kamar belajar Ae Cha perlahan.Tapi betapa terkejutnya Hongki melihat kedua orang itu terlelap.Hongki tertawa.Ia lalu melihat jam di meja belajar Ae Cha, sudah satu jam memang.Hongki lalu menghampiri Ae Cha, mengelus rambut gadis kecil yang sudah ia anggap sebagai adiknya sendiri itu.Ia lalu beralih mengamati Sin Ae.’Gadis itu lebih cantik jika ia tertidur.’Gumam Hongki.Perasaannya berubah hangat.Ia tak bisa menepisnya lagi.Ia menyukai Sin Ae.Lebih dari yang ia kira.Sin Ae sudah membuatnya berpaling #duileeee kata katanyeee.Sejak kapan? Ia sendiri tidak tahu.Mungkin sejak Sin Ae membuat dapurnya berantakan hanya demi membuat kejutan untuknya.Atau mungkin sebelum itu? Hongki mendekatkan wajahnya perlahan pada Sin Ae.Hongki menatapnya lama.Tangannya ragu membelai lembut rambut panjang Sin Ae yang terurai.
“Jeongmal mianhae Hongki – ya”Ucap seseorang dari balik pintu pelan.Air mata mengalir dari sudut matanya,membasahi pipi lalu terjun ke lantai.Eun Hee.Ia lalu keluar dari kamar.Masih menjaga langkahnya agar tidak membangunkan Sin Ae dan Ae Cha.Hongki berjalan cepat menyusulnya.
“Mianhae Hongki-ya.Maafkan aku karena tak mengerti perasaanmu.Dari awal aku sudah tahu kau begitu menyukainya.Tapi aku masih saja memaksakan perasaanku.”Eun Hee menghapus air matanya.Ia membenamkan wajahnya pada telapak tangan.
“Maafkan aku juga noona.”Aku Hongki tanpa basa basi.Dia sudah tidak bisa membohongi perasaannya sendiri.
“Sampai disini saja.”Eun Hee tersenyum.Wajahnya semakin pucat.Ia bersandar pada dinding sambil menatap langit malam.
“Gomawo.”Ucap Hongki tulus.Ia tersenyum.
“Dan maafkan aku jika…”Ucapan Hongki terhenti.
“Tak perlu minta maaf.Aku juga berterimakasih karena kau telah ada disampingku untuk beberapa bulan ini.Tetaplah datang….”Eun Hee tersenyum lalu melanjutkan kata katanya.
“… biarkan ini semua hanya menjadi kenangan.”Eun Hee lalu pergi ke ruang belajar Ae Cha dan membangunkan gadis kecil itu agar pindah ke kamarnya.Hongki pun membangunkan Sin Ae dan mengajaknya pulang.
“Katakan padanya yang sejujurnya Hongki ya. “Ujar Eun Hee melepas kepergian Sin Ae dan Hongki.Air matanya kembali bergulir.Hatinya sesak.Namun jauh disana bintangnya kembali bersinar.
***
Sin Ae bersandar pada bahu Hongki.Mereka sedang menunggu Jonghun diluar rumah.Jonghun berjanji akan menjemput Sin Ae ke rumah Hongki malam ini. ‘Gadis ini sudah tidur lagi.’Hongki tertawa.Beberapa menit kemudian mobil hitam milik Jonghun berhenti dihadapan Hongki.Kali ini Jonghun sendiri,tanpa ditemani Liu-ssi seperti biasanya.
“Hai.”Ujarnya.Ditangannya ia membawa sebuah kantong plastik berisi minuman.Ia melemparnya satu pada Hongki.Hongki menangkapnya dengan sigap.
“Tangkapan bagus doggie.”Jonghun dan Hongki tertawa bersamaaan.
“Aku mau bertanya sesuatu padamu.”Hongki berkata.Jonghun menatap lampu jalan dengan serius.Sinarnya redup seredup cahaya bulan dilangit.
“Apa kau benar benar menyukai Sin Ae?Apa aku benar benar menyukainya atau kau hanya berusaha untuk menghindari perjodohanmu lagi?Aku merasakan kejanggalan Jonghun-a.”Ujar Hongki tegas.Biar semua terselesaikan malam ini juga.Biar semua jelas.Biar tak ada lagi yang membebaninya.
“Kau sangat pintar rupanya.Kau benar, aku hanya menghindari perjodohanku dengan Kim Minzy.”Jonghun meneguk minumannya.Hongki meremas jemarinya geram.
“Apa kau pikir dengan terus menghindar begini perjodohanmu akan berakhir!”Bentak Hongki.
“Entahlah.”Jonghun menjawab santai.
“Aku tidak marah ketika kau melakukan hal yang sama sebelumnya.Karena perasaanku pada Sang Ri tidak dalam.”Hongki menyebutkan nama gadis yang pernah ia sukai.Namun gadis itu menyukai Jonghun,Hongki merelakannya.Kedekatannya dengan Sang Ri saat itu merenggang.Sang Ri mulai menjauh dari kehidupannya.Namun ternyata gadis itu hanya Jonghun gunakan untuk menghindar dari perjodohannya.Hongki hanya bisa diam.
“Jadi maksudmu kau menyukai Sin Ae?”Tanya Jonghun.
“Ya.Aku menyukainya.Jadi jangan coba coba kau permainkan dia.Akhiri sekarang jika memang itu niatmu dari awal.Kau akan menyakitinya.”Hongki merendahkan nada suaranya.Jonghun menunduk.
“Ya memang seharusnya ku akhiri.Setelah ini aku akan dijodohkan dengan orang lain.Dan gadis itu adalah gadis yang selama ini ku suka.”
“Hye Na?”Hongki menelan ludah.Jonghun mengangguk.Park Hye Na.Gadis kecil Jonghun.Gadis yang Jonghun kagumi dari mereka masih duduk di sekolah dasar.Gadis yang begitu anggun.
“Aku pasti akan menyakitinya Hongki. Maafkan aku. Aku akui semua ini memang salahku.”Jonghun menunduk,ia lalu melempar kaleng minumannya hingga menimbulkan bunyi bising yang keras.Hongki baru menyadari bahwa bahunya terasa hangat dan basah.Ia menoleh ke arah Sin Ae.Matanya sudah terbuka.Dan air mata itu mengalir deras.Hongki memejamkan matanya sejenak.Ia lalu memeluk gadis itu erat.Jonghun yang melihat adegan didepannya itu terdiam membeku.Sin Ae sudah mendengar semuanya.Apa yang ia bicarakan dengan Hongki barusan.

nunmuli biga dwe eotgo nae ureumi cheondoongi dwe eo
gaseumeul muneoddeurigo ganabwa gajima jebal ddeonajima
maumi michin deusi wechyeobwado ijeneun deudji mothal saram

My tears bring rain
My tears bring thunder
I am going with my heart shredded to pieces
Please for the last time, don’t leave
To me my crazy remark seems to be a danger
Now it’s a love I cannot tear
***
@School
Sin Ae tak seceria biasanya.Ia hanya diam ditempat duduknya sambil menatap kosong ke arah papan tulis.Hongki pun hanya diam membisu ditempat duduknya.Teman temannya sampai heran.Orang seramai Hongki bisa diam seperti itu.
Siang itu bel pulang sekolah berbunyi.Semua siswa berhamburan keluar kelas.Sin Ae sedang tidak ingin berdesak desakkan untuk keluar dari ruang kelas.Ia menunggu hingga semua murid keluar.Sampai hanya tinggal ia dan Hongki yang memang selalu keluar kelas paling akhir.
“Sin Ae ya…”Panggil Hongki.Sin Ae menoleh.Wajahnya kuyu,matanya bengkak dan bibirnya pucat.
“Kau bisa pulang sendiri?”Tanya Hongki.Sin Ae diam lalu menarik lengan Hongki.
“Ayo temani aku pulang.”Sin Ae tersenyum sekilas.Hongki menarik nafas dalam.Gadis itu masih belum bisa melupakan Jonghun.
Mereka berjalan beriringan keluar dari area sekolah.Lalu menunggu bus dan naik ke atasnya.Sin Ae memilih duduk disamping jendela.Ia menyandarkan kepalanya sambil menatap ke arah jalanan.
“Mulai besok aku akan pindah sekolah.Eomma menyuruhku pindah.”Ujar Sin Ae.
“Hmm…”
“Kau tahu kan?Eomma tak pernah mau merepotkan orang lain.”Sin Ae menoleh pada Hongki.Hongki mengangguk.
“Hongki – ya…”Panggil Sin Ae lagi.
“Apa kau masih menyukaiku?”Tanya Sin Ae lagi.Hongki hanya mengangguk lalu menyandarkan kepalanya.
“Maafkan aku Hongki . . .”Sin Ae berkata ragu.Ucapannya terhenti seiring roda bus yang berdecit.Bus itu sudah sampai di depan taman.Hongki dan Sin Ae turun.
“Aku mengerti Sin Ae…”Hongki mencoba tersenyum.
“Mungkin kau belum bisa melupakannya.”Ujar Hongki.Sin Ae hanya terdiam dan terus melangkah.
@Hongki’s House
Hongki meraih buku tulis milik Sin Ae.Buku itu tertinggal saat Sin Ae pindah ke rumah Yu Jin –ssi .Namun Hongki belum pernah menyentuhnya sama sekali. Dan kini Hongki mulai membuka lembar pertamanya.
I know love from first sight.Like I ran for a long dash.The feeling of a pounding heart as if its going to explode.I know love from first sight.Like lightning striking that tree.My whole body tingles, I lose control.
Should I send it through a light play on words.Will I be able to grab his heart with a sincere face I guess I love him, I guess I love him.
I think about him all day.From the first moment I met him,I guess I love him.I know love from first sight.
Like a movie scene everything is still and beautiful.His ideal girl, what kind of girl would she be?I’m curious. I’m curious about everything. Even about his love.

Like a broken clock, I only look at you.Like a recorded tape, I only talk about you. I know from first sight.Your lost other half,tied to you by string of fate. I know from first sight.A fated love is like this.

It’s like sweet ice cream.When two eyes meet, your entire body melt down.
Hongki tertawa hambar.Pasti untuk Jonghun.Ia lalu membuka lembar selanjutnya.
Even when our eyes meet, my breath stops
If he looks and smiles at me, I become dizzy dizzy.
I must have fallen for him
JH-
I am a fool, I am a fool fallen for you.
You have to save me. I will only love you forever.
I am a fool, I am a fool mesmerized by you.
I can only picture your face in my head,
I am a fool.
JH-
All I want is you my boy
I’ll be there for you always
You’ll be in my heart…
JH-
My heart shakes like it’s going to fall off.Oh shit!he is tricking me!i hate i hate i hate.
LH-
Hongki membelalakan matanya.LH?Lee Hongki?Ah tapi apa artinya jika semua catatan yang lain untuk Jonghun.Hongki mengabaikannya lalu membuka lembar berikutnya.
I LOVE YOU SO MUCH MY PRINCE ♥
Hongki lalu melempar buku itu sembarangan.Ia begitu kesal.Tiba tiba handphonenya berdering.Song Sin Ae.
“Hongki- ya.”Suaranya terdengar serak.
“Aku ingin bertemu denganmu sekarang juga di taman…”Pinta Sin Ae.Terdengar Sin Ae yang sedang terbatuk.Hongki tertawa.
“Jangan lupa pakai jaket kalau kau keluar rumah.”Sin Ae tertawa mendengar pesan Hongki.
“Ne… “
“Aku kesana sekarang.”
***
Hongki berhenti ditempatnya.Mengamati gadis yang duduk dibangku taman itu dari kejauhan.Ia tersenyum.Gadis itu kemudian terlihat terbatuk batuk.Hongki segera berlari menghampirinya.
“Kau ini sudah kubilang pakai jaket kalau keluar.”Hongki lalu melepas jaketnya dan memakaikannya pada Sin Ae.Sin Ae tersenyum lemah.
“Ada apa?”Tanya Hongki.Namun Sin Ae tak mengabaikannya dan malah memutar lagu dari handphonenya.’Bukan handphone yang diberikan Jonghun.Mungkin handphonenya sendiri.’Pikir Hongki.
“A Song For You.”Tebak Hongki.Sin Ae mengangguk.
“Hongki ya…kau masih ingat benda ini?”Tanya Sin Ae sambil menunjukkan sebuah kalung berliontin bintang.Hongki tertawa.
“Itu kalung yang akan Jonghun berikan pada Hye Na dulu bukan?Yang kau sembunyikan?”
“Iya.Kau tahu , sebenarnya aku menyembunyikannya karena aku tak ingin Jonghun memberikannya pada Hye Na.Bukan bagian dari keisengan semata.”Ungkap Sin Ae lalu memasukkan kalung itu ke saku celananya.
“Kau sudah menyukai Jonghun sejak selama itu ya?”
“Ya ,selama itu juga aku menyukaimu.”Sin Ae menatap Hongki dalam.
“Bukankah?”
“Aku Cuma ingin mencari perhatianmu dengan menyembunyikan lebih banyak barang barangmu.Tapi kau malah membenciku.”Sin Ae cemberut.
“Bukankah tadi siang.”
“Kata kata ku tadi siang belum selesai.Aku rasa orang yang kusuka sebenarnya itu memang kau.”
“Tapi…kenapa kemarin kau menangis seperti itu?”
“Aku terharu.Hahahahaha.”Sin Ae tertawa keras.
“Tapi kenapa kau mau jadian dengan Jonghun.Dan kenapa dibukumu semua tentang Jonghun.”
“Itu perjanjianku dengannya.Aku sudah tahu semua dari awal.Awalnya aku merasa sakit hati tapi ketika aku menyadari bahwa orang yang aku suka itu dirimu.Semuanya lenyap. Semua itu?Hahahaha.Kau tahu,aku memang sempat menyukainya.Gila saja.Pangeran tampan seperti itu!”Sin Ae berkata dengan nada riang.
“Cih dasar!”
“Hongki ya?Apa kau masih menyukaiku?”
“Tidak!”Ucap Hongki ketus lalu memalingkan mukanya.
“Ya sudah.Au Revoir.”Sin Ae beranjak pergi.Namun Hongki menahan lengannya.
“I sing a song for you nae norae deullyeoyo
saranghaeyo saranghaeyo nae mal deullyeoyo
sesaeng kkutnado nae noraen yeongwonhaeyo
I sing a song for you kwirul gieulyeo bwayo
oneul cheoreum bigaomyun keudael bureunun
nae moksoril deureulsu ittkae.”Hongki bernyanyi. Sin Ae terdiam sambil mengulum senyum.Tiba tiba gerimis turun.Hongki masih menahan lengan Sin Ae.
“Saranghaeyo saranghaeyo nae mal deulloyeoyo.”Hongki kembali bernyanyi lalu melindungi Sin Ae dari guyuran hujan dan membawanya berlari ditengan hujan yang semakin deras.Langit malam itu hitam.Karena bintangnya sedang turun ke bumi.Dari balik kaca mobil Jonghun dan Hye Na menatap kedua orang itu dengan senyum. Dibawah payung lebar Eun Hee dan Ae Cha yang sedang bergandengan juga saling memandang dan tersenyum.Hongki dan Sin Ae masuk ke Rosemary.Jonghun melajukan mobilnya.Eun Hee dan Ae Cha berbalik pergi.
You are the love. . . END 

About ftrhapsody

Nothing beats Minari's powerful rhythm when he hits the drums and his charming aegyo x_x

2 responses »

  1. skhuzkhu says:

    wew good happy ending

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s