Main cast:

Choi Sungmin co_ed school as himself

Hye Min

Choi Min Hwan as himself

Song Seung Hyun as himself

Sang He

Sungmin sudah memasukkan semua barang ke dalam kardus.Ia lalu merekatkan selotip pada bagian atasnya. Sungmin lalu meletakkan kardus terakhir disamping kardus kardus lainnya. Kamarnya terlihat kosong sekarang.Tiba tiba pintu kamarnya dibuka.Hyungnya masuk dengan membawa eskrim di kedua tangannya.

“Bagaimana?”Tanya Minhwan sambil tertawa.

“Seharusnya kau membantuku. Balas budilah kepada adikmu ini.Bukannya saat kau ke Korea beberapa bulan yang lalu aku juga membantumu mengepak barang barang.”Sungmin mengomel pada Hyungnya.Minhwan malah menari nari sambil bernyanyi, pura pura tak mendengarkan omelan adiknya.

“All i want its you my girl!Ill be there for you always!”Sungmin meninggalkan Minhwan yang masih menari nari di kamarnya.Minhwan lalu berhenti menari ketika melihat adiknya pergi.

“All i want its you Sungmin.Ill be there for you always!”Minhwan lalu tertawa.Tanpa diduga Sungmin kembali masuk ke kamarnya dengan membawa boneka lumba lumba pink besar milik Minhwan dan melempar boneka itu ke arahnya.Kini boneka itu dipenuhi dengan noda coklat dari eskrim.

“Ya!!!! Bonekaku!”Teriak Minhwan.Sungmin meleletkan lidahnya lalu berlari pergi.

***

“Sungmin imnida.”Sungmin mengangguk hormat pada Ji Woo ahjumma dan Hyemin.Ji Woo ahjumma adalah ibu Hye Min, pemilik rumah dimana MinHwan tinggal sebelumnya.Dan dirumah itu juga kini akan tinggal.

“Hye Min imnida.” Hyemin mengulurkan tangannya sambil tersenyum. Sungmin menyambutnya.

“Kamarmu disebelah kamar Minhwan.Minhwan kau bisa menunjukkannya kan?”Ji Woo Ahjumma tersenyum.Setelah melihat Minhwan mengangguk Ji Woo ahjumma berbalik pergi.

“Ayo bawa barang barangmu.”Perintah Minhwan lalu mulai menaiki anak tangga satu persatu.Sungmin masih diam ditempatnya dengan ekspresi yang tidak bisa dideskripsikan.Kurang lebih dari sorot mata dan raut wajahnya dapat diartikan ‘Hyung,jangan bodoh.Bagaimana aku bisa mengangkat semua kardus kardus ini sendirian.’Tiba tiba saja Hyemin mengangkat sebuah kardus yang ukurannya tidak terlalu besar.

“Biar ku bantu.”Ujarnya sambil tersenyum.Sungmin memandang Hyemin penuh terimakasih.Ia lalu menunduk ketika Hyemin menoleh padanya.

“Ayo tunggu apa lagi.”Ujar Hyemin lalu mulai naik ke atas.Minhwan akhirnya turun dan membawa kardus lainnya.

“Semua orang akan merasa kasihan jika kau memasang tampang seperti itu tadi.”Bisiknya pada Sungmin.

“Cih.”Sungmin memalingkan wajahnya lalu mulai membawa kardus kardusnya ke lantai atas.

Beberapa jam kemudian

Ruangan yang semula kosong itu kini berisikan seluruh barang barang milik Sungmin. Sungmin bernafas lega setelah melihat hasil kerjanya.Walaupun masih belum rapi tapi setidaknya semua barang barang sudah tertata pada tempat yang seharusnya.Ia lalu pergi ke kamar Minhwan.

“Hyung.”Panggil Sungmin.

“Masuklah.”

“Kau sedang apa?”Tanya Sungmin.

“Membereskan semua alat alat ini.”Ujar Minhwan sambil memasukkan tabung tabung reaksi ke dalam tempatnya.

“Mmm… karena kau sudah bisa menerima kepergian eomma?”Tanya Sungmin.

“Karena eomma berkata bahwa aku boleh lakukan apa yang ku inginkan.Dan kurasa aku tidak menginginkan semua ini.”Minhwan berhenti memasukkan alat dan larut dalam ingatannya sejenak.

“Jadi maksudmu,kau ingin berlatih lagi?Kau masih ingin jadi pembalap?”Tanya Sungmin.

“Tidak.”Minhwan tersenyum perih.

“Lalu?”

“Aku akan meneruskan hoby masa kecilku.”Ujarnya.

“Biola?”Tanya Sungmin lagi.Minhwan mengangguk lalu mulai memasukkan alat alat kimia lainnya.

“Oh ya hyung.Aku akan satu sekolah dengan Hyemin kan?”

“Ya.Besok kau bisa berangkat bersamanya.”Jawab Minhwan.Sungmin mengangguk.

“Apa itu berarti aku juga akan satu sekolah dengan Seunghyun dan Sang He?”Tanya Sungmin.Minhwan memandang ke lain arah.Ia sudah menceritakan semuanya pada Sungmin.Karena memang hanya Sungmin lah tempatnya bercerita.Ia juga sudah mengatakan pada Sungmin bahwa sebenarnya ingatannya telah kembali.

“Ya.Mungkin kau akan sekelas dengan Sang He.Tapi tidak dengan Seung Hyun.Karena dia tidak seangkatan denganmu.”

“Kau masih memikirkan Sang He?”

“Aku sudah melupakannya.”Minhwan tersenyum tegar.

“Aku sudah benar benar melupakannya.”Ujarnya sekali lagi.Tegas.Sungmin ikut tersenyum dan mengangguk.

“Memang sudah seharusnya.”Sungmin mencibir.

***

Sungmin berjalan jauh mengikuti Hyemin dari belakang.Hyemin kemudian berbalik dan tertawa.Ia lalu menggandeng lengan Sungmin.

“Kau itu lucu.”Ujarnya.Sungmin menggembungkan pipinya salah tingkah.Namun Hyemin tak melihatnya.Mereka lalu berbelok ke sebuah ruang kelas.Dikelas sudah banyak murid yang datang.Sungmin mengambil tempat duduk disamping Hyemin.Ia duduk tenang.Sementara beberapa anak sibuk memandanginya.Beberapa gadis gadis menjerit karena melihat keluguan yang terpampang jelas di wajah Sungmin. Sementara para murid laki laki mencibir, mencium bau persaingan yang menguar.

“Sudah kebiasaanmu ya menunduk seperti itu?”Hyemin menatap mata Sungmin lekat lekat.Ia semakin menenggelamkan wajahnya.Akhirnya Hyemin tertawa.

“Kau begitu lucu.”Hyemin mencubit pipi Sungmin lalu pergi keluar kelas.Sementara itu diluar kelas.Dari jendela seorang namja menatap Sungmin penuh amarah.

“Jadi dia adik Minhwan.”Namja itu tersenyum ,senyum yang tidak bersahabat.Hyemin yang melihatnya menyipitkan matanya.

“Oppa?”Hyemin meyakinkan diri siapa yang sedang ia tatap sekarang.

“Seunghyun oppa?”Tanyanya.Seung hyun tersenyum lalu berbalik pergi.

“Aku duluan.”

PART 2

“Sungmin maaf aku lupa jika aku ada janji dengan SangHe untuk makan siang bersama.Bagaimana kau ikut saja ya dengan kami?” Hye min memandang Sungmin penuh penyesalan. Sungmin tersenyum lalu menunduk.

“Tidak apa.Aku akan pulang sendiri saja.”

“Ah ikutlah dengan kami.”Hyemin menarik narik lengannya.Sungmin membeku memandangi jemari lentik Hyemin yang melingkar pada lengannya. *kekekekeke tau kan kalo waktu Lawliet ngliatin orang? Ya kaya gitu deh #plakk >>sungmin: minggir deh lo sebelum gue guyur pake oli! >>me: iya iya ah!*

“Ikut dengan kami akan lebih baik dari pada kau pulang sendiri dan tersesat.”Canda Sang He yang berdiri disamping Hyemin.Tatapan Sungmin beralih padanya.Sungmin menatapnya tanpa berkedip.

“Hey,jangan melihatku seperti itu.”Sang He menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.

“Ikut kami saja.Kami hanya ingin makan kok.Tenang saja tidak ada acara berbelanja.”Ujar Hyemin lalu tertawa.Akhirnya Sungmin mengangguk dan mereka berjalan menuju ke sebuah restoran shabu shabu.Mereka lalu memesan makanan.

“Ku dengar umurmu masih 15 tahun ya?”Sang He memiringkan kepalanya menatap Sungmin.

“Ne.”

“Tapi kau seangkatan dengan kami.Seharusnya kau memanggil kami noona.”Sang He tertawa.Sungmin tersenyum singkat lalu memandang keluar jendela.Tak sengaja pandangan matanya bertumbukan dengan seseorang.Cukup lama mereka saling memandang.

“Sungmin-a ,apa yang sedang kau lihat?”Tanya Hyemin lalu mengikuti arah pandangan mata Sungmin.’Seung Hyun oppa.’Gumam Hyemin dalam hati.

“Aniyo.Tidak ada. Aku hanya melihat jalanan.”Sungmin menggelengkan kepalanya.

“Apa jalanan jauh lebih menarik dari pada aku ?”Canda Sang He lalu tertawa.Hyemin masih memandangi sosok Sungmin, ia menggigit bibirnya. ‘Aku rasa aku tahu apa yang akan terjadi.Tapi semoga saja dugaanku salah.’Gumamnya dalam hati.

“Ah makanannya sudah datang.”Sang He berkata riang.

***

“Kau mengenal Sang He, apa kau juga mengenal Seung Hyun oppa ?”Tanya Hyemin sambil mengulum lolipopnya.Mereka baru saja turun dari bus dan sedang berjalan menuju rumah Hyemin.

“Aku hanya mendengar cerita tentangnya dari Minhwan hyung.Aku tidak pernah melihat Seung Hyun hyung sebelumnya.Kalau soal Sang He ,aku pernah melihat foto mereka di facebook jadi aku tahu.Hyung juga sering menceritakannya,waktu ia belum amnesia dulu.”Sungmin baru teringat bahwa ia harus tetap menjaga rahasia bahwa ingatan Minhwan telah pulih.

“Mmmm…”Hyemin mengangguk angguk.Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke seberang jalan.Hyemin tenggelam dalam pikirannya.Sampai sampai ia tidak melihat tiang listrik yang berdiri kokoh didepannya.Dan tung… dahinya terantuk tiang besi itu.

“Kau baik baik saja?”Sungmin memeriksa dahi Hyemin.Hyemin terlihat kesakitan.Bibirnya mengerucut seperti bayi.

“Ha…. sakit….”Air mata keluar dari sudut mata Hyemin.Sungmin tertawa, Hyemin memukul lengannya keras.

“Kenapa kau tertawa!”

“Mianhae mianhae.”Sungmin mengelus dahi Hyemin.

“Ayo segera pulang.Kita obati dirumah.”Sungmin menghapus air mata Hyemin lalu menggandeng lengannya dan kembali melangkah.Baru beberapa langkah mereka berjalan Sungmin sudah melepaskan gandengannya.

“Mianhae.”Ia mengangguk lalu menunduk dalam.Sungmin lalu berjalan cepat meninggalkan Hyemin yang memasang tampang cemberut dibelakangnya.Hyemin menghentakkan kakinya kesal.

“Benar benar tidak punya perasaan!”Umpatnya.Sungmin menoleh,ia merasa kalimat itu ditujukan padanya.

“Aniyo!Aku tidak berkata apapun!”Ujar Hyemin kesal lalu berjalan mendahului Sungmin.Sungmin tertawa melihat tingkah Hyemin yang seperti anak kecil itu.

***

Di ruang tamu Sungmin dan Hyemin sedang duduk di atas sofa.Sungmin membantu Hyemin mengompres dahinya.

“Ya!!!! PELAN PELAN!”Teriak Hyemin.Sungmin sampai menutup telinganya.Sungmin meringis dan membentuk v dengan jarinya.

“Mianhae…” Ujar Sungmin tulus.Minhwan tiba tiba datang dengan membawa boneka lumba lumba pinknya.

“Ehm..”Minhwan menggoda Sungmin dan Hyemin.

“Oppa!!!! Bonekanya lucu sekali.”Hyemin berlari ke arah Minhwan dan merebut boneka lumba lumba pink itu dari pelukannya.Hyemin memeluknya erat.Minhwan tersenyum.

“Hyemin-a… apa kau tidak lihat adikku iri begitu.Kembalikan bonekaku dan lakukan itu padanya saja.”Minhwan merampas bonekanya lalu pergi ke kamarnya di lantai atas.Hyemin memandang Sungmin.Mulutnya membentuk huruf O.Sungmin yang tidak mengerti hanya membelalakkan matanya.

“Apa?”Tanyanya.Hyemin memejamkan matanya gemas. ‘Anak ini benar benar polos atau bodoh’ Gumam Hyemin dalam hati *me:bodoh!!!!!!#treak pake mikropooon bang ridho rhoma*.Hyemin menggeleng lalu kembali duduk di samping Sungmin dan membiarkan Sungmin mengompres dahinya lagi.

“Oppa banyak berubah setelah pulang dari Jepang.”Ujar Hyemin pada Sungmin.

“Banyak yang terjadi di sana.”

“Hmm?”

“Dia sudah benar benar bisa mengikhlaskan kepergian eomma.Tentu kau sudah mendengar ceritanya bukan?”Tanya Sungmin.

“Hmm… aku tahu.”

“Sebenarnya apa yang terjadi.Sampai dia membereskan seluruh alat alat kimianya seperti itu?”Hyemin masih belum menyerah rupannya .Ia melebarkan matanya lalu tersenyum lebar berharap Sungmin mau bercerita.

“Tanyakan sendiri saja pada orangnya.Ceritanya panjang.” Sungmin berdiri dari duduknya lalu pergi ke kamarnya.

“Ya! Sungmin-a! Beritahu aku.”Teriak Hyemin.

“Hey Hyemin-a kau ini kenapa?”Ji Woon ahjumma ibu Hyemin yang baru datang kaget mendengar teriakan anak perempuannya itu.

“Aniyo…aniyo eomma.”Hyemin lalu berlari mengikuti Sungmin ke kamarnya.

“Sungmin-a… kau tidak mau memberitahuku?”Hyemin menarik narik jaket yang Sungmin pake.

Sementara itu @Minhwan room’s

“Yoboseyo?”

“Minhwan-a! Aku ke rumahmu sekarang.Ada yang ingin ku ceritakan padamu.”Ujar suara diseberang telepon.

“Ya!Hongki hyung.Kemari?Baiklah.”

“Sebenarnya aku sudah berada didepan rumah sekarang.Turunlah kita pergi makan keluar.”

“Ne… ne … aku akan ganti baju dulu.”

“Aish! Kau ini.Cepatlah “

“Ne… ne!!Tutuplah telfonmu!”Klik.Minhwan segera mengganti bajunya lalu pergi kelantai bawah untuk menemui Hongki.Ia membuka pintu dan menemukan wajah berkacamata itu sedang berdiri sambil tersenyum lebar.

“Kaja!”Hongki menarik Minhwan yang masih membenarkan jam tangannya.

Didalam mobil Hongki segera memasang ac dan memutar lagu.Minhwan mencibir mendengar lagu yang ternyata lagu Hongki sendiri.

“Kenapa kau bisa senarsis ini?”Tanya Minhwan sambil menggeleng geleng.Hongki hanya tersenyum lebar.

Hongki adalah teman Minhwan sedari kecil. Dulu Hongki tinggal di Jepang bersama keluarganya.Namun saat SMP dia pergi ke Korea.Karena saat itu ada seorang pencari bakat yang menawarinya untuk bermain film.Ia tinggal di Korea bersama nenek dari keluarga appanya.

“Ingatanmu sudah pulih ? Untung aku sudah mengenalmu dari dulu. Coba kalau aku baru mengenalmu.Wah, pasti aku sudah kau lupakan sekarang.”Hongki tertawa.Minhwan hanya diam dan menatap jalan didepannya.

“Sebenarnya ingatanku sudah pulih.Tapi hanya Sungmin dan appa saja yang tahu.”Ujar Minhwan.Hongki mengangguk mengerti.

“Arasso.Aku merasa kau memang ingin melupakan kejadian kejadian beberapa bulan ini.Bukan masalah,selama kau tak melupakanku.Hehehehe…”

“Menjadi teman orang gila sepertimu adalah satu satunya hal yang tak akan pernah ku lupakan walau aku amnesia sekalipun.”Minhwan lalu tertawa.Hongki menjitaknya keras.Mobil Hongki lalu berbelok ke sebuah restoran.Mereka lalu masuk dan Hongki pergi memesan makanan.

“Sebenarnya apa yang ingin kau ceritakan?”Tanya Minhwan ketika Hongki kembali.Hongki tak segera menjawab,ia memasukkan dompetnya kembali ke saku .

“Kau tahu gadis yang menjadi teman kencanku selama seminggu di MNet Scandal?”Tanya Hongki.Ia bertopang dagu.

“Hmm… ya aku melihat acara itu.”

“Minhwan kau benar benar mengagumi ku ya?”Hongki mengedipkan matanya *me:IH GENIT!!! SUAMI SAPA NOH!!!*

“Sepertinya aku telah salah bicara, orang narsis sepertimu memang tidak bisa diberi kenyataan indah sedikit saja.Aku hanya penasaran bagaimana kau memainkan peran itu.”Minhwan tertawa.

“Kim Yeohe.Dia memang cantik.”

“Hmm….”Minhwan hanya bergumam.Seorang pelayan membawakan pesanan mereka.Minhwan mulai melahap makanannya.

“Teruskan.”

“Dia mengirim pesan padaku lagi esok harinya setelah acara itu usai.Dia bilang bahwa dia menyukaiku.Bukan sebagai Lee Hongki yang selama ini dia lihat di tv tapi sebagai Hongki yang  ia kenal selama 7 hari aku bersamanya.”Hongki tertunduk lesu.

“Lalu?Apa sekarang kalian benar benar berkencan?”

“Aku bingung.Sampai sekarang di terus menghubungiku.Padahal waktu dia mengirim pesan padaku sudah ku bilang.Sebagai publik figur aku tentu tidak bisa.Aku bilang bahwa kami tidak akan bisa sering bertemu,bahkan kalau kami sangat ingin sekalipun.Aku takut dia tidak bisa menerima itu,aku benar benar takut menyakitinya.”

“Tapi apa kau menyukainya?”Tanya Minhwan.Hongki terdiam,ia mulai memakan makanannya.

“Ya.”

“Ikuti saja kata hatimu.Mendengar ceritamu aku benar benar merasa beruntung aku tidak menjadi artis.Aku tidak suka jika harus membunuh perasaanku sendiri demi hal seperti itu.”Ujar Minhwan, ucapannya membuat Hongki menghentikan makannya dan menunduk.

“Ya, kau beruntung tidak menjadi artis.Terimakasih sudah mendengar ceritaku.Makanlah,setelah ini bagaimana kalau kita pergi bermain bilyard?”

“Terserah kau sajalah hyung, selama kau yang mentraktirku aku ikut saja.”Ujar Minhwan lalu tertawa.

“Dasar kau ini!”

PART 3

Sungmin membuka kotak berwarna biru yang ia letakkan di bawah tempat tidurnya.Disanalah semua benda benda kenangan masa kecilnya berada.Ada beberapa fotonya dengan Minhwan.Foto foto keluarga.Sebuah kotak musik.Dan kalung yang berliontinkan bulu berwarna putih.Kalung itu adalah benda paling berharga diantara benda benda lainnya.Kalung yang diberikan oleh teman masa kecilnya dulu.Seorang anak laki laki bernama Lee Jae Jin.Anak itu terlahir dengan jantung yang lemah sehingga ia tidak bisa melakukan aktivitas yang terlalu berat dan melelahkan.Sungmin yang memang tidak terlalu suka bermain di luar rumah menjadi sahabat nya bermain dirumah.Mereka belajar membaca,bermain game di komputer dan melakukan aktivitas lain bersama sama.Sungmin rasanya selalu ingin bersama Jaejin tapi nyatanya tuhan berkata lain.Jae Jin meninggal dunia saat ia berumur 10 tahun.Sehari sebelum kepergiannya ia memberikan kepada Sungmin kalung berliontin bulu berwarna putih itu.

‘Ini untukmu.’Hanya itu yang JaeJin katakan

‘Kenapa kau memberiku kalung ini?’

‘Tidak ada alasan.”

‘Baiklah akan kusimpan dengan baik.’

Esoknya ibu Jaejin menelepon Sungmin bahwa Jaejin telah berpulang ke pangkuan tuhan.

“Sungmin-a…”Panggil seseorang dari luar.

“Siapa?”Masuk saja.

“Hye min.”Hyemin membuka pintu lalu melongokkan kepalanya sambil tersenyum lebar.

“Dahimu sudah tidak apa apa?”Tanya Sungmin sambil memasukkan barang barangnya kembali.

“Gwaenchana.”Hyemin berjalan mendekatinya.

“Apa itu?”Hyemin menunjuk kalung berliontin bulu putih yang tergeletak di atas tempat tidur.

“Indah bukan?”Tanya Sungmin,ia mengulurkan kalung itu pada Hyemin.Hyemin mengangguk sambil mengamati kalung itu dengan teliti.

“Dari mana kau mendapatkannya?”

“Temanku yang memberikannya.”

“Mm indah sekali…”Hyemin terus mengamati kalung itu.Sungmin lalu mengambil kalung itu dari tangan Hyemin.Ia lalu menggantungkannya di atas meja belajarnya.

“Biarkan benda itu disini.”

“Hmm? Kenapa tidak dipakai saja?”Tany Hyemin heran.Sungmin hanya menggeleng.Hyemin kemudian meraih kalung itu lalu mengalungkannya dileher Sungmin.

“Pakai saja.Orang yang memberikannya pasti akan senang.”Hyemin tersenyum.

“Oh ya,Sungmin-a sebenarnya aku mau mengajakmu keluar.Kau mau mengantarkanku mencarikan kado untuk Sang He kan?” Hye Min memelas.

“Baiklah.Kau tunggu dibawah dulu aku akan ganti baju sebentar.”Ujar Sungmin.Hyemin tersenyum puas , ia lalu turun ke lantai bawah.

***

Hyemin dan Sungmin berjalan menyusuri jalanan malam kota Seoul.Lampu lampu jalan menyala terang.Tapi tak cukup membuat kelamnya langit malam memudar.Hyemin menggandeng lengan Sungmin.

“Mmm.Kalau kau tidak keberatan bisa lepaskan?”Sungmin merasa terganggu dengan apa yang dilakukan Hyemin.Hyemin menunduk , ia lalu melepaskan gandengannya.

“Maaf, tapi aku tidak terbiasa…”

“Gwaenchana… aku mengerti.”Hyemin kemudian berjalan mendahului Sungmin.Sungmin benar benar merasa tidak enak hati.

“Mianhae Hyemin-a….”Ujar Sungmin.Hyemin hanya menggeleng.

“Gwaenchana…”Ujar Hyemin sambil terus berjalan,ia berjalan semakin cepat lalu berbelok ke sebuah toko boneka.Hyemin mulai memilih boneka yang ia rasa bagus.

“Sungmin-a bagaimana dengan yang ini?”Hyemin menoleh kebelakang meminta pendapat Sungmin, tapi ia tak dapat menemukannya disana.Hyemin berlari keluar toko dan menemukan Sungmin yang tergeletak dengan darah yang mengalir dari sudut bibirnya.Pipinya juga lebam.

“Sungmin-a.”Ia berjongkok melihat keadaan Sungmin.

“Kau masih bisa berjalan?”Tanya Hyemin dengan wajah cemas.Sungmin tidak menjawab.Ia hanya mengerang kesakitan.Hyemin segera menghubungi Minhwan.Tak lama kemudian Minhwan datang.

“Sungmin-a.” Minhwan memeriksa keadaan adiknya. Sungmin lalu menyerahkan handphonenya pada Minhwan.

“Aku sempat memotret orang yang memukuliku.”Ujar Sungmin terengah.Hyemin mendekatkan dirinya pada Minhwan untuk melihat foto itu.Foto seseorang dari belakang yang memang kurang jelas.

“Seung Hyun.”Ujar Minhwan dan Hyemin bersamaan.Minhwan mengusap wajahnya lelah.

“Sudahlah ayo kita pulang.”Minhwan lalu memapah Sungmin.Hyemin dengan wajah khawatirnya takut takut ikut membantu Sungmin, ia ikut memapah Sungmin.Sungmin memandang Hyemin.Mata mereka bertatapan.Hyemin kemudian mengalihkan pandangannya.Sungmin hanya tersenyum.

***

“Kalungnya!Kalungnya hilang!”Sungmin berteriak panik.Kalung yang diberikan Jaejin itu sudah tidak ada dilehernya.Sungmin menyandarkan punggungnya lemas.

“Mianhae…mianhae…Jaejin-a…”Air matanya menetes.Sementara itu diambang pintu Minhwan memandangi adiknya itu dari celah yang terbuka.

“Mianhae Sungmin.Aku telah melibatkanmu dalam masalah ini.”Ia menggigit bibirnya cemas.

“Mianhae…”

About ftrhapsody

Nothing beats Minari's powerful rhythm when he hits the drums and his charming aegyo x_x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s