part 1

cast:

Lee Hongki as himself

Choi Min Hwan as himself

Song seung hyun as himself

Kim Yeohae

Park Ah Ra

Kim Shawnette

HONGKI POV

Aku tak bisa berhenti mondar mandir. Pikiranku sedang benar benar kalut sekarang .Mmm bagaimana ini!Aku tidak bisa memutuskan ini sendiri.Aku rasa aku harus pergi  kerumah Minhwan.Ya, dongsaeng kecilku yang baik itu pasti bisa membantu.Aku mengemudikan mobil dengan kecepatan penuh.Beberapa menit kemudian aku tiba didepan rumah itu.Aku lalu menelepon Minhwan.

“Yoboseyo?”sapa seseorang diseberang.

“Minhwan-a! Aku ke rumahmu sekarang.Ada yang ingin ku ceritakan padamu.”

“Ya!Hongki hyung.Kemari?Baiklah.”

“Sebenarnya aku sudah berada didepan rumah sekarang.Turunlah kita pergi makan keluar.”

“Ne… ne … aku akan ganti baju dulu.”

“Aish! Kau ini.Cepatlah “

“Ne… ne!!Tutuplah telfonmu!”Klik.Tak beberapa lama kemudian Minhwan membuka pintu rumah.

“Kaja!”Aku yang tak sabar melihatnya berjalan dengan lambat menariknya masuk ke dalam mobil lalu melajukan mobilku kencang.

Aku kemudian memutar lagu dan menyalakan ac.

“Kenapa kau bisa senarsis ini?”Tanya Minhwan sambil menggeleng gelengkan kepalanya.Aku hanya tersenyum lebar.Bukannya aku narsis,sebenarnya aku tidak senarsis itu tapi satu satunya dvd yang kubawa hanya albumku.Dari pada diam bukannya lebih baik mendengarkan sesuatu.Aku tidak suka kesunyian.Benar benar tidak suka.

Minhwan adalah temanku sedari kecil. Dulu sebelum pindah ke Korea aku tinggal di Jepang bersama keluargaku.Namun saat SMP seorang pencari bakat dari korea yang sedang berlibur di Jepang menawariku untuk bermain film, ia tahu bahwa aku bisa berbahasa korea dan menurutnya aku menarik.Aku kemudian tinggal di Korea bersama nenek dari keluarga appaku.Dan saat itulah aku dan Minhwan berpisah.Namun kami tetap menjaga komunikasi.

“Ingatanmu sudah pulih ? Untung aku sudah mengenalmu dari dulu. Coba kalau aku baru mengenalmu.Wah, pasti aku sudah kau lupakan sekarang.”Aku membuka pembicaraan.

“Sebenarnya ingatanku sudah pulih.Tapi hanya Sungmin dan appa saja yang tahu.”Ujar Minhwan.Aku mengangguk mengerti.Nada bicaranya kedengaran datar.Aku rasa dia tidak suka membicarakan hal ini.

“Arasso.Aku merasa kau memang ingin melupakan kejadian kejadian beberapa bulan ini.Bukan masalah,selama kau tak melupakanku.Hehehehe…”

“Menjadi teman orang gila sepertimu adalah satu satunya hal yang tak akan pernah ku lupakan walau aku amnesia sekalipun.”Minhwan lalu tertawa.Aku menjitaknya keras.Dia bilang aku orang gila?Mana ada orang gila setampan aku. Beberapa menit kemudian kami sampai di restoran shabu shabu favoritku.Aku pergi memesan makanan,lalu kembali duduk.

“Sebenarnya apa yang ingin kau ceritakan?”Tanya Minhwan ketika aku kembali.Aku tak segera menjawab.

“Kau tahu gadis yang menjadi teman kencanku selama seminggu di MNet Scandal?”Tanya ku.Dibenakku kembali terbayang wajah gadis itu.Noona yang membuatku kelimpungan selama beberapa hari ini.

“Hmm… ya aku melihat acara itu.”

“Minhwan kau benar benar mengagumi ku ya?”Aku mengedipkan sebelah mataku ke arah Minhwan.Ia memandangku jengah.

“Sepertinya aku telah salah bicara, orang narsis sepertimu memang tidak bisa diberi kenyataan indah sedikit saja.Aku hanya penasaran bagaimana kau memainkan peran itu.”Minhwan tertawa.

“Kim Yeohe.Dia memang cantik.”Ujarku.

“Hmm….”Minhwan hanya bergumam.Seorang pelayan membawakan pesanan kami. Minhwan mulai melahap makanannya.

“Teruskan.”

“Dia mengirim pesan padaku lagi esok harinya setelah acara itu usai.Dia bilang bahwa dia menyukaiku.Bukan sebagai Lee Hongki yang selama ini dia lihat di tv tapi sebagai Hongki yang  ia kenal selama 7 hari aku bersamanya.”Aku menundukkan kepalaku lesu.

“Lalu?Apa sekarang kalian benar benar berkencan?”

“Aku bingung.Sampai sekarang dia terus menghubungiku.Padahal waktu dia mengirim pesan padaku sudah ku bilang.Sebagai publik figur aku tentu tidak bisa.Aku bilang bahwa kami tidak akan bisa sering bertemu,bahkan kalau kami sangat ingin sekalipun.Aku takut dia tidak bisa menerima itu,aku benar benar takut menyakitinya.”

“Tapi apa kau menyukainya?”Tanya Minhwan.Aku terdiam karena ragu akan jawabanku sendiri.Aku lalu mulai menyantap makanan dihadapanku.

“Ya.”Jawabku akhirnya.

“Ikuti saja kata hatimu.Mendengar ceritamu aku benar benar merasa beruntung aku tidak menjadi artis.Aku tidak suka jika harus membunuh perasaanku sendiri demi hal seperti itu.”Ujar Minhwan, aku menundukkan kepalaku dan menghentikan makanku.Ya, kau benar benar beruntung.

“Ya, kau beruntung tidak menjadi artis. Terimakasih sudah mendengar ceritaku. Makanlah,setelah ini bagaimana kalau kita pergi bermain bilyard?”

“Terserah kau sajalah hyung, selama kau yang mentraktirku aku ikut saja.”Ujar Minhwan lalu tertawa.

“Dasar kau ini!”

Setelah makan malam itu selesai tiba tiba handphoneku berdering.

Hongki-ya kau bisa pergi kerumahku sekarang?Aku sakit.Disini tidak ada siapa siapa.Aku terlalu lemah untuk pergi membuat makanan sendiri.Kumohon…

From: Yeohe

“Kita jadi main bilyard?”Tanya Minhwan.Aku menggenggam erat handphoneku.Aku benar benar tidak tega.Tapi…

“Kau bilang aku harus mengikuti kata hatiku kan?”Tanyaku pada Minhwan untuk meyakinkan diri.Ia mengangguk.

“Ya sudah kita bermain bilyard.”Ujarku lalu pergi ke mobil.Hatiku benar benar berkata lain.

***

Kami akhirnya tiba disebuah tempat bermain bilyard.Langsung saja kami masuk dan memulai permainan.

“Permainanmu kacau sekali hyung.”Minhwan melempar sticknya.Aku mengacak rambutku.Aku terus memikirkan Yeohe.Aku terus memikirkannya!

“Aish!Aku harus ke rumah Yeohe sekarang.Ayo ku antar pulang.”Ujarku akhirnya.Minhwan tersenyum.

“Sudahlah.Tak apa ikuti kata hatimu.Pergilah sekarang aku bisa pulang sendiri.”Ujarnya.Aku memejamkan mataku sejenak lalu berlari ke mobilku.Aku kemudian mengemudikan mobilku dengan kecepatan penuh.Aku harus segera berada disana.

Aku kesana sekarang.Jangan kunci pintunya.

Send to: Yeohe

***

#baca part ini sambil dengerin when calluses got stuck yah ^^kekekeke.Setidaknya walau ceiritaku tidak indah.Suara Hongki dilagu itu bener bener bikin tepar =.=”

Aku melangkahkan kakiku masuk.Rumah itu gelap,aku meraba dinding untuk mencari saklar lampu.Yah aku menemukannya.Aku lalu berjalan mendekat ke sebuah ruangan yang di pintunya tertulis Yeohe room’s.Aku membuka pintunya perlahan.

godeun sari bakhyeobeoryeo
apeunjuldo nanun molla
sucheonbeon halkyeodo
sumanbeon halkyeodo
nae gasumeun apeunjuldo molla

(Because calluses got stuck,
I don’t even know if I am hurt
Scratched thousand times,
Scratched ten thousand times,
My heart doesn’t even know if it’s hurting)

Lagu milikku. Godeun sari bakhyeobeoryeo. Dia memutarnya.Noona memutarnya.Aku lalu mendekat ke sosok yang sedang memejamkan matanya itu.Dia benar benar terlihat cantik.Sekalipun dengan wajah sepucat itu.

“Noona…”Aku menggenggam jemarinya.Begitu dingin.

“Noona.”Aku memanggilnya sekali lagi.Akhirnya aku mematikan lagu yang ia putar di komputernya.

“Noona…”

“Hongki-ya.”Ia membuka matanya.

“Hongki-ya. Kau datang.”Ia memelukku.Hatiku berdesir.Ia memelukku.Seperti yang ia lakukan saat di acara itu.

“Aku merindukanmu…”Ujarnya dengan suara serak.

“Noona…aku juga merindukanmu.”Dia memelukku semakin erat.Aku lalu melepaskan pelukannya dan pergi ke dapur.Aku menuangkan bubur ke sebuah mangkuk dan kembali lagi ke kamarnya.

“Ayo aku akan menyuapimu.”Ujarku.Dia tersenyum lalu membuka mulutnya.

“Pesawatmu datang….”Candaku.Dia tertawa.

“Hongki-ya… apa kau ingat saat kau mendiamkanku karena aku mengangkat telepon dihadapanmu?”Tanyanya.Aku menghela nafas.

“Sudah ayo makan dulu.”Ujarku lalu menyuapinya lagi.Akhirnya bubur dalam mangkuk habis juga.

“Malam ini aku akan menginap di rumahmu.”Ujarku lalu keluar dari kamarnya.

“Aku tidur di ruang tamu saja.Tidur yang nyenyak noona.”Aku tersenyum padanya.

Beruntung dirumahnya ada sebuah sofa yang cukup panjang untukku tidur.Aku lalu memejamkan mataku.Berusaha menenggelamkan diri dalam mimpi.

Aku tahu aku tidak boleh melakukan semua ini seharusnya.Aku tahu aku akan menyakiti noona dengan ini.Tapi aku tidak bisa membiarkan noona sendirian dirumahnya dengan keadaan lemah seperti itu.Harusnya aku dari awal tahu, pekerjaan yang satu ini tidak boleh membawa perasaan. Tapi sudah terlanjur semuanya.Semuanya sudah membawaku dalam hubungan yang rumit ini.

Tiba tiba aku mendengar langkah kaki mendekat.Aku tetap memejamkan mata.

“Hongki-ya… apa kau sudah tidur?”Itu noona.Aku tidak menjawab.

“Hongki-ya, aku sangat senang kau mau menemaniku.Aku sangat berterimakasih. Mianhae hongki-ya jika ini akan membawamu dalam masalah.Tapi aku berharap itu tidak terjadi.Hongki-ya… aku benar benar menyukaimu….”Aku merasakan sesuatu menetes diatas pipiku.Hangat.Noona menangis.Aku tetap memejamkan mataku.

godeun sari bakhyeobeoryeo.apeunkae haedo nan molla ijaen.sucheonbeon jjitgyeodo.sumanbeon jjkitgyeodo.nae gasumeun apeunjuldo molla. nae sarangeun…”Aku mendengarnya menyanyikan sebagian lirik dari laguku. Noona… maafkan aku…Noona mianhaeyo…. Semua kata kata itu tak bisa ku katakan.Hatiku terasa perih.Maaf noona.Mianhae…mianhae noona.

Tiba tiba aku merasakan kehangatan mendekati wajahku.Aku membuka mataku.Aku melihatnya memejamkan matanya,noona.Ia mencium lembut bibirku.

“Mianheyo noona.”Aku memeluknya erat.Dia masih memejamkan matanya.

“Aku menyayangimu Lee Hongki.”Ujarnya.

 

part 2

~Hongki POV~

“Noona aku datang.Hari ini aku akan tinggal di rumahmu.Kudengar kau sakit.Noona?Noona kau dimana?”Suara siapa itu?Aku terbangun dari tidurku.

“Ya!Kau siapa!”Namja itu berteriak.Ia mengepalkan tinjunya.

“Sedang apa kau disini!”Bentaknya lagi.Aku mengerjap ngerjapkan mataku silau akan cahaya matahari yang masuk dari ventilasi.

“Hmm… annyeong.”Sapaku.

“Seung Hyun-a.”Noona keluar dari kamarnya lalu menghampiri namja itu.

“Noona siapa dia?”Namja itu masih memandangku dengan tatapan iblisnya.Aku tertawa.

“Aku tidak melakukan apa apa pada noona mu.Kau adiknya ya?Ya sudahlah.Jaga noona mu baik baik.”Aku berdiri sambil merapikan rambutku yang terlihat sangat berantakan.

“Noona jaga kesehatanmu.”Aku mengangguk hormat sebelum akhirnya pergi keluar rumah.

“Hongki-ya…”Noona memanggilku.Aku membalikkan badan.Aku menunggunya berbicara tapi ternyata ia hanya melambaikan kedua tangannya.Aku membalas lambaian tangannya lalu segera masuk ke dalam mobilku.Hari in jadwalku padat sekali.

***

~Author POV~

“Seung Hyun-a.Apa itu di bahumu?”Tanya Yeohae sambil mengamati benda yang ada di bahu adiknya.Seung Hyun mengambil benda itu.

“Kalung?”Kalung dengan liontin selembar bulu putih yang indah.

“Wah indah sekali.”Yeohae mengambilnya dari tangan Seung Hyun.

“Untukmu sajalah.”Ujar Seung Hyun lalu pergi ke dapur.

“Noona, kau tidak punya makanan?”Teriaknya dari dapur.Yeohae segera mengalungkan kalung itu dilehernya dan pergi ke dapur.

“Pergilah membeli makanan.Kau ini bagaimana,pastinya aku tidak sempat memasak.”

“Oh,aku lupa kau kan sakit.”Seunghyun lalu memeriksa kening Yeohae.

“Masih pusing?”Tanyanya.Yeohae menggeleng.Ia lalu mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya.

“Belilah makanan untuk mu dan untuk ku.”Perintahnya.Seunghyun segera mengambil lembaran uang ditangan Yeohae dan pergi membeli makan.Yeohae kemudian duduk didepan televisi.Ia menekan tombol on pada remote lalu muncullah seorang namja yang sedang menyanyi.Siaran musik.

“Hongki-ya?”Yeohae meyakinkan diri dengan apa yang dilihatnya.

“Live?Sepagi ini?”Tanyanya pada diri sendiri.Matanya terus mengamati sosok di layar televisi itu.Hatinya kembali terasa nyeri.

“All I want is you, my girl.

I’ll be there for you, always.
si rin nun mur sog eur sar a do
All I want is you, my girl.

I’ll be there for you, always.
nae sa rang eun o jig han sa ram
You’ll be in my heart…”

Yeohae dapat merasakan debaran jantungnya semakin cepat.Ia begitu menyukai lyric dari lagu itu.Begitu tulus,masih di tambah lagi suara Hongki yang membuat lagu semakin dramatis #plakk >>Sungmin:mulai kan!mulai kan ngaconya, apa itu!dramatis ga ada kata laen! >>Me: eh tempat lo bukan disini!hus hus balik ke ff I Love You A Thousand Time! #maap reader ada sponsor lewat ^^

Hongki lalu membawakan lagu Bad Woman.Ia terlihat sangat menghayati ketika menyanyikannya. Tiba tiba Seung Hyun masuk dengan menenteng dua tas kresek.

“Makananmu sudah datang noona…”Ujarnya riang. Yeohae segera membukanya dan mulai makan.

“Huh,noona!Bukankah itu hyung yang tadi?”Tanya Seung Hyun.

“Iya memang.”Jawab Yeohae kesal.

“Apa dia itu Lee Hongki?Wah teman teman cewekku di kelas sering mengelu elukannya.”Ujar Seung Hyun sambil tertawa.Yeohae tersenyum melihat ekspresi adiknya itu.

Dia selalu berusaha tersenyum didepanku.Dia selalu bersikap seperti itu dihadapanku.Aku tahu, hanya padaku.Karena aku pernah melihatnya bersikap begitu dingin pada teman temannya. Kenapa kau seperti itu.Aku tak pernah mengerti dirimu.

Yeohae lalu melanjutkan makannya dan kembali berkonsentrasi pada televisi.

“Hongki – ya.Ku dengar kau dulu pernah menangis saat menyanyikan lagu ini disebuah acara?”Tanya seorang MC pada Hongki.Hongki tersenyum malu.

“Ya itu benar.”

“Kenapa kau menangis?Apa yang membuatmu menangis seperti itu?”Tanya MC itu lagi.

“Ya…. jangan diungkit lagi.”

“Hahahaha…. ayolah ceritakan sedikit pada kami.”

“Saat itu aku teringat pada mantan kekasihku.”Ujar Hongki yang langsung disambut jeritan histeris para penonton.Yeohae kemudian menunduk memandangi makanannya.Tapi telinganya masih setia mendengar apa yang akan dikatakan Hongki selanjutnya.

“Wa… siapa dia!!! Pasti dia orang yang sangat berarti bagimu?” Tanya MC itu.Hongki hanya mengangguk.

“Berapa lama kalian berpacaran?”

“Kenapa kau begitu ingin tahu?Kau cemburu ya?”Canda Hongki.Semua tertawa.

“Aku masih normal.”Canda Hongki lagi ia lalu tertawa.

“Baiklah baiklah kurasa kau tak suka membicarakan hal ini.Terimakasih Hongki-ya!!!”MC itu menganggukkan kepalanya.Hongki lalu pergi ke back stage.Dan acara televisi itupun berganti sponsor.

“Noona?Apa kau berkencan dengannya?”Tanya Seung Hyun menggoda Yeohae.Yeohae hanya menggeleng lalu meninggalkan makanannya begitu saja dan pergi ke kamar.

“Ya!Noona!Noona jangan marah,aku hanya bercanda.”Teriak Seung Hyun.Namun Yeohae sudah menutup pintu kamarnya rapat rapat.

@Yeohae room’s

Yeohae meraih diary pinknya.Ia lalu mulai menulis.Ia menulis lyric lagu milik Hongki.Like A Doll.

나를 사랑해줘요 사랑해줘요
Please be in with love with me; please, love me
웃는 얼굴이 그녀는 너무나 좋대요
My smiling face, he says he likes it so very much
나쁜 사람을 많이 사랑해준
A truly bad person, that I’ve loved one so much
그녀는 모르고
He doesn’t know that heart of mine

맘은 그대를 잊어요
My heart, cannot forget you
평생 죽은채 살아도 벌을 받는대도
Even if I live on as though dead, even if I am being punished
마음은 그댈 놔요
My heart can’t release you

웃고있지만 매일 울고 있죠
Even though I am smiling; everyday, I’m crying
아무도 모르게 그렇게 매일 울어요
So that no one will know… like that, everyday I cry

감춘 슬픔들이 혹시 새나갈까
My hidden sadness, I wonder if it will leave
웃고 있는 아나요
That I’m smiling, do you know?
인형처럼
Like
a doll

Yeohae memeluk diarinya erat.Ia mulai meneteskan airmatanya.Yeohae kemudian berjalan ke arah piano yang terletak di sudut kamarnya.Jemarinya lalu mulai menari di atas tuts piano.Ia memejamkan matanya.Menahan perih dalam hatinya.

It doesn’t matter if I’m lonely. Whenever I think of you
A smile spreads across my face.
It doesn’t matter if I’m tired. Whenever you are happy
My heart is filled with love.
Today I might live in a harsh world again.
Even if I’m tired, when I close my eyes, I only see your image.
The dreams that are still ringing in my ears
Are leaving my side towards you.
Everyday my life is like a dream.
If we can look at each other and love each other
I’ll stand up again.
To me, the happiness of those precious memories
Will be warmer during hard times.

part 3

Hari itu benar benar hari yang sibuk.Hongki harus menghadiri acara acara musik dan syuting untuk drama barunya dan akhirnya tampil untuk acara prom sebuah universitas.Ia benar benar lelah.Badannya merengek, minta untuk diistirahatkan.

@Ruang ganti

Hongki segera membereskan seluruh barang barangnya dibantu oleh assistennya yang hanya lebih tua dua tahun darinya.Sejak memecat assistennya yang lama, Hongki merekrut  Kim Shawnette seorang warga keturunan yang saat itu tak sengaja bertemu Hongki di tepi sungai Han.Sudah lima bulan ini Shawnette menjadi asisten Hongki.

Ceritanya begini.Malam itu Hongki sedang benar benar kesal.Ia baru saja memecat seorang assistennya. Dia merasa sudah tidak cocok dengan asistennya yang bawel itu. Bukannya membantunya malah membuat segalanya lebih rumit bagi Hongki. Apalagi asistennya itu punya penyakit alzaimer akut,begitulah Hongki sering menyebutnya. Semua barang barang untuk keperluan perform Hongki yang harusnya ia siapkan selalu saja ada yang tertinggal.Akhirnya Hongki memutuskan untuk memecatnya malam itu.Tanpa diduga asisten itu marah dan memaki maki Hongki.Ia hanya bisa diam.Setelah kejadian itu mood Hongki turun dan ia jadi tidak ingin melakukan apa apa.Ia akhirnya pergi ke sungai Han.Berjalan sambil memandangi riak air sungai di malam itu.Sendirian.Dalam kegalauan hatinya #uwoh galau😄😄.

Tiba tiba saat ia sedang berjalan dia bertemu seorang yeoja yang sedang melempar kerikil kerikil ke arah sungai sambil berteriak kalap.

“Hah! Dasar sial! Kue itu akan lebih enak jika ditambah sedikit kopi! Kenapa kau memecatku!Dasar koki bodoooh!!!!” Teriak yeoja itu.Tanpa disadarinya Hongki tertawa terbahak bahak.Yeoja itu menoleh ke arah Hongki.

“Apa kau menertawakanku hah!”Yeoja itu melempar sebuah kerikil kecil ke arah Hongki.

“Wek tidak kena.”Hongki menghindarinya.Ia lalu menghampiri yeoja itu.

“Kau kenapa berteriak seperti orang gila begitu.”Hongki masih tak bisa menghentikan tawanya.Wajah yeoja itu terlihat semakin kusut.

“Siapa kau?”

“Kau tidak mengenalku?”Tanya Hongki tak percaya.

“Memang siapa kau sampai harus aku kenal segala.Hih.”Yeoja itu memalingkan wajahnya.Hongki benar benar tidak bisa percaya dengan apa yang baru didengarnya.Di Seoul seharusnya semua orang mengenalnya siapa sih yang tidak kenal seorang Lee Hongki yang tampan dan menawan uwowoh #plakk author mulai ngaco.

“Kau benar benar tidak mengenalku.Oh… ternyata jerih payahku selama ini percuma untuk membuat diriku selalu hadir di layar kaca.”Hongki menepuk dahinya dan berakting seperti orang mau mati.Yeoja itu mencibir.

“Cih.Kau ini.”Ia menggerak gerakan kakinya.

“Kau tidak pernah mendengar nama Lee Hongki?”Tanya Hongki pada yeoja itu.Yeoja itu kemudian menoleh padanya lalu menatap Hongki tak percaya.

“Lee Hongki?Kau artis?”Tanya yeoja itu sambil sesekali mengerjapkan matanya.Hongki mengacak rambut yeoja itu.

“Kau tahu? Kau satu satunya orang yang melakukan hal seperti ini kepadaku.”Hongki menggeleng gelengkan kepalanya.Yeoja itu kemudian tertawa.

“Mianhe.”Ia meminta maaf.

“Shawnette imnida.”Yeoja itu mengulurkan tangannya.

“Kenapa kau marah marah seperti itu?Ayo duduk dulu.”Hongki mengajak yeoja itu duduk.Shawnette mengikutinya saja.

“Aku baru saja dipecat. Sebelumnya aku bekerja disebuah toko kue. Tadi aku melakukan eksperimen. Aku taburkan sedikit kopi diatas kue nya.Tidak banyak kok. Nah, lalu ada pembeli yang datang ke toko. Dia sendiri yang meminta kue yang itu.Lalu pembeli babo itu komplain! Dasar bodoh!Kue itu sangat enak kau tahu! Uh kalau yang membeli kue itu bukan si pembeli babo tadi pasti aku tidak dipecat.Babo!Semua babo!Koki juga babo!Kenapa harus memecatku karena masalah seperti ini saja.”Shawnette kembali meledak ledak.Hongki menelan ludah.’Pantas saja kau dipecat.Itu sama saja dengan usaha pembunuhan terhadap orang lain.’Ujar Hongki dalam hati.

“Kau sendiri ?Kenapa kesini?”Yeoja itu lalu menoleh pada Hongki yang sedang berusaha agar tidak tertawa.

“Ha?Aku .Mmm.Aku sedang kesal.Aku baru memecat seseorang.”Hongki memandang lurus kearah depan.

“Asistenku punya penyakit lupa akut.Aku curiga dia alzaimer.Semua barang barang yang harusnya ia siapkan untuk performku selalu saja ada yang ketinggalan.Sekali dua kali tidak apa apa tapi ini sudah begitu sering.Akhirnya tadi kuputuskan untuk memecatnya.Eh dia malah memaki makiku.Didepanku pula.”Hongki berhenti.Ia melihat ekspresi Shawnette yang terlihat malu.

“Ya begitulah.Aku hanya sedang kesal saja.Doakan saja semoga aku bisa segera mendapatkan asisten baru.”Hongki menerawang.

“Hey, bagaimana kalau aku saja.”Shawnette menunjuk wajahnya didepan Hongki.

“Aku tidak punya penyakit alzaimer kok.Cuma aku suka sedikit bereksperimen saja.Sense of fashion ku bagus.”Shawnette mempromosikan dirinya sudah seperti tukang bapao yang biasa lewat didepan rumah si author#mulai lagi ngaconya.

“Baiklah.”Hongki tersenyum riang.Mulai besok kau bisa mulai bekerja.

“Kau tidak tanya soal gaji?”Hongki menatap Shawnette yang sudah tersenyum senang.

“Hah.Itu tidak penting selama aku senang.”Shawnette berdiri diatas bangku lalu melompat ke atas tanah.

“Umurmu berapa?”Tanya Hongki.

“22”

“Noona .”Hongki tertawa.Shawnette menghampirinya lalu mengacak rambut Hongki.

“Anak pintar.”Ia lalu tertawa.

“Kau mau pulang?”Tanya Hongki.

“Mmm sudah malam.Baiklah aku pulang dulu.”

“Pulang bersamaku saja.Bagaimana?”Tanya Hongki.Yeoja itu awalnya ragu tapi akhirnya ia mengangguk mantap.

***

“Hongki-ya aku pulang dulu ya.Eomma ku sedang sakit.Aku tidak yakin adikku ada dirumah.”Ujar Shawnette dengan raut memohon.Hongki mengangguk.

“Salam pada eommamu noona.Semoga ia lekas sembuh ya.”

“Ne.Gomawo.Nanti aku akan ke rumahmu pukul 9 malam.”Shawnette lalu beranjak pergi.Hongki membuka ponselnya.Sebuah pesan.

Siapa yeoja itu?Apa dia sangat berarti bagimu?Apa dia yang menjadi alasanmu?

From : Yeohae

Hongki menghela nafas dalam.Sebuah pesan masuk lagi.

Hai, chagi… sudah lama kita tidak bertemu.Aku sedang suntuk.Temani aku ya.

From: Ah Ra

Hongki tak percaya dengan nama yang terpampang di display handphonenya.Ah Ra?Hongki terduduk lemas.Kenapa bisa kebetulan begini.Disaat Yeohae menanyakan yeoja itu.Yeoja itu mengirim pesan untuk menemuinya.Hongki beranjak dari duduknya.Ia kemudian mengirim pesan pada Ah Ra.

Jadi kau dimana?

Send To: Ah Ra

***

Jadi Ah Ra dimana?????? Ada yang tau Ah Ra dimana????XD😄😄

Hongki benar benar tak percaya dengan sms balasan yang dikirim Ah Ra.Dia sedang berada disebuah klub malam. Kenapa dia jadi seperti ini.Hongki memang tak pernah mengerti Ah Ra.

Disebuah klub malam. Disudut ruangan terlihat seorang yeoja yangmenggenggam erat botol minuman ditangannya.

“Noona?”Hongki tak percaya dengan apa yang dilihatnya.Suara musik yang berdentum keras sedikit menganggu Hongki.Ia benar benar tidak suka berada ditempat seperti ini.

“Noona.”Ia menarik yeoja itu.

“Hongki-ya.”

“Kita keluar dari sini ya.”

“Hah?Kau mau mengajakku kemana?”Yeoja itu melepaskan genggaman tangan Hongki.

“Aku tidak mau!”Bentaknya lalu mengambil botol minumannya dan menegaknya lagi.

“Noona.”Hongki benar benar merasa pusing berada ditengah kerumunan manusia seperti ini.Hongki menarik yeoja itu agar mengikutinya dengan susah payah.Sementara yeoja itu terus memukulinya.Akhirnya Hongki berhasil membuatnya keluar.

“Aku tidak bisa menemuimu di tempat seramai ini.”Ujar Hongki lalu membawa yeoja itu masuk ke dalam mobilnya.Hongki bernafas lega ketika bisa membuka kacamata yang ia gunakan untuk menyamar tadi.

“YAAA!BABO!”Ah Ra memukul kaca mobil dengan tangannya.Yeoja itu benar benar mabuk.Hongki membuka jaketnya lalu memakaikannya pada Ah Ra.

“Ya lebih baik kau diam seperti itu.”Gumam Hongki dan sepertinya Ah Ra tak mendengarnya. Hongki lalu mulai melajukan mobilnya.Ke rumahnya.

“Yeoboseyo.Shawnette noona. Apa kau bisa pergi kerumahku sekarang? Aku butuh bantuanmu.Mianhe merepotkan.”

“Ne,gwaenchana.Adikku sudah datang.Jadi aku malam ini bisa menginap di rumahmu.”

“Sebenarnya bukan karena itu.”

“Ha?Lalu?”

“Nanti ku jelaskan.Sekarang noona ada dimana?”

“Aku dirumah.”

“Baiklah aku kesana.”

part 4

“Jadi dia mantanmu itu Hongki-ya?”Tany Shawnette sambil menatap yeoja yang sedang tertidur di jok depan.Hongki mengangguk.

“Bukankah katamu dia sedang berada di luar negeri?”

“Aku sendiri tidak tahu.Dia baru menghubungiku tadi.Dan aku bertemu dengannya, ia sudah dalam keadaan seperti ini.”

“Hongki-ya ada pesan masuk.”Ujar Shawnette yang melihat display handphone Hongki menyala.

“Yeohae…”Ujar Shawnette.

“Umm… biarkan saja.”Kata Hongki ragu.Ia lalu memandang sekilas ke arah Ah Ra.Dan kembali berkonsentrasi pada jalanan.

Park Ah Ra adalah yeoja misterius yang selama ini dibicarakan media sebagai ex girlfriend Hongki.Yeoja yang selama ini tidak diketahui identitas aslinya,yang kabarnya adalah penyebab Hongki sering menangis ketika menyanyikan lagu saat performnya.

Hongki dan Ah Ra ,mereka bertemu di awal musim dingin.Ketika salju baru mulai turun dari langit dan baru sesenti melapisi jalanan.Restaurant shabu shabu favorit Hongki hari itu sangat sepi.Tak seperti biasanya.Hanya ada sebuah keluarga yang terlihat asyik menikmati makanannya dan seorang yeoja dipojok ruangan.Dandanannya benar benar seperti anak kecil.Rambutnya dikuncir dua kesamping , ia memakai jaket biru berukuran besar yang membuat tubuh kecilnya tenggelam.Yeoja itu terlihat berpangku tangan sambil memandang keluar jendela.Hongki yang baru masuk ke dalam restaurant langsung saja mengabadikan gambar yeoja itu dengan kamera yang kebetulan dibawanya.Ah Ra menoleh.Hongki dapat melihat,mata yeoja itu berkaca kaca.Ia berjalan mendekati yeoja itu.Hongki memang orang yang spontan.

“Kau menangis?”Tanya Hongki sambil memiringkan kepalanya.Ia lalu kembali memotret yeoja itu lagi.Yeoja itu tak bereaksi, tetap diam dan sesekali menarik nafas berat.

“Hey,kenapa kau menangis.”Hongki menarik sebuah kursi keluar lalu duduk berhadapan dengan yeoja itu.

“Siapa kau?”Tanyanya dengan suara serak.

“Aku?”Hongki berpikir sejenak.

“Aku agen rahasia.Aku tidak boleh memberitahukan identitasku pada sembarang orang.Apalagi kau.”Hongki tersenyum.Yeoja itu berhenti menangis lalu menatap Hongki lekat lekat.

“Kau Lee Hongki kan?Lain kali berdandanlah dengan kostum badut saja.Itu sempurna jika kau memang mau menyamar.”Yeoja itu lalu kembali memalingkan wajahnya dan mulai sesegukan lagi.Hongki tertawa kecil.

“Lihatlah fotomu begitu sempurna.”Hongki menunjukkan hasil jepretannya kepada yeoja itu.Namun dihiraukan.Hongki akhirnya kembali memasukkan kameranya kedalam tas.

“Kenapa kau menangis?”Tanya Hongki lagi.

“Apa aku harus menceritakan masalahku pada seorang agen rahasia yang tidak mau memberitahukan identitasnya yang tiba tiba menghampiriku ?”Ia balik bertanya, masih dengan wajah masam.

“Hongki imnida…”Bisik Hongki pada yeoja itu.

“Aku sudah memberitahukan namaku.”

“Aku tidak memintamu memberitahukan namamu.”Ujarnya ketus.Ia lalu meletakkan kepalanya di atas meja.Jemarinya bergerak menghapus uap air di bibir gelas.

“Mianhae jika aku menganggumu.”Hongki lalu beranjak dari duduknya.

“Apa surga itu jauh?” Yeoja itu mulai angkat bicara.Hongki lalu diam ditempatnya.

“Kau bicara padaku?”

“Aku mendapat telepon dari dongsaengku.”

“Hari ini eomma dan dongsaengku pergi ke acara hari ayah disekolah adikku.”

“Disini tidak ada hari ayah.Memangnya dimana mereka tinggal?”

“Amerika.”

“Guru memanggil nama teman teman dongsaengku satu persatu.Dan mereka akan berdiri bersama ayahnya dengan senyum yang pasti mengembang di wajah mereka.”

“Lalu… kenapa adikmu datang dengan eomma mu?”

“Appaku sudah meninggal.”

“Umm….”Hongki hanya bergumam.Dia tak tahu apa yang harus dikatakan.

“Waktu namanya dipanggil dia berdiri bersama eomma.Gurunya bertanya kenapa ia tidak datang bersama ayahnya.Eomma ku tadi bercerita jika beberapa orang mengatakan bahwa ayah kami pasti tipe orang yang lebih mementingkan pekerjaan dan tidak akan meninggalkan pekerjaannya dan hadir di acara hari ayah.Seorang teman adikku bilang.Kalau dia tidak punya ayah lalu anak itu tertawa. “Yeoja itu berhenti bercerita ,air matanya mengalir deras.Tangannya menggenggam erat cangkir minumannya.Hongki lalu meletakkan jemari yeoja itu diatas telapak tangannya.

“Genggamlah.”Yeoja itu mengangkat kepalanya lalu memandang ke arah Hongki dengan mata berair.Yeoja itu mengangkat tangannya dari atas tangan Hongki perlahan.

“Ia bilang ,ayahku tidak tinggal bersama mereka.Ayahku tinggal ditempat lain..di tempat yang saaangat jauh.”

“Adikku terus bercerita dengan riang.Bahwa ayahku sangat suka mendongenginya sebelum tidur,ayahku mengajarinya membuat layang layang,mereka melakukan banyak hal menyenangkan bersama.Walaupun semua orang tidak dapat melihat ayah saat itu.Tapi ayah ada,ayah ada dihatinya. Ayah akan selalu ada dihatinya.Surga tidak akan pernah terasa jauh ketika kau selalu menyimpan kenangan akan ayahmu dihatimu.”

“Lalu,setelah acara itu adikku tersenyum pada eomma.Dia juga bercerita tentang semuanya padaku.”Yeoja itu sekarang benar benar tidak bisa melanjutkan ceritanya.Ia menangis ,dengan suara lirih.Hongki menggenggam tangannya erat.Walau ia baru mengenal yeoja itu.Rasanya hatinya sudah bisa merasakan apa yang yeoja itu rasakan.

“Siapa namamu?”

“Park Ah Ra.”

Dari pertemuan singkat itulah akhirnya mereka sering pergi bersama ,selama 3 tahun mereka berpacaran dan akhirnya Ah Ra meninggalkannya begitu saja tanpa kabar apapun.Ah Ra hanya mengirimkannya sebuah pesan ketika hari kepergiannya.

Aku pergi ke Amerika.

Jaga kesehatanmu baik baik.

Aku mencintaimu,

Park Ah Ra.

Dan hari ini.Setelah setahun mereka tidak bertemu.Hongki bertemu Ah Ra dengan kondisi seperti ini.Mabuk.Benar benar kontras dengan Ah Ra setahun lalu.Semuanya berbeda.Sebenarnya apa yang terjadi pada gadis itu?Hongki berusaha mencari jawaban dari semua pertanyaan pertanyaan yang ada diotaknya.

“Noona.Tolong bawakan saja tasnya.Biar aku yang membawanya masuk.”Hongki lalu menggendong sosok itu masuk ke dalam rumah.

part 5

~Author POV~

Hongki membopong Ah Ra, dibelakangnya Shawnette mengikutinya sambil menenteng sebuah tas tangan dilengannya dan sebuah tas ditangan lainnya.Shawnette kemudian membantu Hongki membukakan pintu dan membiarkannya masuk ke dalam rumah.

“Noona.Aku ganti baju dulu.”Ujar Hongki setelah membaringkan tubuh Ah Ra diatas sofa. Shawnette hanya mengangguk. Ia mengamati wajah yeoja yang terbaring di atas sofa.Pantas saja Hongki tidak bisa melupakannya. Yeoja itu begitu cantik.Jika dia tidur begitu wajahnya terlihat seperti malaikat. Damai dan begitu lembut.

“Noona.”Hongki keluar dari kamar sudah dengan mengenakan piama biru.

“Kau tidur dikamarku saja ya bersama Ah Ra.Biar aku yang tidur di kamarmu.”Ujar Hongki lalu mengangkat tubuh Ah Ra menuju ke kamarnya.Shawnette tertawa kecil.Ia lalu membawa barang barangnya dan tas milik Ah Ra masuk.

Hongki membaringkan tubuh Ah Ra di atas tempat tidurnya.Ia menutupkan selimut tebal ke atas tubuh Ah Ra lalu mengamati wajah yeoja itu sejenak.Hatinya berdesir. Perasaannya berubah hangat.

“Dia seperti malaikat ya.Pantas saja kau tak dapat melupakannya.”Shawnette tertawa. Hongki terlihat tersenyum singkat.Jemarinya kemudian menyibak poni yang menutupi dahi Ah Ra lalu menciumnya seklias.

“Istirahatlah noona.Aku masih akan menunggu ahjussi pulang.”Hongki menepuk bahu Shawnette.Shawnette hanya mengangguk singkat.Hongki kemudian keluar dari kamar itu.

***

~Hongki POV~

Tumben sekali Yong Jun ahjussi belum pulang.Hari sudah sangat larut.Jarum jam dipergelangan tanganku terus berdetak. Aku berjalan meniti tangga menuju ke balkon rumah.Malam ini begitu cerah, aku pasti bisa melihat bintang.Kebiasaan lama yang belakangan ini tak pernah ku lakukan karena kesibukanku.

Benar saja.Langit gelap yang dipenuhi bintang, begitu indah.Dulu aku sering melihatnya bersama Ah Ra.Ya, yeoja yang sekarang sedang tidur dikamarku bersama Shawnette noona.Yeoja itu sangat menyukai bintang.Dia percaya mereka adalah jelmaan dari orang orang yang telah tiada. Yang sedang tersenyum mengamati keluarganya.

Dulu aku sering menertawakan keyakinan Ah Ra itu diam diam.Seorang yang telah tiada tidak mungkin akan menjadi bintang.Konyol sekali.Tapi aku tak pernah mengatakannya secara terang terangan.Takut menyakiti perasaan Ah Ra yang begitu halus itu.Ah Ra sangat sensitif,dia sering terlihat menangis didepanku.Dulu. . .

Ayahnya sudah tiada sejak ia berumur 9 tahun.Setelah kelahiran adik perempuannya. 2 bulan kemudian ayahnya meninggal karena penyakit typhus.Awal pertemuannya denganku dulu dia bercerita bahwa adiknya mengarang cerita bohong didepan teman temannya ketika sedang ada hari ayah disekolahnya.

Adiknya bercerita bahwa ayah mereka sering menceritakan dongeng padanya sebelum tidur,ayah mereka juga sering melakukan hal hal menyenangkan bersama.Tapi,semua itu hanya khayalan seorang anak berumur 10 tahun yang begitu menginginkan sosok ayah di kehidupannya.Dan gadis kecil itu,hingga kini tak pernah mendapatkan apa yang ia inginkan.

Saat itu untuk menghilangkan kesedihan Ah Ra aku mengajaknya pergi ke balkon di restaurant shabu shabu ,tempat pertama kali kami bertemu. Untuk melihat bintang. Dia terlihat senang dan mulai bercerita bahwa ia juga senang mengamati bintang.Dan bercerita tentang keyakinannya yang menurutku konyol itu.Hahahaha… dan kami bertukar nomor handphone.Sejak saat itu aku sering mengajaknya keluar. Pergi makan dan mengamati bintang. Aku suka senyumnya yang begitu tulus. Dan segala ekspresi polosnya. Semua bisa terbaca dari matanya ketika perasaannya sedang tidak baik.Dia sering menangis ketika mendengar lagu Living In The Past yang dimainkan dengan biola. Dia akan tertawa senang ketika mendengar lagu marry me yang kunyanyikan. Saat itu karirku mulai menanjak. Kencan kami adalah kencan diam diam.Penuh penyamaran dan kau tahu, itu sangat mendebarkan.

Usia Ah Ra 2 tahun lebih tua dariku.Tapi itu tak masalah bagiku. Aku mencintainya dan 2 tahun itu bukan hal yang akan membuat perasaanku berubah. Kami menjalani hubungan itu selama tiga tahun.Hingga akhirnya suatu hari Ah Ra tidak datang ke restaurant shabu shabu. Saat itu kami janji akan makan disana.Dan betapa terkejutnya aku ketika ia mengirim sebuah pesan ke ponselku.

Aku pergi ke Amerika

Jaga kesehatanmu baik baik

Aku mencintaimu

Park Ah Ra

Malam itu aku terkulai lemas. Aku meletakkan kepalaku diatas meja seperti kebiasaan Ah Ra.Semua memory berputar di otakku .Membuat air mataku terbit.Perlahan ,membasahi pipiku dan jatuh membuat genangan air diatas meja. Kegiatanku yang begitu padat juga tak mampu membuatku melupakan yeoja itu. Saat itu aku masih tinggal di rumah nenek ,beberapa bulan kemudian aku dapat membeli rumah sendiri dan aku pindah ke rumah itu.Pamanku, Yong Jun ahjussi tinggal bersamaku. Ayah yang memintanya ,dari pada Yong Jun ahjussi harus terus menyewa apartemen di Seoul lebih baik ia tinggal bersamaku. Yong Jun ahjussi sebenarnya bisa saja membeli rumah atau apartemen sendiri.Tapi pekerjaannya yang mengharuskannya menetap sementara di beberapa negara membuatnya berpikir bahwa akan percuma jika ia membeli rumah.Rumah itu tak akan ada yang merawat jika ia sedang berada di luar Korea.Lagi pula dia masih single.Untuk apa membeli rumah.

Hm.. aku mulai mengantuk.Akhirnya aku menghempaskan tubuhku diatas ayunan kayu yang ada dibalkon.Kenapa paman belum juga datang ya.Oh iya bukankah Shawnette noona tadi memberitahuku bahwa ada pesan dari Yeohae.Aku membuka kotak masuk ponselku.

Kau tidak kerumah Hongki?

Aku merindukanmu. . .:’)

From : Yeohae

Aku hanya bisa tersenyum perih menatap deretan tulisan di display handphoneku itu.Aku tak mampu menyakiti perasaan seorang yeoja.Tapi mau bagaimana lagi.Aku masih benar benar menyimpan harapan bahwa aku bisa kembali bersama Ah Ra. Dan kesempatan itu datang hari ini.Aku rasa aku harus membuat keputusan yang tegas.Aku tidak bisa terus menggantung semuanya seperti ini.

“Hongki-ya! Aku cari kau kemana mana ternyata kau disini.”Yong Jun ahjussi melempar sebuah bantal ke arahku.Aku tertawa.

“Kau sudah lama datang?”Tanyaku.Ia berjalan ke arahku lalu menghempas duduk diatas ayunan.

“Baru saja sih.Hehehehe.”Sssshhh…. suara kaleng soda yang terbuka.Yong Jun menegak seluruh cairan yang terdapat didalamnya.

“Kau ini. Sudah ku bilang soda itu tidak baik untuk kesehatan.”

“Ya, ya aku tahu anak kecil.”Ia mengacak rambutku.

“Yong Jun ahjussi.Ah Ra sudah kembali.”Ucapku senang.

“Hah benarkah?Yeoja cantik mu itu? Kau sudah menemuinya?”Tanya Yong Jun ahjussi.

“Dia sedang berada dikamarku bersama Shawnette.”

“Hah!Bagaimana bisa.”

“Hmm…”Aku menghela nafas sejenak dan menatap langit.

“Aku menemuinya disebuah bar.Dia mabuk.Aku membawanya pulang dan menyuruh Shawnette noona menemaninya.Dia tertidur ketika sedang dalam perjalanan kemari.”Jelasku.Yong Jun mengangguk angguk mengerti.

“Tidurlah nak.Sudah malam.”Canda Yong Jun ahjussi lalu pergi kedalam rumah.Aku mengikutinya.Mataku sudah minta diistirahatkan.Tiba tiba aku merasakan ada yang bergerak gerak dikakiku.Elysha.Aku mengangkat anak anjing itu.Aku baru ingat,besok akan ku tunjukan pada Ah Ra.Pasti dia menyukainya.Hahahaha…Hmm… sudah lewat tengah malam.Besok aku harus bekerja.Aku berjalan kekamar.Menutup pintu dan semua gorden ,mematikan lampu dan segera pergi ke alam mimpiku.

***

~Author POV~

Ah Ra terbangun dari tidurnya.Kepalanya terasa sakit dan berat.Ia memang tidak terbiasa mabuk mabukan seperti kemarin. Ah Ra lalu beranjak dari atas tempat tidurnya.Matanya menyipit ketika sinar matahari menyelinap masuk lewat jendela.

“Kau sudah bangun rupannya.”Seorang laki laki tersenyum pada Ah Ra.

“Yong Jun ahjussi.”Ah Ra segera berdiri dan mengangguk hormat.

“Lama sekali kita tidak bertemu.Hehehe… Kemarin Hongki yang membawamu kemari.Ini rumah baru Hongki.Em… Hongki sudah berangkat kerja sebelum kau bangun.Dan sekarang aku juga harus berangkat. Ini sarapanmu.”Yong Jun ahjussi memberikan sebuah nampan berisi makanan pada Ah Ra.

“Istirahatlah jika kau memang masih pusing.Hongki akan pulang nanti pukul 1 siang.Anggap rumah sendiri saja.”Ujar YongJun ahjussi lalu pergi keluar kamar.Ah Ra masih bingung dengan apa yang terjadi.

Kemarin dia pergi ke bar ,minum,lalu ada seorang yang menarik lengannya dan mengajaknya pergi ke mobil.Ah itu mungkin Hongki.Lalu …kenapa dia sekarang bisa berada disini.Hongki.Ah…Ah Ra mengacak rambutnya kesal.Tiba tiba telfon di atas meja disamping tempat tidur berdering.Ah Ra mengangkatnya.

“Yobosseyo…”Sapanya.

“Noona.Ini aku Hongki.Mianhae aku tadi sudah pergi bekerja sebelum kau bangun.”

“Hongki-ya… Iya.Terimakasih sudah membawaku kerumahmu.”Ujar Ah Ra .Ia tersenyum sendiri mendengar suara Hongki.Sudah lama sekali rasanya.

“Kau dimana sekarang Hongki – ya?”

“Aku sedang berada ditempat kerja. Syuting untuk drama baruku.”Ujar Hongki.

“Eh Hongki-ya apa anak anjing yang ada dirumahmu ini milikmu.”Ah Ra terkejut dengan adanya seekor anjing yang tiba tiba berlari lari mengelilinginya.Ia terlihat senang.

“Iya dia milikku.Lucu kan?Namanya Elysha.”

“Lucu sekali.”

“Kau bisa bermain dengannya sampai aku pulang.Oh ya bersiap siaplah ku hujani pertanyaan nanti.”Hongki lalu tertawa.

“Hahaha… iya.”

“Baiklah.Sepertinya Ah Ra yang kutemui setahun lalu sudah kembali.Makanlah noona.Istirahatlah.Hongki menyayangimu.Bye…”

“Ah…Hongki-ya!Tunggu,kau sekarang sedang berada di mana?”

“Aku sedang berada di sebuah rumah.Lokasinya tidak jauh sih dari rumahku.Kenapa?”

“Dimana?”

“Di !@$#%%&^*&(.” #XD😄😄😄 kekekekekeke.

“Baiklah.Hehehe… selamat bekerja Hongki-ya…Noona juga menyayangimu.”Ujar Ah Ra lalu menutup teleponnya.Matanya menangkap sebuah bungkusan yang ada diatas meja telepon.Baju? Ada sebuah surat yang menyertainya.

Asistenku yang membelikannya.Semoga kau menyukainya noona cantik ^^ Gantilah pakaianmu dengan ini.

Hongki😀

Ah Ra tertawa melihat tulisan tangan Hongki.

“Aku akan memberimu kejutan Hongki-ya!”Teriaknya riang.

***

Ah Ra melangkahkan kakinya masuk kedalam bus.Ia membawa Elysha bersamanya, di tangannya ada sebuah bungkusan yang berisi bekal makanan.Ah Ra lalu duduk dideretan bangku paling depan.Supir bus menyunggingkan senyuman ramah padanya.Ia membalas senyuman supir bus lalu menatap keluar jendela.

Ia akan pergi ke lokasi syuting Hongki untuk memberinya kejutan.Ah Ra tidak peduli disana pasti banyak wartawan. Hatinya sedang senang. Setelah kemarin pecah berkeping keping kini kepingan itu kembali rekat seperti semula.Beberapa menit kemudian bus itu berhenti .Ah Ra melangkah turun.Ia menunggu Elysha melompat dengan sabar.Ia lalu menuju kerumah yang Hongki maksud. Rumah dengan pintu besar yang menyembunyikan bangunan rumah didalamnya.Ah Ra membuka gerbang rumah itu.Dan pandangan semua orang yang berada disana terarah padanya.Ah Ra sempat kaget namun Hongki yang sedang di make up tiba tiba berjalan menghampirinya.Semua orang yang berada disana berteriak riuh.

“Waaah…. ternyata dia kekasih Hongki…”Goda seorang kameramen.Hongki meletakkan telunjuknya diatas bibir.Mengisyaratkan agar dia diam.

“Ada apa noona?”

“Tidak.Aku hanya kesepian dirumah.Aku membawa makanan untukmu.”Wajah Ah Ra bersemu merah.

“Kau membawa Elysha bersamamu?”Tanya Hongki kemudian meraih Elysha dan menggendongnya.

“Ya! Hongki-ya!Perkenalkan dia pada kami!”Teriak yang lain disambut keriuhan para kru.

“Dia kekasihku.”Ujar Hongki lalu tertawa.Semua wartawan yang sedang meliput acara syuting perdana segera menghampiri Hongki dengan blitz kamera mereka yang terarah pada Hongki dan Ah Ra.Mereka mengabadikan gambar kebersamaan Hongki dengan Ah Ra

“Dia kekasihku.”Ujar Hongki sekali lagi lalu melihat ke arah Ah Ra yang tersenyum manis kepadanya.

“Pasangan yang cocok.Sempurna.Hongki ya berposelah bersama Elysha.”Teriak seorang wartawan.Hongki dan Ah Ra menurut.Mereka tersenyum ke arah kamera kamera yang sibuk berkedip mengabadikan gambar mereka.

Sementara itu esok harinya disebuah rumah

“Dia kekasihku.” Seorang yeoja yang sedang menonton berita gossip di televisi merasakan dadanya sesak.Air mata meleleh dipipinya.

“Jadi dia…”Ujar Yeohae pelan.

“Aku mengerti Hongki-ya.Kita memang tidak bisa bersama.”Ia lalu pergi kekamarnya dan duduk didepan pianonya.Jemari lentiknya mulai menari di atas tuts piano.

haneula jebal geu saram ganeun gil himdeulji andorok
hokshina geu ireumeul shilsurado bureuji andorok
saranga otteokedeun geu saram bonaejueoya handa
geuge nuga bwado meotjin namjanikka
gaseumi me eojyeodo

~To Be Continue~

About ftrhapsody

Nothing beats Minari's powerful rhythm when he hits the drums and his charming aegyo x_x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s