“Aku mengerti Hongki-ya.Kita memang tidak bisa bersama.”Ia lalu pergi kekamarnya dan duduk didepan pianonya.Jemari lentiknya mulai menari di atas tuts piano.

haneula jebal geu saram ganeun gil himdeulji andorok
hokshina geu ireumeul shilsurado bureuji andorok
saranga otteokedeun geu saram bonaejueoya handa
geuge nuga bwado meotjin namjanikka
gaseumi me eojyeodo

~Yeohae POV~

Aku menghentikan permainan pianoku. Sama sekali tidak berguna! Lagu ini hanya membuat perasaanku semakin kacau. Bodoh! Bodoh! Bodoh! Kenapa aku harus mencintai orang seperti Hongki.Seseorang yang masih kekanak kanakan seperti itu. Yeohae!!!! Kenapa kau bisa sebodoh ini! Kenangan 7 hari itu bagi Hongki hanya merupakan bagian dari pekerjaannya. Tidak lebih.

Gadis itu begitu cantik. Dia punya segalanya . Dia punya segalanya yang tak kumiliki… salah satunya cinta Hongki yang tulus dan bukan hanya karena rasa kasihan. Aku tidak akan pernah lagi meneteskan air mataku untuknya. Siapa dia! Dia hanya selembar kertas yang sudah terisi penuh , harusnya aku menulis dilembar baru. Memang itu yang seharusnya kulakukan. Bukannya terus menatap penuh harap pada kertas yang sudah penuh itu agar kembali kosong. #perumpamaan yang kacau =.=”

Tapi harus ku akui. . . itu sulit

~Author POV~

Selepas mengantarkan Shawnette ke rumahnya.Hongki mengajak Ah Ra pergi ke restarurant shabu shabu favorit mereka.Hongki dan Ah Ra bergandengan tangan.Awalnya mereka merasa canggung, namun setelah tawa Ah Ra terburai Hongki malah mempererat genggaman tangannya. Sementara itu Elysha mengikuti mereka dibelakang,dengan tali yang melingkar dilehernya.

Ketika akan memasuki restaurant,Hongki mengikatkan tali Elysha di tiang.Ia lalu memandang Ah Ra dan tersenyum. Ah Ra membalasnya lalu segera menarik lengan Hongki mengikutinya masuk.Hongki dan Ah Ra memilih tempat duduk dipojok ruangan.Tempat yang nyaman untuk menikmati semua pemandangan di restaurant itu. Ah Ra suka melihat para pelayan yang sibuk berlalu lalang mengantarkan pesanan. Dan disitu juga pandangan Hongki tak akan bisa beralih kemanapun kecuali pada dirinya.Selain itu, kalau dia mau memandang dinding boleh boleh saja.

“Aku pesan makanan dulu.”Ujar Hongki.Ah Ra mengangguk lalu meletakkan kepalanya di atas meja.Ia menatap keluar jendela, hari mulai beranjak sore. Beberapa toko di seberang jalan sudah mengaitkan papan dengan tulisan CLOSE di pintunya. Seorang ahjussi terlihat sedang mengunci pintu tokonya.

“Hai, kau melamun noona.”Hongki mengacak rambut Ah Ra.Ah Ra terkesiap.Ia bangun dari lamunannya.

“Ya! Kau mengagetkanku.”

“Salah sendiri siapa yang menyuruhmu melamun seperti itu. Ayo kita mulai ceritanya. Aku sudah benar benar penasaran. Kenapa kau meninggalkanku setahun yang lalu.Tanpa kabar dan hanya mengirim pesan.Kemana saja kau setahun ini. Lalu, lalu kemarin kau bisa mabuk seperti itu.Itu jelas bukan Ah Ra yang aku kenal.”Hongki mencubit pipi Ah Ra. Ah Ra menampiknya lalu mulai memasang tampang kesal.

“Hey hey, kenapa cemberut seperti itu.”

“Berjanjilah tidak akan mengagetkanku seperti itu lagi.”Ucap Ah Ra ketus.Hongki tertawa.

“Promise.”Hongki membentuk v dengan jarinya.Ah Ra lalu meletakkan kepalanya lagi diatas meja.

“Sebelumnya mianhae Hongki-ya.”

“Kenapa harus meminta maaf?”Hongki bertopang dagu.Ah Ra bangkit dari posisinya.Ia menatap Hongki lekat lekat.

“Sebenarnya setahun yang lalu aku pergi ke Amerika karena ingin ditunangkan. Aku tentu tak pernah bisa melawan keinginan eommaku. Aku tak akan bisa sekalipun aku benar benar tidak menginginkannya. Eomma sangat berharga bagiku.”

“Ha… aku terkejut.”Ujar Hongki datar.

“Kau terkejut ?Lalu kenapa kau memasang tampang bodoh seperti itu.Ya!”Ah Ra menjitak dahi Hongki.Tawa mereka terburai.

“Dia seorang pengusaha. Anak dari sahabat eomma. Dia tampan…”

“Apa lebih tampan dariku?”Hongki menunjukkan gaya aegyonya.

“Tentu saja dia lebih tampan darimu!”Ah Ra kembali menjitak dahi Hongki.

“Kau bisa membuatku gegar otak noona.”Protes Hongki sambil mengusap usap dahinya.

“Lalu.Kenapa kau sekarang ada disini?Menemuiku?Apa berarti sekarang kau sudah menikah dengannya?Hey , aku terlanjur mengatakan bahwa kau kekasihku.”

“Tenang dan dengarkan dulu ceritaku Hongki-ya.”

“Baiklah.”Hongki memasang tampang serius yang malah membuat Ah Ra tertawa terpingkal pingkal hingga nyaris terjungkal sampai ke ah udah author mulai ngaco lagi #plakk.

“Aku menceritakan segalanya pada namja itu.Tentang kehidupanku di seoul dan kau.”

“Siapa nama namja itu?”

“Anthony.”

“Nama yang pasaran.”Hongki mengibaskan tangannya.Ah Ra menatapnya tak percaya. Mulutnya membentuk huruf O.

“Aish!Kau ini benar benar.”

“Sudah lanjutkan saja noona.”Hongki kembali menunjukan gaya aegyonya.

“Dan dia mengerti. Dia dewasa. Dia mengerti kalau sebenarnya aku tak ingin bertunangan dengannya. Selama setahun ini kami hanya berpura pura saja didepan orang tua kami. Dan akhirnya kemarin kami mengatakan semuanya. Keluarga Anthony tidak marah dan tidak mempermasalahkannya.  Tapi yang jadi masalah itu eomma. Dia menamparku keras dihadapan ayah dan ibu Anthony. Kau percaya, eommaku yang begitu lembut itu mampu melakukannya. Aku masih tidak bisa percaya.Aku sadar aku sudah mempermalukan eomma.Tapi kali ini aku rasa aku tidak bisa mengikuti kemauannya. Untuk hal ini aku tidak bisa.Perasaanku mengatakan hal yang berbeda.”  Ah Ra mulai berkaca kaca.Hongki tersenyum lalu menyentuh lembut pipinya.

“Terimakasih sudah mau kembali untukku.”Ujar Hongki tulus.Ah Ra mencibir.

“Dasar kau.”Ia balas menyentuh pipi Hongki.

“Lalu aku memutuskan untuk kembali tinggal di Seoul. Aku ingin kembali menulis seperti dulu. Lama rasanya aku tidak pernah menulis buku dalam bahasa korea.”

“Di Amerika apa kau juga menjadi penulis?”

“Ya tentu saja.Menulis adalah hidupku.”

“Lalu, kau akan tinggal dimana noona?”

“Anthony sudah jauh jauh hari mempersiapkan ini semua. Ia memberikanku sebuah apartemen. Sudah kau tidak usah khawatir. “

“Silahkah pesanan anda…”Seorang pelayan menghampiri mereka. Ia lalu meletakkan pesanan di atas meja.

“Kamsahamnida…”Hongki membaca tag name yang ada pada seragam pelayan itu.

“Choi Sung Min-a.”

“Sungmin-a?”

“Kau adik Minhwan?”Tanya Hongki dengan mata terbelalak lebar.Pelayan itu tertawa lalu menepuk bahu Hongki.

“Akhirnya kau mengenaliku hyung!Hahahaha…”Mereka tertawa.

“Kenapa kau bekerja disini?”

“Yah aku hanya ingin mencoba untuk mulai mencari uang sendiri.”

“Benar benar anak pintar.Ya sudah kembalilah bekerja.Kenapa itu bibirmu?”Hongki menunjuk luka disudut bibir Sungmin.

“Ah biasa.Silahkan menikmati hehehe… Permisi hyung,noona.”Sungmin mengangguk lalu pergi.

“Kita lanjutkan.Lalu kenapa kau kemarin bisa mabuk seperti itu.”Hongki menatap Ah Ra tajam. Wajah Ah Ra langsung bersemu merah.

“Aigoo!!! Memalukan.”Ah Ra menutup wajahnya dengan telapak tangan.

“Aku ingin melupakan semua masalah itu sejenak.Hanya itu saja…”Ia memukul lengan Hongki lalu mulai mengambil makanan.

“Benarkah.”

“Sudahlah! Jangan membuatku berubah menjadi seperti kepiting rebus.”

***

Seorang gadis sedang berjalan menyusuri trotoar.Matanya menatap kosong ke arah depan . Ia sedang mencoba untuk menata kembali perasaannya. Di tangannya ia membawa sebuah tas kertas berisi sebuah DVD album dari seorang penyanyi bernama Lee Hongki.Ia belum memiliki album itu.Jadi hari ini ia pergi membelinya ke sebuah toko DVD. Dia berharap dengan pergi keluar dapat menghilangkan kekacauan hatinya.Tapi tetap saja.Tidak berhasil.

Tiba tiba gadis itu melihat seekor anjing kecil yang berlari ketengah jalan dengan tali melingkar dilehernya dan sebagian terurai. Sebuah mobil melaju kencang.Tanpa pikir panjang gadis itu segera berlari menuju ke arah anjing itu. Ia berhasil menyelamatkan anjing kecil itu dalam pelukannya. Namun brakkk… tubuhnya terhantam besi dan berputar cepat di atas mobil.Darah bercucuran dari kepalanya. Segera saja tercipta kerumunan di jalan itu.

~Hongki POV~

Brakk… suara apa itu.Pandanganku segera beralih dari Ah Ra kearah jalanan. Ada kecelakaan rupanya. Ah Ra yang selalu ingin tahu berlari menuju keluar restaurant.

“Elysha!!!” Teriaknya.Tentu saja aku kaget dan segera mengikutinya keluar.Orang orang mulai berlarian datang.Aku mengejar Ah Ra yang menghampiri seorang yeoja yang menjadi korban kecelakaan.

Dan jantungku rasanya seperti berhenti berdegup ketika menyadari bahwa gadis itu adalah Yeohae…

About ftrhapsody

Nothing beats Minari's powerful rhythm when he hits the drums and his charming aegyo x_x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s