CAST :

>>CHOI MINHWAN as himself

>>IM HYUN JO (primadonnas)

>>LEE SOO JIN (choi min hwan ex girlfriend)

>>JANG YOO MI (Hyun Jo best friend)

>>FT ISLAND member

Genre : Angst (MAYBE?),Hurt(EXACTLY :D),Romance (100% FAIL!)

Rating : G , T

 

I DON’T OWN FT ISLAND CHARACTERS HERE. THEY BELONG TO THEMSELVES, THEIR PARENTS AND GOD🙂 IM HYUN JO LEE SOO JIN JANG YOO MI AND KANG HYE NA CHARACTERS ARE FICT MADE BY ME. DO NOT COPY THIS FANFICTION IN OTHER PLACES WITHOUT MY PERMISSION. THANKS🙂

 

I’m looking for a place.I’m searching for a face

Is anybody here I know.’Cause nothing’s going right

And everything’s a mess.And no one likes to be alone

 

Isn’t anyone trying to find me?Won’t somebody come take me home

It’s a damn cold night.Trying to figure out this life

Won’t you take me by the hand.Take me somewhere new

I don’t know who you are

But I… I’m with you

 

***

            Choi Min Hwan meremas jaket jeans biru yang ia kenakan. Pada ujung atap bangunan itu ia perlahan duduk membiarkan angin malam menerbangkan anak anak rambutnya.Dan sedikit berharap angin malam yang kuat itu juga dapat menerbangkan rasa sakitnya.

Sementara itu kedua alis Jonghun bertaut saat menatap ke atas dan samar samar menyadari wajah mengenaskan itu tertimpa sorot lampu. Jonghun segera menarik lengan Ja Yun yang masih bingung, kenapa tiba tiba Jonghun menjadi sepeduli ini terhadap maknae di dalam bandnya itu.

“Dimana dia? Apa tadi Minhwan pergi ke atap?”Tanya Jonghun pada Hongki.

“Aku sendiri tidak tahu. Seunghyun dan Jaejin yang kusuruh untuk mengejarnya belum mengabariku.”

“Ah. Baiklah. Ja Yun lebih baik kau disini bersama Hongki.”Ujar Jonghun lalu segera berlari kencang menuju atap gedung. Penglihatannya tidak mungkin salah. Walau hanya samar tapi Jonghun yakin itu Minhwan.

Minhwan berdiri , menjejakan kedua kakinya di antara ujung bangunan beton dan udara. Matanya sembab. Kedua pipi chubbynya tak lagi menampakan semburat kemerahan seperti biasa. Kedua bibir itu terkatup rapat dan niatnya untuk terjun membelah udara malam sudah bulat. Choi Min Hwan memejamkan kedua matanya

Biarkan aku pergi dengan semua rasa sakitku

Biarkan aku mencari wajah yang dulu selalu ada untukku

Biarkan aku mencari ketenangan untuk jiwaku

Biarkan aku tenang. . .

Dan Choi Min Hwan menyerahkan dirinya pada udara. . .

***

Kedua tangan kekar itu menarik jaket yang dikenakan Minhwan dan mengempaskan tubuhnya kebelakang. Membuat tubuh Minhwan ambruk di permukaan beton.

“Berhenti melakukan hal bodoh Minari!”Sentak Choi Jonghun. Matanya berkilat marah. Terdengar suara derap langkah. Ternyata Jaejin dan Seunghyun. Minhwan diam tak berkutik. Pandangan matanya kosong. Tubuhnya terasa sakit karena ia terhempas secara telak ke permukaan beton kasar bangunan.

“Bodoh!” Sentak Jonghun lalu berlutut.Menarik tubuh itu dalam pelukannya.

“Kau itu bodoh Minari.”Umpat Jonghun lagi. Namun apa yang keluar dari mulut dengan apa yang ada didalam hatinya benar benar bertolakkan.Jonghun terus mendekap tubuh Minhwan.

“Hyung . . .”Suara Choi Min Hwan yang serak menggema dari tenggorokan.

Kau bodoh! Benar benar bodoh! Bagaimana bisa membuat hyungmu khawatir seperti ini.

Jaejin dan Seunghyun tersenyum, dibelakang mereka Hongki dan Ja Yun juga ikut bahagia.

“Kalau kau melakukan hal bodoh seperti ini lagi! Aku akan mengganti drummer ft island dengan yang lebih baik.” Sentak Jonghun sambil terus mendekap tubuh kecil itu.

***

Tubuh Minhwan dibaringkan di atas tempat tidur. Ia terlelap dalam pelukan Jonghun tadi. Hongki menggantikan jaket jeans Minhwan dengan jaket pink hangat yang sedikit longgar.

“Aku senang kau akhirnya dapat berbaikan dengannya.” JaYun mengecup lembut pipi Jonghun.

“Bahkan aku tak pernah bertengkar dengannya.”

“Terserahmu sajalah.”Gadis itu lalu menggelayut manja pada lengan Jonghun.

“Kita keluar saja biarkan Minari istirahat.”

“Baiklah.” Jaejin Hongki dan Seunghyun pun menurut. Mereka memutuskan untuk menunggu di restaurant hotel itu. Namun lain halnya dengan Jaejin, ia segera pergi melihat keadaan Hyun Jo di hotelnya yang tidak jauh letaknya dari hotel tempat mereka menginap.

“Minhwan sudah tidur. Kau tidak mau kesana?” Tanya Jaejin sambil tersenyum ke arah Hyun Jo. Sepasang mata milik Hyun Jo yang masih sembab memandang penuh harap ke arah Jaejin.

“Bolehkah aku. . .  ?” Tanya Hyun Jo.

“Tentu saja. Kau mau ikut Yoo Mi?” Tanya Jaejin pada gadis disebelah Hyun Jo. Namun Yoo Mi hanya menggeleng dan melempar senyuman tipis.

“Baiklah. Sebelum Minhwan bangun sebaiknya kita lekas pergi.”

***

Wajah itu terlihat seperti bayi. Berbalut jaket merah muda yang sedikit lebih besar dari ukuran tubuhnya.Hyun Jo tersenyum melihatnya. Tangannya beranjak menyibakkan helaian rambut kecoklatan dari wajah Minhwan. Ia berlutut disamping tempat tidur.

“Oppa maafkan aku. . .” Suara serak Hyun Jo memecah kesunyian.

“Oppa. . . ini bukan salahku. . . Jika pembunuh kekasihmu bukan primadonna kau pasti tidak akan membenci kami kan  . . . Perasaan ku tulus. Selalu tulus jika itu untukmu . . .”

“Kami tidak pernah tahu apa apa tentang pembunuhan itu . . . Tapi kenapa kau membenci kami semua. . .” Tangan Hyun Jo mengelus pipi putih milik Minhwan. Benar benar seperti bayi.

“Kau tidak pernah gagal untuk membuatku jatuh pada pesonamu oppa.” Hyun Jo beranjak memeluk Minhwan. Tubuhnya terasa hangat.

“Aku tahu . . . Aku memang salah. . . Tapi itu juga tidak dapat dijadikan alasan untukmu membohongiku seperti ini. Kau hanya tahu apa yang telah aku lakukan, bukan yang selama ini telah aku lewati Hyun Jo.” Suara Minhwan membuat Hyun Jo melepaskan pelukannya secara perlahan.

“Aku tidak ingin berhubungan denganmu lagi . . . Sebaiknya kau pergi dan cari kebahagiaanmu. Hidupmu bukan hanya untukku. Masih banyak yang lebih baik dariku.”Ujar Choi Minhwan lalu berbaring memunggungi Hyun Jo.

“Aku akan pergi jika itu dapat membuat oppa bahagia. Aku tidak masalah dengan semua itu. Tapi kumohon. Berbahagialah. Tersenyumlah.Kami, primadonna sudah lama sekali kehilangan senyuman Minari. Bintang kami yang paling bersinar. Minari star. . . Apakah itu hanya nama saja? Tidak dapatkah oppa menjadi bintang kami yang sesungguhnya.”Hening. . .

“Biarkan aku memeluk oppa untuk terkahir kali. Dan setelah itu aku akan pergi. Melenyap dari hadapanmu. Melupakan jika kita pernah menjalin hubungan spesial dan kembali menjadi fans setiamu.” Pinta Hyun Jo. Choi Minhwan hanya diam. Diam hingga Hyun Jo beranjak menyentuh dan memeluknya erat.

“Selamat tinggal oppa. Tersenyumlah minari starku . Kami selalu mencintaimu.”

***

Choi Minhwan menjalani kehidupannya seperti biasa. Kembali ke universitasnya yang lama. Belajar dan bermain musik. Hanya kini berbeda. Ia bukan Choi Minhwan yang dingin seperti dulu.

Choi Jonghun terus merajut kisahnya bersama Ja Yun. Menjalani long distance relationship dan terus bermain musik.

Jaejin kini menjadi semakin dekat dengan Yoo Mi.

Hongki. Masih gila dengan pisang. Masih gila seperti biasa.

Seunghyun sibuk dengan kuliah dan kegiatan bermusiknya.

“Sebenarnya kemana kita akan pergi Jaejin?”

“Menemui mantan kekasihku.”Jawab Jaejin singkat.

“Kenapa kau harus membuatku bertemu dengannya. Turunkan aku sekarang disini. Hal bodoh apa yang kau lakukan ini.”

“Kita akan bertemu dengan pembunuh Soo Jin.” Ujar Jaejin yang membuat Yoo Mi tersentak kaget.Hening. . . sunyi. . . hingga akhirnya mereka tiba disebuah . . . .bangunan.

“Kenapa kita ke rumah sakit jiwa? Kekasih lamamu bekerja disini?” Pertanyaan itu tak pernah terjawab. Jaejin hanya terus menarik lengan Yoo Mi. Mereka akhirnya berhenti didepan sebuah ruangan. Didalamnya seorang gadis sedang terbaring ditempat tidurnya. Wajahnya pucat.

“Dia Kang Hye Na. Mantan kekasihku. . . “

 

END. . .

About ftrhapsody

Nothing beats Minari's powerful rhythm when he hits the drums and his charming aegyo x_x

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s