I HATE YOU GUYS !!! (PRIMADONNAS)part 1 [BETA VERSION]

DISCLAIMER! : THIS FF OWNED BY ME. OTHER CAST OWNED BY ME AND FT ISLAND OWNED BY THEIR PARENTS AND GOD! PLEASE DON’T COPY THIS FANFICTION IN OTHER PLACE WITHOUT MY PERMISSION

Entahlah kapan saya akan menyelesaikan FF ini =,= PR saya numpuk!
CAST :

>>CHOI MINHWAN as himself
>>IM HYUN JO (primadonnas)
>>LEE SOO JIN (choi min hwan ex girlfriend)
>>JANG YOO MI (Hyun Jo best friend)
>>FT ISLAND member
>>Park Bo Young as Jang Ja Yun (FT ISLAND best friend)

Genre : Angst (MAYBE?),Hurt(EXACTLY :D),Romance (100% FAIL!)
Rating : G , T
Author PoV

I HATE YOU GUYS! (PRIMADONNAS)

Author PoV

“Aku benci kau Minhwan! Kau bukan Minhwan yang dulu. Bukan Minhwan yang dulu kukenal.”Dan air mataku turun begitu saja.Mengalir dikedua belah pipiku. Mengingat anak laki laki dengan tatapan mata yang teduh itu. . .

Dan dia, hanya diam. Menghapus seluruh ekspresi wajahnya.Menatap datar pada kedua manik mataku. Menyiratkan segalanya. Bersikap tak peduli.Sosok dingin itu seakan mengunci tubuhku .Membuatku tersiksa ditempatku.

“Ja Yun. . .”Dia menggantung kalimatnya.

“Seberapa besar kau membenciku?”terusnya.Aku menunduk dalam ,terdiam.Suasana malam itu semakin mencekam. Dihadapkan pada situasi seperti ini. . . Belum aku belum siap.

“Kau tahu? Sebesar rasa bencimu itulah kepadaku, aku juga membencimu.” Tandasnya lalu pergi meninggalkanku. Dan seperti itulah dia pergi menyisakan luka di hatiku. Baginya aku bukan siapa siapa. Bahkan pintu yang baru saja dilewatinya itu mungkin lebih berharga dari pada diriku. Karena pintu itu dapat membawanya keluar dan meninggalkan sosok menyedihkan ini.

                Hati itu telah membeku, mengingat masa lalu menggerakkannya untuk membuat dinding pemisah antara dirinya dengan siapapun yang berusaha menghapus ‘ia’ yang telah pergi . Dinding itu terlalu kokoh untuk dihancurkan.Dan kenangan akan ‘ia’ yang telah pergi  terlanjur melekat terlalu erat dalam lubuk hatinya. Minhwan. . .yang tak akan pernah membiarkan seorangpun mencairkan es yang telah membekukan perasaannya.

***

                Biarlah hatinya tertutup sempurna , sesempurna es di utara menyembunyikan samudera luas dibawahnya. Jangan usik kenangan yang telah ia bingkai dengan kepedihannya. Biarlah ia merasakan sakitnya. Rasa sakit itu memang yang ia inginkan, agar kenangan akan seseorang yang telah pergi takkan pernah lekang. Jangan, jangan minta ia untuk membaginya. Karena . . . semua sakit,perih,air mata miliknya. . . dipersembahkan untuk dia . . . yang telah tiada.

Minhwan berjalan menuruni tangga dengan cepat, di ujung tangga ia lalu berbelok menuju ke arah dapur. Siang yang panas itu membuat semua orang tidak bisa jauh jauh dari minuman. Dan kini Minhwan sedang mencoba keberuntungannya. Barangkali masih ada persediaan soda milik hyungnya dilemari es.

“Minhwan.” Langkah Minhwan terhenti. Ia merasakan jantungnya berdegup semakin kencang. Dadanya tiba tiba saja terasa dingin. Ia menolehkan kepalanya perlahan, berharap apa yang ada dipikirannya dapat menjadi nyata.

“Hongki – hyung.”Gumamnya kecewa, lalu kembali melangkah menuju dapur.Bukan seseorang yang ia harapkan.

“Hei Minhwan!Kenapa lemas seperti itu.” Hongki merangkul bahu maknae di band nya itu. Minhwan melirik tajam ke arah Hongki lalu menyingkirkan tangan Hongki dari bahunya.

“Tsk! Dasar menyebalkan.”Ujar Hongki lalu mengambil bungkusan disampingnya.

“Ini kue pesananmu.Kau tak mau melihatnya dulu?Boleh kubuka kan?”Tanpa membiarkan Hongki membuka bungkusan kue itu Minhwan langsung membawanya pergi tanpa mengucapkan sepatah kata terimakasihpun kepada hyungnya. Hongki hanya bisa mendesah kesal. Namun ia mengerti sepenuhnya apa yang dirasakan Minhwan. Usia rasanya tidak bisa secara otomatis mendewasakan Minhwan. Dia masih tidak bisa menyikapi semua ini dengan pikiran orang dewasanya.

***

                MINHWAN PoV

Aku melangkah ragu.Mendekati rumah ini lagi, membuat hatiku hancur. Langkah kakiku entah mengapa tiba tiba saja menjadi berat. Seakan ada beribu ribu ton pemberat yang ditalikan pada kedua pergelangannya. Aku menghentikan langkahku sejenak, mencoba menenangkan diri. Berkali kali aku menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Menciptakan kabut putih di udara. Tapi percuma, jantungku tetap saja berdegup kencang dan yang paling membuatku kesal, rasa sakit dalam jiwaku tak menghilang barang sejengkalpun.

Akhirnya aku memutuskan untuk melanjutkan hal yang sudah terlanjur aku mulai ini. Membuka kenangan. . . begitulah aku menyebutnya. Dengan hati hati aku mengetuk pintu rumah itu. Lama. . . pintu itu tak kunjung ada yang membuka. Aku menyandarkan punggungku pada pintu kayu ketika tiba tiba, daun pintu bergerak dengan suara berdecit yang memekakan telinga. Ketika aku memutar tubuhku, dia ada disana. Dia . . . kenanganku. . . Tubuhku membeku ditempat. Kedua mataku… mereka bahkan lupa untuk berkedip. Dan rasa sakit itu seakan mengempaskanku ke sebuah dimensi lain.

“Soo Jin-a . . .”Gumamku.

“Minhwan ayo masuk.”Bugh! Aku kembali , kembali ke dunia nyata. Dia bukan Soo Jin noona dia Hee So ahjumma, ibu Soo Jin noona. Yah! Aku dihadapkan pada kenyataan ini, seharusnya aku sudah bisa menerimanya.Seharusnya. Tapi faktanya ? Aku masih sering melihatnya seperti ini. Semu. . .

***

                MINHWAN PoV

Aku membuka kotak yang kubawa dan mengeluarkan sebuah kue tart dari dalam kotak-meletakkan kue itu di atas meja dan duduk mengamati Hee So ahjumma memasang sebuah lilin berwarna biru di atasnya. Seusai menyalakan api pada lilin Hee So ahjumma duduk di kursinya. Ia menatapku lama dan akhirnya memberiku isyarat.

Ku katupkan kedua telapak tanganku ,kupejamkan kedua mataku. Aku melakukannya bersama Hee So ahjumma. Kami lalu bersama sama menundukkan kepala.

“Soo Jin. . . eomma yakin kau bisa mendengar kami.Selamat ulang tahun sayang. . .”Hee So ahjumma berhenti untuk menarik nafas. Dalam. . . Beliau berusaha membendung air matanya.

“Saeng il chuk ha ham ni da. saeng il chuk ha ham ni da. sarang ha neun Soo Jin shi
saeng il chuk ha ham ni da. . . “ Lagu selamat ulang tahun yang seharusnya dinyanyikan dengan riang kunyanyikan bersama Hee So ahjumma dengan cara sebaliknya. Hee So ahjumma sudah tidak dapat membendung air matanya lagi. Namun beliau tetap berusaha tenang. Aku. . . aku yang tak bisa. Semua ini bodoh! Menyakitkan! Semua ini! Kenapa Soo Jin harus pergi! Kenapa!!! Entah apa yang membuatku begitu kalap. Aku memukul meja kayu yang rapuh itu dengan kedua tanganku. Air mataku meleleh begitu saja.Memalukan! Tapi terserah! Aku ingin! Aku ingin Soo Jin kembali!!Jika bukan karena ulah fans phsyco itu! Soo Jin pasti masih ada disampingku sekarang! Jika bukan karena mereka!!Jika mungkin, ingin ku ulang kembali! Semuanya! Aku tidak ingin menjadi seorang ertertainer jika itu hanya membahayakan orang orang yang kusayangi!

I Love you!Even when I shout out your name,why can’t you answer me?
I couldn’t even tell you good bye.Don’t go
How can you leave me?What can I do by myself?
Please don’t leave me .. .~heaven ft island

***

Author PoV

                Gadis berambut sebahu itu terlihat begitu gelisah. Berkali kali ia meremas tas tangan merahnya. Sesekali ia berjalan ke satu arah dan kembali lagi ketempatnya semula.Namun, sejenak kemudian ia diam berdiri didepan pintu dorm sambil menatap nanar ke arah jendela.

                Akhirnya ia memutuskan untuk menghubungi ponsel Minhwan. Cukup lama ia menunggu namun yang terdengar hanyalah nada sambung.Minhwan tak kunjung mengangkat telepon darinya.Berkali kali ia mencoba. Namun hasilnya sama. Gadis itu akhirnya terduduk lemah. Wajahnya kusut dan air matanya mulai terbit.

You who won’t answer my calls any more, you who doesn’t want to see me at all
No matter how I beg for forgiveness, there’s already no use

“Ja Yun-ah.” Gadis itu menoleh ketika mendengar namanya dipanggil.Ternyata ke empat harta karun yang biasa di sebut oleh para fansnya FT ISLAND itu berdiri disana,menatapnya dengan raut wajah bingung. Jonghun melangkah maju mendekati Ja Yun dan berlutut disampingnya.

“Sedang apa kau disini? Kenapa menangis seperti itu ?”Tanyanya seraya menyusut air mata Ja Yun.

“Kalian? Tidak pergi bersama Minhwan ? Apa kau tahu dia dimana?” Tanyanya sambil mencengkeram erat kedua pergelangan tangan Jonghun.

“Emm. . . aku rasa lebih baik kau masuk dulu.”Ujar Hongki lalu membuka pintu dorm. Jonghun menarik Ja Yun untuk berdiri. Seunghyun dan Jaejin hanya bisa saling pandang sebelum akhirnya mereka mengedikkan bahu secara bersamaan.

“Minhwan tidak berpamitan pada kita? Tapi aku rasa Hongki dan Jonghun hyung tau kemana dia pergi.”Ujar Jaejin lalu mengikuti Jonghun dan Hongki masuk ke dalam dorm.

Jonghun membimbing Ja Yun untuk duduk di sofa ruang tengah. Gadis itu hampir tidak memiliki kekuatan lagi untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sendiri.

“Jadi dimana dia sekarang?”Tanya Ja Yun lelah. Jonghun melirik ke arah Hongki, seakan meminta persetujuan darinya. Hongki akhirnya mengangguk dan membiarkan Jonghun menceritakan semuanya. Sedangkan Seunghyun dan Jaejin yang memang tidak tahu apa apa memilih untuk diam dan mendengarkan.

“Kau tahu kan hari ini adalah hari ulang tahun Soo Jin. Dia pergi merayakannya bersama eomma Soo Jin noona. Dia pergi sore ini ke rumah lama Soo Jin.” Terang Jonghun.Ja Yun menunduk dalam. Jiwanya seakan benar benar lepas dari tubuhnya,karena saking kagetnya mendengar penjelasan Jonghun.

“Kalau boleh ku tahu. . . kenapa kau mencari Minhwan? Sampai datang kemari malam malam begini ?” Kini ganti Hongki yang bertanya.

“Aku . . . akan pindah ke Italia.”

“Italia?!”  Ke empat pasang mata itu terbelalak ,mulut mereka menganga lebar . Sama sekali tidak percaya dengan apa yang barusan keluar dari mulut Ja Yun.

“Lalu siapa yang akan memasakkan kami makanan!? “ Tanya Jaejin yang langsung dibalas dengan tatapan garang ke 3 temannya.

***

                Minhwan,Jaejin ,Jonghun dan Ja Yun memang sudah merupakan sahabat dari kecil. Minhwan ,Jaejin dan Jonghun adalah malaikat pelindung bagi Ja Yun. Sewaktu mereka masih disekolah menengah pertama Ja Yun adalah gadis kecil yang sering di bully oleh teman temannya . Namun jangan harap bisa menyentuhnya barang sedikitpun jika ketiga sahabatnya ada. Kakek Minhwan adalah ketua yayasan di sekolah itu, yang dapat dengan mudah mengeluarkan siapa saja. Jonghun adalah pemegang sabuk hitam taekwondo di usianya yang masih muda. Dan Jaejin adalah seorang pembuat onar yang sudah terkenal. Semua orang yang berani macam macam padanya pasti dikerjai habis habisan.

                Persahabatan mereka begitu manis. Ja Yun yang hoby memasak  membawakan mereka bekal hampir setiap hari.  Bahkan Ja Yun menyiapkan menu yang berbeda bagi setiap orang. Dia tahu bahwa Jaejin porsi makannya lebih banyak dari yang lain. Dia juga tahu Minhwan tidak suka seledri. Dan Jonghun , pangeran yang harus makan dengan segala perangkat yang benar benar steril. Makanan sederhana yang dibuatnya sendiri begitu dihargai. Melihat Minhwan , Jaejin dan Jonghun makan dengan lahap sudah dapat membuat Ja Yun melupakan semua masalahnya.

                “JANGAN PERNAH MENYENTUH DIA LAGI ATAU KU BUNUH KAU!” Bentak Minhwan suatu saat, ketika ia memergoki Ja Yun sedang ditarik tarik oleh seorang seniornya. Saat itu ia langsung berlutut dan membersihkan pakaian Ja Yun yang lusuh.

                “Kau tidak apa apa kan?” Tanyanya khawatir. Jemarinya beranjak merapikan anak anak rambut Ja Yun.

                “Aku baik baik saja. . . “ Jawab Ja Yun.

                “Sudah ku bilang! Jangan pernah jauh jauh dari kami. Begini kan jadinya. Kemana Jaejin ? Bukannya tadi ku suruh dia menemanimu?!” Wajah Minhwan berubah merah menandakan bahwa ia sedang benar benar marah.

                “Sebenarnya aku tadi menunggu Jaejin. Dia sedang pergi ke kamar mandi! Jadi bukan salahku dan bukan salah Jaejin jika senior menemukanku disini.” Ujar Ja Yun dengan nada defensif.

                “Iya iya. . . Sudah ayo pergi ke kelas.”Minhwan lalu membimbing Ja Yun berdiri.

“Lalu Jaejin?”

“Ja Yun – ah Jaejin bukan dirimu yang bisa saja mati kalau tidak ada kami. Sudahlah dia bisa menjaga diri.”Minwhan lalu kembali menarik lengan Ja Yun.

Namun semua itu berubah ketika mereka mulai masuk ke sekolah menengah atas. Ketiga malaikatnya direkrut sebuah management untuk membentuk sebuah band. Dan mulai saat itu mereka tidak punya terlalu banyak waktu untuk Ja Yun. Beruntung saat itu sudah tidak ada lagi yang suka mengganggunya. Ja Yun masih sering membawakan mereka bekal makanan jika mereka masuk sekolah. Jaejin dan Jonghun masih sangat menyukai masakan Ja Yun. Namun tidak dengan Minhwan. Dia selalu mencari alasan ketika Ja Yun menyuruhnya untuk makan.

“Cih si ayam! Sejak dia dekat dengan senior. Dia tidak pernah lagi makan bersama kita.”Celetuk Jaejin ketika itu. Dan saat itulah Ja Yun sadar,perasaannya pada Minhwan lebih dari sekedar sahabat. Karena hatinya begitu sakit mendengar apa yang dikatakan Jaejin.

***

“Kenapa harus mendadak seperti ini Ja Yun? “Tanya Jaejin.

“Aku ingin meneruskan sekolah memasakku disana saja.Aku bisa belajar lebih banyak disana.”Ujar Ja Yun membuat ke 4 laki laki disampingnya hanya bisa diam.

“Kami akan sangat merindukanmu.”Jonghun beranjak memeluk Ja Yun.

“Aku juga. . .maaf mulai sekarang aku tidak bisa lagi pergi ke studio kalian dan membawakan makanan lagi.” Ja Yun terisak. Jaejin lalu mengampirinya dan memeluk Ja Yun.

“Kau harus jaga diri baik baik cantik. . .Belajar dan kembalilah dengan masakanmu yang lebih enak. ” Sementara itu Hongki dan Seunghyun yang tidak terlalu dekat dengan Ja Yun hanya bisa saling pandang , mata mereka mengatakan “APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?!MEMELUKNYA JUGA?! APA KAU GILA!” Namun akhirnya Seunghyun angkat bicara.

“Aku dan Hongki hyung juga akan sangat merindukanmu noona.”Ujarnya sambil tersenyum. Ja Yun menghampirinya dan tanpa Seunghyun duga memeluknya erat.

“Aku akan merindukan lelucon lelucon bodohmu itu BOB!”

“Hongki-ah aku juga akan sangat merindukan gaya bicaramu itu.”Ia lalu pergi memeluk Hongki.

“Jollie. . .” Ujar Hongki membuat Ja Yun tertawa disela tangisnya.

“Jollie. . .” Ja Yun berusaha mengulang kata itu dengan gaya bicara Hongki.Tangannya lalu mengacak rambut Hongki.

“Kalau begitu aku pulang dulu.Katakan pada Minhwan kalau tadi aku kesini.”Ja Yun lalu pergi keluar dorm.

“Selamat tinggal .”Ucapnya sebelum berjalan menjauh.

“Selamat tinggal sampai bertemu lagi!!!”

***

 “Tadi Ja Yun kemari. Dia berpamitan pada kami semua.Dia besok akan pergi ke Italia”

“Oh. . . “

“Hanya itu yang kau ucapkan Minhwan!”Bentak Jonghun.

“Lalu apa lagi hyung ?”Tanyanya acuh lalu pergi meninggalkan Jonghun yang hampir melayangkan tinjunya jika tidak dicegah oleh Jaejin.Minhwan memandang Jonghun sekilas kemudian pergi ke kamarnya.

“Sudahlah. . . Minhwan masih tidak bisa menerima kepergian Soo Jin.Min Hwan masih berduka”

“Tapi tidak seharusnya dia seperti itu!Ja Yun sahabatnya!”

“Hyung. . .kenapa kau bisa semarah ini?Apa kau menyukai Ja Yun?” Lama tidak ada jawaban.

“Ya! Dan Ja Yun hanya menyukai Minhwan! Dan kau tahu!?! Minhwan hingga kini hanya terus hidup dibawah bayang bayang Soo Jin!Tentu itu akan membuat Ja Yun terluka!”

“Hyung . . . “

***

Pagi itu, di hari yang berbeda, dengan atmosfer yang berbeda pula, ke 5 member FT Island duduk bersama mengelilingi meja makan. Tangan mereka sibuk mengambil makanan yang ingin dimasukkan ke dalam perut.

“Huh. . . jika ada Ja Yun pasti tidak akan seperti ini. Makanan cepat saji seperti ini tidak sehat. “ Gerutu Jaejin sambil terus mengunyah fried chickennya.

“Hmm. . . sudahlah Jae, Ja Yun pergi untuk mewujudkan cita citanya. Sebagai sahabat yang baik seharusnya kau tidak boleh menggerutu seperti itu.” Ujar Seunghyun.

Dari balik bulu matanya kedua bola mata Jonghun melirik ke arah Minhwan – yang terlihat sedang asyik mengunyah paha ayam dan terlihat tidak peduli sama sekali akan topik yang sedang Jaejin bicarakan.

“Lihatlah anak ayam itu. Bukankah dulu dia yang paling menjaga Ja Yun kenapa sekarang dia berlagak tidak peduli sama sekali.”Sindir Jonghun. Hening. . .semua diam sambil menundukkan kepala mereka dalam dalam.

“Eh oh ya aku mungkin akan pindah dari Kyunghee dalam waktu dekat.” Kini Minhwan angkat bicara. Jaejin ,Hongki dan Seunghyun nampaknya terkejut dilihat dari ekspresi wajah mereka.Sedangkan Jonghun sendiri, hanya bertindak acuh tak acuh.

“Hah? Kenapa harus pindah?”Tanya Seunghyun.

“Setidaknya dengan begitu aku tidak akan melihat sosok Ja Yun fana sepanjang hari.Lagi pula ini kan ada pembukaan pendaftaran mahasiswa baru , sekalian saja.”Jawab Minhwan.

“Baguslah.Dengan begitu kau akan lebih cepat melupakannya.Dan juga akan lebih cepat menyadari bahwa masih ada orang lain yang menyayangimu seperti halnya Soo Jin. Dan lebih cepat juga kau akan menyesalinya.Karena orang itu sekarang sudah pergi jauh ke negeri orang untuk mewujudkan cita citanya.” Semuanya kembali diam setelah mendengar Jonghun berbicara.

“Ah aku sudah kenyang.”Ujar Minhwan lalu meninggalkan teman temannya yang masih berada didepan meja makan.

“Anak itu. Benar benar menyebalkan.” Umpat Jonghun.

***

Sementara itu disebuah rumah sewa kecil ,masih di wilayah kota Seoul

“Uh mana boleh seperti itu! Sombong sekali dia!”Umpat Yoo Mi sambil melempar guling mickey mouse yang semula berada dalam dekapannya. Di samping Yoo Mi, Hyun Jo tetap diam tak perduli akan apa yang dikatakan sahabatnya itu. Matanya masih tetap terpaku pada layar televisi.

“Huh Hyun Jo-ya bisa bisanya kau menyukai orang menyebalkan seperti dia.” Protes Yoo Mi seraya memencet tombol off pada remote televisi. Kontan saja Hyun Jo langsung menjitak kepalanya keras.

“Aduh! Memang  benar kan! Masih banyak artis lain yang bisa kau sukai.Kenapa harus CHOI MIN HWAN yang sombong itu sih!” Yoo Mi masih terus memprotes. Ia memberi penekanan saat menyebutkan nama Minhwan. Hening. Hyun Jo tidak menanggapi protes Yoo Mi yang terakhir. Hanya saja tatapan matanya berubah dingin. Kalau sudah begini Yoo Mi tahu, artinya dia harus diam atau gadis dihadapannya itu akan berubah menjadi singa yang sedang kelaparan dalam sekejap.

“Ah baiklah baiklah.Aku memang tidak tahu apa apa. Begitu juga jalan fikiran mu!” Ujar Yoo Mi akhirnya,ia lalu beranjak pergi meninggalkan Hyun Jo.

“Dia punya alasan untuk semua itu!Kau jangan pernah ambil kesimpulan sendiri.”Ujar Hyun Jo tanpa melihat ke arah Yoo Mi.Yoo Mi hanya diam dan terus merutuk dalam hati.

***

                Yoo Mi dan Hyun Jo kedua sahabat yang bersama sama meninggalkan kampung halaman mereka untuk pergi menuntut ilmu di Seoul. Tinggal disebuah rumah sewa sempit dengan 1 kamar,sebuah dapur dan sisa ruang kosong yang difungsikan sebagai ruang tamu.

Yoo Mi dan Hyun Jo yang ketika SMA, harus berlari lari mengejar bus setiap hari untuk pergi ke sekolah. Yoo Mi dan Hyun Jo yang setiap harinya harus menghemat pengeluaran mereka. Supaya sebagian uang dapat dibelanjakan barang barang yang berhubungan dengan idolanya.

Im Hyun Jo. Gadis dengan tinggi 162 cm. Berambut cokelat sebahu. Kulitnya putih pucat. Badannya kurus. Tulang wajahnya tegas. Hidung mancung, bibir tipis dan sepasang mata coklat lebar. Cukup menarik sebenarnya, tapi ia terlalu pendiam. Hyun Jo terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Ia jarang bergaul dengan teman teman kuliahnya. Kehidupan sehari harinya hanyalah pergi sekolah dan menghabiskan sisa harinya dirumah.

Sedikit berbeda dengan Hyun Jo.Yoo Mi gadis dengan tinggi 165 cm itu sedikit lebih riang. Ia memiliki rambut hitam panjang yang setiap harinya selalu dikuncir kuda. Yoo Mi suka tersenyum , menampakan deretan gigi putihnya. Matanya yang berbinar ketika ia tersenyum membuat orang orang senang berada didekatnya. Sosoknya yang ramah dan sangat mudah tertawa membuatnya memiliki banyak teman.Namun Yoo Mi tetaplah Yoo Mi yang akan selalu berada disamping Hyun Jo kemanapun ia pergi. Termasuk menemani Hyun Jo mendekam seharian dirumah.

Kini Hyun Jo dan Yoo Mi sudah resmi menjadi mahasiswa tingkat satu sebuah perguruan tinggi di Seoul dan kehidupan baru mereka pun dimulai.

***

“Hyun Jo ya. . . kau masih marah padaku?” Tanya Yoo Mi sambil mengerucutkan bibirnya. Yang ditanya sendiri hanya bungkam sambil terus memandang ke lain arah. Pagi itu Hyun Jo dan Yoo Mi sedang menunggu bus seperti biasa.

“Ayolah Hyun Jo . . . aku minta maaf. Jangan seperti ini. Aku . . . kemarin kan belum tahu tentang masa lalu Minhwan . . .”

“Hmm jadi sekarang kau sudah tahu? Baguslah.” Jawab Hyun Jo datar.

“Hyun Jo -ya aku tidak habis pikir. Choi Min Hwan harus memiliki kehidupan yang begitu menyakitkan seperti ini. Hmm . . . aku  kemarin baru membaca berita kalau mantan kekasihnya meninggal akibat ulah primadonna.”

“Fans itu phsyco. Jangan bawa nama primadonna.Dia bukan primadonna.” Tandas Hyun Jo membuat Yoo Mi memilih untuk diam.

“Aku tidak marah padamu. Sudahlah, hanya hari ini aku sedang tidak enak badan dan tidak ingin terlalu banyak bicara Yoo Mi. Itu bus kita ayo naik.”Ujar Hyun Jo lalu berlari masuk. Yoo Mi tersenyum lebar lalu mengikuti sahabatnya itu naik ke dalam bus.

***

Bruk. . .semua buku ditangan anak laki laki itu kini bertebaran di lantai. Yoo Mi memejamkan matanya. Ia terus memukul mukul kepalanya sambil merutuk dalam hati.

“Mianhaeyo. . . jeongmal mianhaeyo . . . Aku tidak melihat kau disana tadi.”Ujar Yoo Mi panik. Ia membantu anak laki laki itu memungut semua bukunya.

“Jeongmal mianhaeyo . . . “

“….Minhwan-ssi!!!” Yoo Mi membatu ditempatnya ketika melihat siapa yang ternyata baru saja ia tabrak.

“Emm,gwaenchana. Lain kali kau harus lebih berhati hati.” Ujar anak laki laki yang ternyata Choi Min Hwan itu. Yoo Mi masih berdiri membatu ditempatnya, sementara Minhwan berlalu.

“Yoo Mi-ya ! Ya ! Yoo Mi-ya.”Panggil Hyun Jo sambil mengguncang tubuh Yoo Mi.

“Minhwan. . . Choi Min Hwan . . Dia juga kuliah di sini Hyun Jo. . .”Ujar Yoo Mi masih sambil menatap lurus kedepan.

“Ah sudahlah. Kau mulai bercanda lagi. Jangan membuatku berharap lagi.”

“Aish! Lihat dia! Lihat namja yang sedang berjalan itu!”

“Ah yang memakai baju abu abu itu? Ah. . . Yoo Mi-ya. . .”

“Sudah ku bilang dia Choi Min Hwan!” Sentak Yoo Mi pada Hyun Jo.Hyun Jo terdiam,ia melirik ke arah kalung yang yang melingkar dilehernya. Sejurus kemudian Hyun Jo sudah melepas kalung itu.

“Kenapa kau melepasnya?!Bukankah kau bilang itu kalung keberuntunganmu?”

“Hm . . . Dan akan segera menjadi kalung pembawa malapetaka jika aku pakai di hadapan Minhwan.” Jawab Hyun Jo. Ada kesedihan yang tersirat dari tatapan matanya.

“Dia akan menjauhiku jika tahu aku primadonna.”Ujar Hyun Jo .Ia memeluk erat buku ditangannya. Berusaha mencari hal yang dapat ia jadikan penenang.

“Hyun Jo ya. . .”Yoo Mi melangkah mendekati Hyun Jo lalu menepuk punggung sahabatnya itu pelan.

“Dia akan menjauhiku jika tahu aku adalah salah satu dari mereka yang ia benci. . .” Dan Hyun Jo pun mulai terisak.

About ftrhapsody

Nothing beats Minari's powerful rhythm when he hits the drums and his charming aegyo x_x

7 responses »

  1. nick_nick says:

    great ^^d

    aq suka bagian — “Biarlah hatinya tertutup sempurna , sesempurna es di utara menyembunyikan samudera dibawahnya. Jangan usik kenangan …dst”

    ichaaaa ayooo di sambung,,, knpa yoo mi setakut ituu???

  2. dcyjonghunnie says:

    Biarlah hatiku tertutup sempurna , sesempurna es di utara menyembunyikan samudera dibawahnya. wkwkwk

    Blon baca smw ngutang dlu yakkk -.-

  3. Ica: “Aku benci kau Minhwan! Kau bukan Minhwan yang dulu. Bukan Minhwan yang kukenal dulu.”Dan air mataku turun begitu saja.Mengalir dikedua belah pipiku. Mengingat anak laki laki dengan tatapan mata yang teduh. . . . dulu.

    wkwkk ^^v

  4. riza says:

    xD wkwkwk bener banget tuh eon ungkapan hatiku sendiri

  5. minan soo dechhh,cuek,wkwkwk

  6. onlyminhyuk says:

    wkwkwk bunuh aja eon!!! xD #ica

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s